.SWEET LIKE CANDY, FRESH LIKE MINT, WARM LIKE CHOCOLATE, FUN LIKE COLOUR, VALUABLE LIKE GOLD.


24 February 2013

Cita-Cita vs Passion

Pernah ga bertanya saya diri sendiri, "apakah cita-cita saya itu adalah passion saya?".
Kalo belom, coba tanyakan.

Bagi saya, ga semua cita-cita itu adalah passion.
Seringnya manusia terjebak di dua kata itu, cita-cita dan passion.
Misalnya, si A punya cita-cita untuk masuk jurusan Arsitektur, setelah tercapai ternya dia sadar kalo dia ga punya passion di jurusan itu, dia ngerasa masuk Arsitektur itu cuma cita-cita yang setelah tercapai dia bisa merasakan kepuasan tersendiri, setelah dijalanin dia merasa passionnya itu di bidang desain interior.

Ati-ati ya guys, jangan sampe terjebak, kalo udah terjebak susah keluarnya.
Cita-cita dan passion, jadi dua hal yang sering banget menjadi jebakan betmen.
Tapi perlu diinget juga ya, meskipun ga semua cita-cita itu berakhir jadi passion, ada juga kok cita-cita yang akhirnya berujung pada passion, tinggal pinter-pinter untuk mengenali diri sendiri aja.
Intinya kenali dulu sama cita-cita dan kemauan diri sendiri, baru bisa menilai mana yang bener-bener passion kalian dan mana yang bukan.

Take Me Back To My Comfort Zone!

Saya ga pernah nyangka akhirnya saya 'terjebak' dalam situasi kayak gini.
'Terjebak' dalam situasi dimana saya sangat sangat sangat ingin waktu keulang lagi. SANGAT INGIN. Kalo ada yang jual mesin waktu, saya mau banget beli. Saya pernah baca di sebuah novel, ga ada gunanya mesin waktu, karna itu ga bikin hidup jadi lebih maju. Hmm.. bener sih, tapi bullshitlah sama kalimat itu, kali ini saya pengen banget punya mesin waktu.

Mesin yang ngembaliin saya ke tengah-tengah kehidupan yang menurut saya bener-bener hidup. Saya ngerasain kebersamaan, kenyamanan dan kebahagiaan dalam satu waktu. Masa dimana saya bener-bener ngerasa itu comfort zone saya. Masa dimana saya ga peduli orang mau bilang dan menilai apa, tapi saya hidup di tengah-tengah orang yang bener-bener jadi keluarga.

Kadang saya ngerasa childish karna belom bisa menerima keadaan dimana saya harus bisa berjuang untuk keluar dari comfort zone. Tapi manusia mana yang ga pengen balik ke comfort zone-nya? Semua orang pasti pengen balik ke masa comfort zone-nya masing-masing, hebatnya banyak di antara mereka yang berhasil untuk membangun benteng perjuangan mereka. Sayangnya..... saya belom, bahkan hampir pengen menyerah.

Mesin waktu.. kalo saya ketemu kamu, saya pengen bisa membuat kamu jadi mesin comfort zone. Mesin yang bisa membuat segala waktu menjadi comfort time yang akhirnya menciptakan comfort zone. *mimpi kok ga rasional sih Kar* *bodo!*

Anyway.. saya kangen kalian semua deh Jogja's Stuffs. Temen-temennya, kampusnya, dosen-dosennya, coffeeshopnya, jalanannya, macetnya, para penjual makanannya, semuanya! Iya, masa di jogja itu adalah masa paling ter-"comfort zone" saya. And I really want to rewind that time!