.SWEET LIKE CANDY, FRESH LIKE MINT, WARM LIKE CHOCOLATE, FUN LIKE COLOUR, VALUABLE LIKE GOLD.


23 August 2011

malam dan rindu

kangen. rindu. ntah apalah itu.
saya kangen mereka. saya rindu masa-masa bersama mereka.
ya. mereka. 11 partner pondokan KKN saya.
saya kangen mereka.
benar-benar kangen.
belum ada 12 jam saya berpisah dari mereka dan meninggalkan pondokan soang, tetapi saya ga bisa membendung rasa rindu saya kepada mereka.
bahkan saya tidak habis pikir bahwa rasa rindu saya terhadap kebersamaan dengan mereka jauh lebih besar daripada terhadap pacar saya hihi :")

taukah kalian teman, saya merindukan canda tawa kita. saya menginginkan waktu berjalan dengan lambat sehingga saya masih bisa memeluk dan bercengkrama dengan kalian.
saya rindu masa-masa itu.

sekarang, saya sendiri. berteman beberapa playlist lagu tentang persahabatan. menyendiri di salah satu sudut di warnet dekat kostan saya. mencoba untuk menerka-nerka dan kembali membayangkan semua kenangan dengan kalian.
saya tersenyum. tak tersadar mata saya berkaca mengingat kalian.
saya kangen. super kangen.

good friends are like stars. you don't always see them, but you know they're always there.

23august
21.15

My KKN's Stories #4 :the day:

Time goes fast..

Berat rasanya harus meninggalkan semua kenangan di dalam pondokan soang.
Saya bersama teman-teman yang sudah saya anggap sebagai saudara. Saya bersama sepasang orang tua, Ibu dan Bapak Kades yang sudah saya anggap sebagai keluarga saya sendiri. Saya bersama 2 adik, Alin dan Faris yang sudah saya anggap sebagai adik kandung saya sendiri.
Jujur, mungkin saya ga mau meninggalkan semua kenangan di pondokan soang.
Sudah terlalu banyak cerita dan kenangan, yang mungkin saya sendiri ga akan bisa menjelaskan. Bahkan mungkin saya ga bisa berbicara apapun tentang semua kenangan di lokasi KKN.
Semuanya terasa sangat menyenangkan dan mengesankan.

Tapi, itulah waktu. Tidak bisa dikejar dan tidak bisa dicegah.
Sampai tiba waktunya saya dan teman-teman harus pulang dan meninggalkan pondokan soang.
Sedih pasti. Berat banget rasanya harus melangkah meninggalkan sebuah rumah yang menyimpan sejuta cerita tentang kehidupan.
Saya percaya, tidak hanya saya yang merasakan kesedihan ini. Mereka pun demikian.
Saya sayang mereka semua.
Pelukan hangat yang saya berikan dan saya rasakan dari Ibu Kades dan teman-teman terasa sangat sangat tulus.
Semua menjadi ukiran indah dan data yang ga akan pernah bisa saya hapus dari memori otak saya. sampai kapan pun.

it's not about goodbye, it's just about see you again, my mates :")

15 August 2011

My KKN's Stories #3

Berikut saya perkenalkan soang-soang uhuy kesayangan saya yang menjadi partner hidup saya selama 2 bulan hidup di desa.

kiri-kanan: manda,lia,ep,linda,ayu,putri,enji,fina,saya,niniz,dira,lintang

FINA ALAMANDA
Teman saya satu ini merupakan bos besar di pondokan soang, maha soang, ustawek, buyut, yes fina. Dia kormanit KKN saya. Ga heran kalo sebutannya maha besar semua. Awal kenal anaknya kalem banget, ga banyak omong. Pas kenal..... buseeeeeeet agak binal juga ternyata! Hahaha.. Dibalik kekalemannya, doi suka goyang bahu kalo denger tuntang Percussion berdendang. Ya ala ala anak gahol clubbing gitu deh hihihi :p Doi juga sering jadi korban keonyo-onyoan saya :3

QORINA MANDA RIKA
Soang uhuy satu ini dijuluki miss Kismis *ups. Please saya mohon jangan tanya kenapa, cukup dipikir sendiri aja ya* Temen saya ini selalu dan selalu jadi bahan onyo-onyoan saya. Mulai ditarik kakinya pas mau tidur, digangguin pas lagi ngapa-ngapain, nebarin kartu UNO pas bagian dia yang kalah, dan banyak lagi jenis onyoan lainnya. anaknya pasrahan banget, kalo digangguin bisanya mesam mesem doang :3

ESTRIA PUTRI
Nah kalo yang satu ini adalah soang uhuy dengan predikat TER. Yak gadis yang biasa dipanggil Putri ini mendapat predikat putri terpintar, terajin, terbersih, terpagi kalo bangun, terhebat, dan sekaligus terpuruk hihihi. Doi yang sebentar lagi akan terbang ke Barcelona untuk mencari jodoh eh.... pertukaran maksudnya, sukses bikin kircep semua anak Komunikasi dengan catatan akademiknya. Ngeliat IPnya itu sama aja bikin nyali jatuh ke kandang harimau, terus ketimpa tangga, lalu diterkam induk harimau. Ga ngerti ini orang otaknya udah mencair kayaknya.

