.SWEET LIKE CANDY, FRESH LIKE MINT, WARM LIKE CHOCOLATE, FUN LIKE COLOUR, VALUABLE LIKE GOLD.


22 January 2009

Ntahlah..

Hari ini adalah hari kelima keberadaanku di kota Palembang.
Senang rasanya bisa kembali ke kota ini setelah sekian lama.
Lebih senang lagi bisa kembali ke rumahku tercinta.
Tidur dan mengerjakan segala macam kegiatan di kamarku.
Makan dan duduk di ruang makanku.
Bercerita dan tertawa di ruang keluargaku.
Semua terasa menyenangkan berada di rumahku.

Terlebih ketika semua anggota keluarga berkumpul dan saling sharing segala macam cerita, suasana hangat yang selalu aku rindukan dikala aku sedang sendiri di kostanku yang sedikit sumpek di kota Jogjakarta.

Banyak rencana yang ingin aku kerjakan di kota ini.
Berkumpul dengan teman-teman lama.
Berjalan menyusuri kota.
Mencoba berbagai kegiatan baru.
Yang paling penting adalah mendatangi acara tahunan yang selalu diadakan SMA ku sebagai pengukuhan ekskul.

Aku sangat merindukan saat-saat itu semua.

Yaaa, memang tulisan ini tidak penting.
Namun cukup untuk sedikit mengungkapkan kata hatiku.

15 January 2009

Palembang, I'm Comiing!!!

Hari ini Jumat tanggal 16 januari 2009,, tinggal menunggu 2 hari lagi untuk mencapai tanggal 18 januari 2009. Hari Minggu ini aku akan terbang meninggalkan kota Jogja untuk menuju Palembang..
Senang sekali rasanya. Tidak sabar untuk melihat suasana kota kelahiranku itu.
By the way, terima kasih buat pihak UGM yang telah memberikan liburan selama 3 minggu, cukuplah untuk meranggas rasa rinduku dengan keluarga, teman, dan suasana Palembang.

Memang rinduku dengan kota Palembang sangat besar, mungkin karena sejak bulan Agustus aku tidak pulang ke sana..

Namun ada yang menjanggal pikiranku dengan keberangkatanku pada hari Minggu nanti...
Pesawatku dimajukan menjadi jam 7 pagi!!!!!
Bagaimana bisa...!!!
Padahal aku sengaja memesan tiket pada pukul 9 pagi untuk mencegah keterlambatanku, secara aku sedikit susah untuk bangun pagii..

Hufh,,,, aku harus mencari cara!
Aku meminta bantuan teman-temanku dan juga pacarku untuk membangunkanku pada pukul 4 pagi...

Yaaah,, mudah-mudahan setan-setan keterlambatan tidak merasuki jiwa ragaku pada saat aku tidur.. *berlebihan!!
xp

12 January 2009

TransJogja

Hari ini, Senin 12 Januari 2009..
Aku menghabiskan waktu dengan teman-temanku.
Kami pergi ke salah satu mall yang ada di kota Jogja, Ambarukmo Plaza, tujuan utama kami adalah 21 cinema, kami akan menonton suatu film yang sangat lucu dan menarik menurutku, Madagascar 2.
Namun hari itu berbeda, kami tidak membawa kendaraan satu pun.
Biasanya kami selalu mengendarai motor yang kami miliki, namun ternyata kendaraan yang tersedia hari itu kurang, kami berenam tetapi kendaraan yang tersedia hanya dua motor.
Akhirnya kami berinisiatif untuk memesan taksi dan pergi ke amplaz dengan mengendarai taksi.

Setelah menunggu beberapa saat, taksi itu datang, dan betapa kagetnya supir taksi itu ketika menyadari ada enam orang yang menaiki taksi itu.
Haha.. Satu orang di depan, dan lima orang di belakang termasuk aku, kami bersempit-sempitan. Seru sekali..
Sesampainya di Amplaz, argo yang tertera sebesar 20.150, namun supir itu meminta lebih yaitu sebesar 30.000 karena orang yang menaiki taksi itu berlebihan..
Haha..

Akhirnya kami menonton juga.
Menyenangkan.
Kami tertawa dan terpingkal-pingkal.
Sungguh ribut!

Sesudah menonton, kami pun pulang dengan mengendarai TransJogja.
Ini pengalaman perdanaku mengendarai TransJogja selama aku di Jogja.
Ternyata cukup menyenangkan, hanya dengan bermodalkan 3000, aku bisa bertukar-tukar bis dari satu tempat ke tempat lain.
Cukup hemat untuk ukuran anak kost sepertiku dan teman-temanku.
Selain itu juga bis tersebut bersih, ber-AC, dan wangi.

Namun kami tidak pulang ke markas besar kami, tetapi kami mampir ke suatu tempat yang menjual banyak buah durian.
Yaa,, rencana kami selanjutnya adalah pesta durian!
Kami pun makan durian bersama-sama sambil mengobrol dan bercerita banyak.

Setelah selesai makan durian, kami mengalami kebingungan untuk pulang ke markas besar kami.
Apabila kami naik TransJogja, terlalu jauh memutar. Naik taksi, harus dengan dua taksi karena apabila satu taksi, supirnya akan meminta bayaran tambahan. Naik becak, agak sedikit jauh.
Akhirnya kami berdiskusi di pinggir jalan.

Akhirnya aku meminta jemput salah seorang lelaki. Pacarku.
Dan teman-temanku pulang dengan mengendarai satu taksi.

