.SWEET LIKE CANDY, FRESH LIKE MINT, WARM LIKE CHOCOLATE, FUN LIKE COLOUR, VALUABLE LIKE GOLD.


07 May 2012

Sertifikat dan Usia Tua

 #31haringetikdiblog

Ah sial! Gara-gara internet kostan kemaren mati, saya harus kembali menyumbang 5.000 di celengan denda #31haringetikdiblog -.- Empet juga sih mesti bayar denda, padahal di akhir bulan dendanya buat saya sendiri hehe :D

But anyway, sebenernya kemaren saya pengen banget cerita tentang seminar yang saya ikutin di hari itu juga. Seminar yang saya ikutin itu berhubungan dengan public speaking dan negotiation. Kalo public speaking mah udah ga heran lagi, karena itu anak Komunikasi banget. Tapi, what is negotiation? Negosiasi pada konteks apa nih? Negosiasi tawar menawar harga di bringharjo? Ah apapun itu ya pokoknya itulah..

Motivasi ikut sih sebenernya cuma satu, SERTIFIKAT. Bener-bener ya makin tua, makin sadar bahwa sertifikat itu penting, apalagi sertifikat dari seminar-seminar bergengsi. Tapi di satu sisi juga mempertimbangkan topik public speaking yang diangkat sih. Nah di sisi lain lagi, karena pembicaranya ganteng! *teteeeeeeeeeeeep

Sebenernya sih saya juga ga merhatiin-merhatiin amat sama konten yang dibahas hihihi karna saya terlalu sibuk memperhatikan kegantengan sang pembicara, si Prabu Revolusi. Pada intinya sih, kakanda Prabu ini bilang kalo hal yang paling penting untuk diperhatikan sebagai seorang public speaker itu adalah mental. That's it! That is the point! Oke saya ga mau sok pinter, buat ngejelasin isi dari seminarnya.. Saya cuma mau sedikit cerita tentang sang kakanda Prabu..... eh bukan deng, sebenernya mau cerita tentang kehidupan cinta saya dengan kakanda Prabu....... hmmmm.... bukan juga deng, saya mau cerita tentang hubungan antara saya dan sertifikat.

Prof. Gugelawan menjelaskan bahwa, sertifikat adalah tanda atau surat keterangan (pernyataan) tertulis atau tercetak dari orang yang berwenang yang dapat digunakan sebagai bukti pemilikan atau suatu kejadian.
Terus, apa hubungannya sama Karla Sekar Arum?

Oke, hubungannya adalah semakin tua usia saya di dunia perkuliahan, dunia perkuliahan loh ya bukan umur :p, saya semakin terdorong untuk mengejar cinta. Eh salah, maksudnya seminar yang menghasilkan cinta. Ups salah lagi, yang bener seminar yang menghasilkan sertifikat (cinta). Bukan. Sertifikat aja, ga pake dalam kurung cinta.

Sadar atau ga sadar, kadang saya ikut seminar cuma buat satu hal. SERTIFIKAT. Semakin banyak sertifikat yang saya dapetin, saya semakin bangga sama diri saya sendiri hahaha.. Kenapa ya? Mungkin karena waktu saya untuk ngelamar kerja udah semakin deket, dan dalam pikiran saya, semakin banyak saya ngumpulin sertifikat, maka akan semakin terlihat berpengalamanlah saya. Itu pemikiran saya. Pemikiran loh ya.. Ga tau juga bener apa engga.. Tapi satu hal, saya juga ga ngerasa rugi-rugi banget ikut seminar. Selain karena sertifikatnya, tentu saja saya juga ngedapetin ilmu, meskipun yaaaaaaaaaa... ilmunya suka lewat sekelebatan doang.

Aktifitas mengejar seminar, workshop atau apapun itu yang menghasilkan sertifikat baru saya perdalam setahun belakangan, ketika kuliah udah tinggal dikit, dan menyadari my time was running out. Beda banget sama Karla yang dulu, yang kalo ada seminar atau workshop, jangankan ikut, ngelirik posternya atau dengernya aja udah melengos. Lah sekarang? Nyari-nyari.. demi si sertifikat itu tadi sih sebenernya.

Inti dari cerita di atas adalah, betapa dasyatnya faktor 'usia tua' di perkuliahan yang berpengaruh pada idealisme seseorang.
Jadi buat eloh, eloh, eloh, eloh, eloh, eloh, eloh, eloh dan eloh semuanya, yang terhitung masih muda di dunia perkuliahan, jangan ragu jangan gundah jangan galau kalo mau ikut seminar atau workshop, khususnya yang menghasilkan sertifikat. Karena di 'usia tua'mu, kalian akan menjadi seperti saya, yang mengejar cinta, eh bukaaaaaaaaaaaaaaaaan! (lo nih pikirannya cintaaaaaaaaaaaaa mulu! *tempelengdirisendiri*) Mengejar sertifikat ya adik-adik dan teman-teman.
Akhir kata, kejarlah sertifikat sampai ke antartika :)

0 comments:

Post a Comment