LINDA WIDYASTUTI
Soang Uhuy yang satu ini merupakan calon ibu rumah tangga idaman setiap lelaki. Pinter mijet, masak, merajut, nyuci, semua doi bisa. Linda ini anaknya juga rajin. Dibalik sikap keibuannya tersebut, doi ga kalah binal sama soang-soang yang lainnya. Kalo kata orang Jawa, IYIG. Hahaha.. suka ketawa-ketawa ga jelas. Kalo dimarahin bisanya ketawa-ketawa. Linda ini orangnya polos, suka isin pada hal-hal tertentu dan menjurus *eh.. hahaha..  tapi selama di pondokan soang, saya yakin dia pasti udah ga isinan dan pengetahuannya tentang reproduksi menjadi lebih luas. Ups..hihii.

ANNIZA NINIZ
Gadis berjilbab yang biasa dipanggil Niniz ini merupakan soang uhuy yang multitalent. Usahanya ada banyak, mulai dari logistik, peralatan rumah tangga, kesehatan, sandang, sampe toilet. Jangan heran kalo dia dijuluki SWALAYAN IBU NINIZ. Anaknya agak bawel tapi baik. Suka masak buat soang-soang kalap di pondokan haha. Kalo lagi pada laper pasti yang dicari Niniz. Orangnya komplit banget, semua ada. Butuh tisu, sabun, sampo, pembalut, ember, jemuran baju, sikat wc, semuanya ada di niniz.

CINDY INDIRA
Nah soang uhuy satu ini kerjaannya kalo di pondokan bangun-makan-tidur-makan-bangun dan terus menerus gitu hahahaha. Doi punya kebiasaan yang aneh yang bikin satu pondokan soang mengernyitkan dahi. Dira ngaku kalo dia ga bisa tidur kalo lampunya gelap, tapi eh tapi dia kalo tidur harus nutupin mukanya pake bantal. Jelas itu bikin tambah gelap kan yaaaaa.. Dira tu anaknya kocak, paling sering dikirimin makanan sama yang cem-cemin dia di dusun sebelah hihihi..
ISHMA ALIA
Anak satu ini dijuluki Bude oleh satu pondokan soang. Kenapa bude? Kok tua banget? Soalnya kalo Lia udah ngomong sesuatu itu, agak nyeremin kayak bude-bude haha. Sebenernya ga serem juga sih, tapi tegas aja dan cara ngomongnya itu bikin semua kircep hihi. Badannya kurus, gampang kedinginan, pengennya diangetin terus *eh..

TRISTY LINTANG
IBU TIRI!! Hahahaha doi dijulukin Buti di pondokan soang, yang artinya Ibu Tiri. Orangnya galak, serem hihi. Agak pendiem orangnya..

ANGGIE PRADANI
Jangan tanya apapun tentang makhluk sipit satu ini. KOKEN! Konco Kenthel! Iya konco kenthel saya. Temen super deket! Teman satu jurusan yang hampir 99% kehidupan perkuliahannya selalu bareng sama saya. Mulai dari pertama kuliah, konsentrasi, BSO, UKM sampe KKN! Semuanya selalu bareng sama saya. Hahaha..

DIAN EKA PERMATASARI
Epe teman satu jurusan saya juga yang juga menjadi salah satu teman dekat saya di kampus. hobi makan, sampe gembul. Saya menjadi salah satu saksi perkembangan badannya dari awal masuk kuliah sampe sekarang. Ga heran kalo selama di KKN, dia dijuluki dugong. 

KARIMA AYU
Gadis belia berumur 19 ini merupakan salah satu soang terkebo di pondokan hahaha. Doi juga selalu menjadi koordinator kalo lagi haram-haraman di pondokan. Yaa walaupun doi paling muda di pondokan soang tapi doi expert di segala hal, selalu jadi garda depan buat amodestang dan haram-haraman :p Kalo tidur di sebelah doi, siap-siap aja di-POK pake pantatnya yang bahenol hihihi..

