.SWEET LIKE CANDY, FRESH LIKE MINT, WARM LIKE CHOCOLATE, FUN LIKE COLOUR, VALUABLE LIKE GOLD.


05 May 2012

Era-ku Dulu Tak Begini ~

#31haringetikdiblog

Saya masih inget banget, kurang lebih sekitar 3,5 tahun yang lalu di Fisipol UGM yang sejuk, saya dan teman-teman sesama maba duduk di tengah lapangan sansiro yang menjadi salah satu icon di Fisipol UGM. Di sisi lapangan Sansiro, ada sebuah teras memanjang dengan beberapa tempat duduk yang dilindungi oleh pohon rindang, Fisipol UGM menyebutnya Kepel. Lalu tepat di depan Sansiro ada kantin Fisipol. Sampai saat ini, saya masih bisa membayangkan dan merasakan gimana "bersahabat"-nya suasana itu.

Setahun kemudian, saya dan teman-teman sesama Komunikasi 2008, semakin mengenal tempat-tempat yang menjadi icon Fisipol itu. Saya mulai sering duduk-duduk sambil bercengkrama dengan beberapa kakak angkatan dan juga teman lainnya di Kepel, demikian pula halnya dengan kantin yang hampir setiap hari menjadi tempat berkumpulnya saya dan teman-teman seangkatan sebelum dan sesudah kuliah. Hampir setiap saat saya ke kantin, selalu ada teman Komunikasi seangkatan yang duduk di sana, ga satu, ga dua, bahkan bersepuluh, dua puluh, bahkan lebih dari itu. Saya juga masih bisa membayangkan dan merasakan gimana saya dan teman-teman Komunikasi 2008 "menguasai" area kantin di masa itu.

Kemudian (kurang lebih) setahun setelah itu, Komunikasi UGM mengalami perombakan. Kepel dihancurkan dengan alasan rekonstruksi bangunan kampus. Banyak orang, khususnya anak Komunikasi yang menyayangkan hal itu, karena Kepel sudah menjadi satu bagian dari warga Komunikasi. Tapi apa boleh dikata, Kepel tetap dihancurkan oleh mesin raksasa bertangan baja. Hilanglah satu icon Fisipol UGM. Saya pun masih bisa membayangkan dan merasakan gimana rasa kehilangan akan suasana Kepel itu.

Seiring berjalannya waktu menuju tahun berikutnya, suasana "bersahabat" yang saya rasakan di awal saya menginjak kampus Fisipol sedikit demi sedikit pudar. Selain karena semakin hilangnya identitas awal kampus Fisipol yang saya temui pertama kali, semakin sedikit pula teman-teman Komunikasi seangkatan yang bisa saya temui di kampus. Rupanya saya sudah semakin menua hahahaha... Gimana ga ngerasa tua? Lha dulu tiap ke kampus jam berapa pun dan hari apapun, pasti nemu sosok-sosok teman seangkatan. Sekarang? Boro-boro nemu. Ngeliat sekelibatan bayangannya aja enggak.

Iya, semuanya berubah. Semua suasana yang saya temui di awal saya masuk Fisipol UGM berubah. Yang sama, cuma ibu kasir di kantin, yang selalu menyapa saya, "Mba Karlaaaaaaa.. makan apa mbaaa?" :D

Mungkin sekarang bukan eranya saya dan teman-teman seangkatan lagi yang "menjajah" kantin dan sekitarnya di kampus, yang ketawa-ketawa sampe ngakak, ga peduli orang lain yang makan di sana haha. Lha wong kadang juga isi kantin didominasi oleh teman seangkatan, kalo pun orang lain, paling juga mas/mba Komunikasi angkatan 2007, yang temen kita-kita juga hehe..
Berbanding terbalik sama sekarang, yang kalo ke kampus, kadang cuma plonga-plongo. Untung-untungan nemu temen seangkatan atau orang yang dikenal, kalo engga ya blah-bloh sambil ngeliatin pemandangan di kantin yang yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.. gitu deh. Suasananya juga udah beda banget, dan itu sangat kerasa, minimal bagi saya sendiri.
Itu dia yang saya bilang era-ku dulu tak begini. Kadang, saya ngerasa orang asing di kampus sendiri haha.. Saya yakin, temen-temen seangkatan saya juga ada yang merasakan itu. Ga jarang juga, saya ngerasa rame, tapi sebenernya sepi.. Padahal saya masih inget jelas, saya hampir ga pernah ngerasain hal itu di kampus waktu masa "kejayaan" dulu hehe :p Tapi ya itu tadi, era-ku dulu tak begini, sekarang era-ku memang harus begini.

Mungkin bagi saya dan teman-teman seangkatan di Komunikasi UGM, era kejayaan di kantin dan spot-spot 'gaolgelak' (harus gitu ngomongnya) di kampus udah lewat..
Sekarang waktunya kami berjaya di perpus dan kantor jurusan, sampe nanti dateng waktunya, kami berjaya di Graha Sabha Pramana, dengan (InsyaAllah) menggunakan toga. Amiiiiiiiin! :)

0 comments:

Post a Comment