Perjalanan yang berbeda dengan biasanya. Menyenangkan. :)

TransJogja

10 January 2009

Hari yang penuh dengan cobaan

Kamis, 8 januari 2009. Hari itu adalah hari yang menyebalkan untukku, bahkan menjadi hari yang paling sial untukku.
Betapa bodohnya seorang mahasiswa bisa melewatkan ujian akhir salah satu mata kuliahnya!
Ya, itu terjadi kepadaku! Aku melewatkan ujian akhir mata kuliah agama di kampusku.
Alasannya pun begitu tolol.
Lupa.
Sungguh menyedihkan!

Aku hanya berpikir bahwa ujian agama hari itu berlangsung pada pukul dua siang, ternyata ujian itu berlangsung pada pukul 07.15 pagi..!
Aku pun baru menyadarinya pada pukul 08.30 pagi setelah salah satu temanku menelpon dan menanyakan mengapa aku tidak mengikuti ujian, dan tentu saja ujian itu telah berakhir.
Aku pun panik bukan main dan langsung menuju ke kamar mandi untuk sikat gigi, cuci muka dan mandi seadanya.
Aku langsung berlari menuju motorku dan mengendarainya dengan kecepatan yang lumayan tinggi untuk di kendarai dalam komplek perumahan.
Begitu sampai di kampus, aku langsung berlari menuju teman-teman yang sudah menungguku di kantin.

Aku menangis.
Aku merasa bodoh.
Aku merasa tolol.

Teman-temanku berusaha menenangkanku.
Salah satu dari mereka menemaniku untuk menuju ke ruang dosen dan menemui dosen agama itu, namun beliau tidak ada.
Aku berlari ke front office, dan menanyakan masalah ujian susulan.
Pegawai front office memberikan nomor telepon dosen agama tersebut.

Aku langsung menelponnya dan menanyakan apa yang harus lakukan.
Beliau menyuruhku untuk ke rumahnya dan mengambil tugas yang harus di kerjakan sebagai pengganti ujian.

Aku sedikit tenang, beliau sungguh baik hati.
Satu masalah sudah sedikit terselesaikan.

Beberapa menit kemudian, salah satu temanku memberi tahuku bahwa nomor mahasiswaku tercantum dalam surat panggilan mata kuliah dasar-dasar penulisan, dan harus menemui dosennya karena ada masalah yang menyangkut nilaiku.
Hhhhh.. Aku sungguh panik!
Aku langsung menemui dosen mata kuliah itu, namun dosen itu justru menyuruhku untuk menemui asisten dosennya, langsung saja aku telepion asisten dosen tersebut.
Ia menyuruhku untuk menunggunya datang.

Aku pun menunggu sekitar setengah jam. Aku langsung berlari menemuinya dengan bebarapa temanku yang juga di panggil.
Asdos tersebut memberitahukan bahwa tugas ujian akhirku yang berupa disc tidak ada. Aku kaget dan panik, karena aku yakin bahwa aku telah mengumpulkannya.
Asdos itu pun mencarinya lagi, ketika dia mencari, aku berlari menuju temanku yang ada di dekatku ketika aku mengumpukan disc itu, temanku yakin bahwa aku telah mengumpulkannya.
Akupun berlari lagi menuju asdos, dan dia memberikan kabar yang sangat menenangkanku, ternyata disc nya ada.

Hufh... Untung saja..!

Hari itu menjadi hari yang lumayan berat untukku.
Aku merasa menjadi orang yang paling tolol!

Wanita kampungan!!

Aku menemukan suatu keanehan dalam hubunganku dengan seorang lelaki. Dia memang lumayan charming menurutku, tidak tampan namun cukup menarik perhatian, selama aku memiliki hubungan dengan sebuah komitmen dengannya, ada beberapa wanita yang menghubungiku. Ya, bisa dikatakan wanita itu adalah orang yang menyukai dia. Sampai beberapa hari yang lalu, ada sebuah nomor yang menghubungi telepon genggamku, ketika ku angkat tidak ada suara. Aku pun mematikannya. Beberapa menit kemudian, dia mengirimkan pesan pendek yang menyatakan bahwa aku harus menjauhi lelaki itu.

Aku diamkan.
Sampai akhirnya nomor itu mengirimkan pesan pendek lagi yang berisikan kata-kata memuakkan yang membangunkan amarahku yang sedang tidur dan bermimpi.
Aku balas dengan kata-kata yang santai namun mengena, mungkin bisa dibilang sedikit menyinggung.
Dia balas lagi, dan aku balas lagi.
Kira-kira aku balas sebanyak 3 kali.

Di hatiku hanya terbesit, "hari gini masi jaman ya sms-sms kampungan kayak gitu!"

Aku sedikit emosi memang, namun aku berusaha untuk santai dan mengendalikan amarahku dengan memainkan suatu situs pertemanan.

Esoknya aku bertemu dengan lelaki itu, aku ceritakan semua yang aku alami dan aku rasakan.
Aku caci maki orang yang mengirimkan pesan singkat itu di depannya.

Aku yakin orang itu ada di sekitarku, namun dia tidak berani untuk menampakkan batang hidungnya dan berbicara langsung di hadapanku.
Dasar kampungan! Norak!

Banyak hal yang sudah ku lalui dalam hubungan ini, semua hal itu ternyata menguji kesabaranku untuk bertahan.

Aku berusaha untuk mempercayainya.

Aku berusaha untuk mengendalikan perasaan ini.

Ya, pasti hanya waktu yang bisa memberikan jawaban dan hikmah dari semua ini.