Over all mereka menjadi keluarga saya yang bikin saya belajar banyak hal. Thanks for all the memories, stories, experiences, and everything. 
Hope our friendship will always be friendship :’)

My KKN's Stories #2

Banyak hal yang akan sangat saya rindukan dari masa KKN bersama 11 soang-soang unyu di sini. Mungkin ketika saya mengingat kenangan saya bersama mereka, saya bakal senyum sendiri, ketawa kayak orang gila atau bahkan menangis karena merindukan masa-masa sekarang. Moment-moment kebersamaan yang ga tau bisa terulang lagi atau enggak :’)
Dari semua moment berharga sama mereka, hal-hal di bawah ini adalah sedikit dari banyak hal yang paling saya rindukan.



Rumah Pak Kades aka Pondokan Soang. 
Pasti pasti pasti saya akan merindukan rumah Pak Kades dan semua kenangan saya selama 2 bulan di dalamnya!







Kamar tidur.  
Tempat main UNO, ngerajut, main remi, ngobrol, buka lapak, jam bodoh, galau massal, gelotekan, tuntang percussion berdiri, semuanya! Semua kenangan di tempat ini!

 
  


















Ruang Tengah. 
Tempat makan bareng, nonton tv bareng, tidur-tiduran, ngobrol sama bu Kades, main sama Alin, godain Faris



Dapur. 
Tempat masak bareng, ngobrol, gelotekan.
 


Amodestang.
kiri-kanan: ayu,enji, niniz, saya, putri, ep
Anak Motor Desa Tuntang, beranggotakan saya, enji, karim, ep, putri dan niniz. Merupakan sebutan bagi kami yang secara hebat luar biasa tangguh gagah berani menjadi pengendara motor yang membonceng teman lainnya ketika akan melanglangbuana ke kota. Bayangkan, kami semua anak perempuan dengan kisaran umur 19-21 tahun, mengendarai motor di jalan antar kota yang banyak dilalui truk, bis besar, kendaraan lainnya, motor brutal dan lain-lain. Apa namanya kalo bukan Amodestang. Bersertifikat resmi dari Pak Kades. Dengan jaket sebagai identitas utama kami. Damn! Saya akan sangat merindukan masa-masa konvoi bersama mereka semua! Ngebut, selap selip di antara mobil-mobil besar dan semuanya!
*maaf sampai kapanpun, Amodestang tidak membuka perekrutan anggota baru*
 
Tuntang Percussion. 
Merupakan tim perkusi di pondokan soang, bermodalkan gitar, kaleng regal, botol aqua yang diisi beras, botol-botol kosong lainnya dan perabotan apapun yang ada di sekitar kami. Ga di dapur, di kamar, di ruang tamu, semua perabotan bisa dipake buat perkusian. Lagu dangdut, pop, RnB, yang galau, yang joget, semuanya bisa diaransemen ala Tuntang Percussion. Pokoknya ga ada yang ga goyang dan ga ikutan nyanyi kalo udah tuntang percussion berdendang :D

Sambung Kata. Sebelas dua belas sama Tuntang Percussion, bedanya yang ini merupakan lagu buatan sendiri. Kata-kata yang dinyanyiin terceplos seiring dengan musik yang dimainin. Mulai dari sindir-sindiran, ngatain orang, bikin galau orang sampe motivasi orang. ga Cuma itu, sambung kata juga bisa bikin cerita sambil gelotekan. Butuh mikir cepet kalo udah main sambung kata, biar ga diem aja pas udah giliran nyanyi hahahaha :D



Tragedi Botok
Kok botok? Bukannya itu makanan? Iya emang bener makanan. Makanan favorit para soang unyu di sini hahahaha. Bukan soang unyu namanya kalo ga suka botok *eh.. Dimanapun saya berada, saya yakin ketika ngeliat botok maka saya akan ingat KKN hahaha..




 UNO, rajutan, Congi, remi, kaleng regal, Garang, dan sederet playlist BETE, Pergilah Kau, Beri Cinta Waktu, Thinking Of You, Price Tag, CUMI, Sunny dan banyak lagi yang lainnya akan menjadi memories reminder saya dengan semua kenangan saya di pondokan soang ini :’)

kiri-kanan: dira,ep,putri,saya,manda,fina,enji,niniz,ayu. depan: linda
~ Persahabatan itu bukan hal yang bisa terjalin hanya dengan canda, tawa, tangis dan lainnya, melainkan dengan kenangan di dalamnya ~

10 August 2011

My KKN's Stories #1

Siapa bilang KKN itu ga enak?!
Siapa bilang KKN itu nyeremin?!
Siapa bilang KKN itu ngabisin waktu?!
Siapa bilang KKN itu ga berguna?!
Siapa bilang KKN itu cuma nyusahin doang?!
 Siapa bilang?! Siapa bilang?! Ngaku! Sini saya tabok orangnya!
*tabokdirisendiri*

Bener apa kata orang, pengalaman itu ga akan jadi pengalaman ketika belum terjadi. Untuk ke sekian kalinya saya harus menelan ludah karena semua pernyataan dan pemikiran saya tentang KKN adalah SALAH BESAR! 

Kuliah Kerja Nya(n)ta(i) atau biasa disebut KKN ini merupakan salah satu program universitas saya yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswanya untuk memenuhi persyaratan lulus. 2 bulan harus saya habiskan di desa orang dengan lingkungan yang baru dan teman-teman yang baru pula. Siapa yang mau? Mungkin ada sih, tapi bukan saya orangnya.
Di pikiran saya yang namanya KKN itu ya ribet! Jadi anak desa, tidur di rumah warga desa yang belum tentu cocok sama kita sendiri, belum lagi kalo temen-temennya juga ga cocok, bikin tambah ga betah. Itu yang saya takutin! Apalagi beberapa kali ikut rapat kelompok KKN saya yang sekarang, saya merasa belum cocok dengan mereka. Kayaknya saya terasingkan di tengah mereka, hanya ada 3 teman satu jurusan yang saya andalkan untuk menjadi teman hidup saya selama 2 bulan di tempat KKN.
Sampe tiba waktunya saya harus berangkat ninggalin kota Jogja, merelakan waktu liburan 2 bulan saya bersama tim KKN Unit 33 yang beranggotakan 25 orang.


Desa Tuntang, Salatiga. Desa tempat saya KKN berada di antara kota Salatiga dan kota Semarang. Ga terlalu pinggiran sebagai sebuah desa, cukup 15 menit dari salatiga dengan motor dan 1 jam dari Semarang dengan mobil. Bertempat tinggal di rumah Kepala Desa, saya tinggal satu atap dengan 11 teman KKN saya yang semuanya perempuan, Ibu Kades, Pak Kades dan dua anaknya Faris dan Alin.
Semua citra saya tentang KKN berubah total hanya dalam waktu sehari di rumah tersebut. Menyenangkan! Pengalaman yang ga akan pernah saya dapetin dimanapun saya berada! 

Bayangkan saya hidup dengan 8 teman baru, 3 teman dekat dan sebuah keluarga kecil dalam 1 atap merupakan hal baru yang super mengasikkan. Dari pertama mata melek sampe mata merem, ketemunya ya mereka. Fina, Manda, Putri, Linda, Niniz, Lia, Indira, Lintang merupakan teman-teman baru yang seketika berubah menjadi keluarga baru, ditambah dengan Enji, Ep, Karim yang sudah lama menjadi keluarga saya sejak menginjakkan kaki di Komunikasi UGM. Bener-bener keluarga baru yang super menyenangkan.
Jangan ditanya tentang kompaknya. Meskipun kami berasal dari daerah yang berbeda-beda, jurusan yang berbeda-beda, karakter yang berbeda-beda, tapi kami bisa menjadi satu keluarga yang klop satu sama lain. Ketawa dan ngakak sampe sakit perut udah jadi makanan saya sehari-hari. Bahkan saya juga pernah menangis di antara mereka sambil meluapkan isi hati saya. Benar-benar keluarga baru yang benar-benar BARU!

Pondokan Soang. Nama baru rumah Pak Kades yang hanya berlaku bagi saya dan kesebelas teman saya. Banyak banget kegiatan saya dan teman-teman saya di pondokan ini yang kemudian menjadi rutinitas. Bangun pagi, senam pagi, beresin kamar, masak di dapur yang hanya bertahan sebagai rutinitas selama 1 minggu pertama hahaha. Buka lapak, jam bodoh, haram-haraman, main UNO, merajut, gelotekan,  main jempol, semuanya menjadi rutinitas. Ga pernah ada kata bosen selama semuanya dilakuin bareng-bareng sama mereka. Semuanya terasa sangat sangat menyenangkan.
Di pondokan soang, semua punya satu, satu punya semua. Kita semua berbagi, ga cuma makanan, tapi juga handuk bagi yang kehabisan stok handuk, kaos buat yang krisis baju, jaket yang dipakenya asal comot hahaha pokoknya semuanya! Ga ada yang namanya “eh itu punya gue” atau “eh jangan pake yang itu ya, itu punya gue” semuanya punya bersama.

Dan yang paling penting di sini, saya belajar banyak hal, mulai dari belajar masak, ngulek sambel, merajut dan main gitar. Ga cuma itu aja, bahkan saya belajar sabar, belajar peka, belajar buat mengerti orang lain dan ga seenaknya. Hidup sama orang baru dan mengenal lingkungan baru itu bukan hal mudah, tapi akan terasa sangat menyenangkan ketika kita bisa menyesuaikan diri kita dengan mereka dan berbagi semuanya dengan mereka.

SoangUhuy is Cihuy. I Heart You lah Pokokmen!
xoxo