.SWEET LIKE CANDY, FRESH LIKE MINT, WARM LIKE CHOCOLATE, FUN LIKE COLOUR, VALUABLE LIKE GOLD.


30 January 2012

Pandji Pragiwaksono


Siapa ga tau sama sosok yang akrab disapa Pandji ini?
Semua pasti tau sama dia.
Ya.. sosok dan kicauannya sering muncul di berbagai stasiun televisi, radio, buku dan tentunya twitter bagi kalian yang menjadi twitter addict.

Saya mulai banyak mencari tau mengenai sosoknya sejak awal saya memiliki ide tentang skripsi saya yang membahas mengenai program Provocative Proactive. Pandji merupakan penggagas dan mungkin bisa disebut promotor dari gerakan Provocative Proactive. Saya banyak membaca tulisan-tulisan mengenai dirinya, saya juga membuka blog pribadinya dan membaca isi blog tersebut yang menurut saya, ringan dan berisi. Saya salut dengan sosoknya, pria ini sangat peduli dengan anak muda di Indonesia. Kepeduliannya tersebut mungkin juga didorong dari rasa kecintaan sekaligus juga keprihatinannya terhadap negara Indonesia. Gimana engga? Dari keprihatinan dan kecintaan itu, ia pengen mengajak anak muda buat memajukan Indonesia. Caranya? Ya dengan gerakan Provocative Proactive ini.

Ketika saya bertemu langsung dengannya untuk melakukan wawancara mengenai program ini, kesan pertama yang muncul adalah keramahan. Saya ga bisa bohong, sosoknya ramah banget, low profile, ga pelit sharing dan yang jelas konyol! Hahaha...
Pertemua kedua saya dengannya yang mungkin juga menjadi pertemuan terakhir semakin memperlihatkan betapa ramahnya sosok ini. Yaampun saya salut bangetlah sama dia!

Dan semoga dengan gerakan Provocative Proactive ini, ia bisa mengajak lebih banyak anak muda untuk peduli dengan dunia politik Indonesia. Sesuai dengan visi dan misinya membuat yang tidak tau menjadi tau dan yang tidak peduli menjadi peduli.

ps: thanks for the sharing mas Pandji, so glad to know you :)

ForeverAlone in Big City #8 dan #9

Jakarta - 8th Day and 9th Day

Karna saya udah mulai sering telat memposting curhatan berseri saya yang sebenernya ga bermutu ini, akhirnya saya memutuskan untuk merapel curhatan berseri saya hehe *ngeles mode:on

Dua hari ini saya kayak orang stres di kostan, kerjaannya cuma nungguin buffering rekaman PP, ngerekam, copy ke laptop pas memori kamera abis, rekam lagi, copy lagi, nunggu lagi, rekam lagi, copy lagi dan begitu seterusnya. Saya akui, lama-lama saya bisa gila kalo gitu terus, gimana engga mata saya kecapekan menatap layar laptop terus-terusan, tapi saya paksa biar kerjaan cepet selesai. Belum lagi tangan saya pegel megangin kamera saya, sampe akhirnya seseorang menyarankan saya menggunakan kotak sebagai pengganti tripod kamera biar tangan saya ga pegel.
Kegiatan itu bisa saya lakukan dari awal mata melek sampe mata merem lagi, SEHARIAN! Capek banget sejujurnya, tapi waktu saya ga banyak, makanya saya bener-bener memforsir diri sendiri supaya rekaman itu bisa jadi sebelum ditarik dari websitenya. Sampe-sampe saya lupa makan dan tentunya lupa mandi haha..

Yaaaa.. Saya harus tetap semangat dan tentunya Bismillah untuk besok, lusa dan seterusnya.
Semoga selalu dimudahkan. Amin.
:)

27 January 2012

ForeverAlone in Big City #7

Jakarta - 7th Day

Again. Saya telat memposting tulisan ini, karena kesibukan saya. *caelaaaaaaaaaah!

Kemarin saya resmi mendapatkan surat pembuktian penelitian, lebay sih kalo saya seneng hahaha tapi ada kepuasan tersendiri meskipun sebenernya yaaaa perjalanan masih panjang bos!
Saya begadang seharian, merekan tayangan-tayangan PP via laptop. Mau liat tempat kerja saya selama seminggu ke depan?
tempat kerja dan ngelembur

peralatan kerja dan ngelembur


Nih foto-foto yang mewakilkan kegiatan saya dalam merekam tayangan. Perjuangan, walau keliatannya gampang tapi capeknya ga santai loh..



Saya harus merekam tayangan selama 1 tahun dalam kurun waktu kurang lebih 5 hari sebelum tayangan itu dibumihanguskan.

Bismillah untuk hasil yang lebih baik dari sebelumnya :)

ForeverAlone in Big City #6

Jakarta - 6th Day

Hihihi sebelumnya saya minta maaf karena saya telat hampir 2 hari memposting tulisan yang seharusnya saya tulis kemarin lusa :p Dikarenakana sesuatu dan lain hal saya baru sempat menulisnya sekarang.

Anyway 2 kata untuk 2 hari yang lalu: campu aduk.
Rasanya itu semua perasaan ada di hari itu, kecuali perasaan jatuh cinta dan galau yaa hehe..
Hari itu rasanya, deg-degan, stres, bingung, takut, seneng, sedih, bangga, kagum dan sukses membuat hari saya cerah banget. Saya masih inget persis semua rasa itu. Jadi ceritanya hari itu kegiatan saya full banget, mulai dari siang sampe malem saya ada di metro tv. Saya ada jadwal dengan beberapa narasumber saya, kemudian saya juga mengikuti syuting program PP yang juga merupakan syuting terakhir program itu.

DAN lagi-lagi saya menemukan kenyataan bahwa dunia ini bener-bener sempit. Gimana engga, ternyata salah satu dari tim kreatif PP itu adalah temen SMAnya kakak saya di Palembang! DAMN! Belum lagi ternyata salah satu narasumber saya adalah lulusan UGM, dan ga berenti sampe di situ aja, tak diduga tak dinyana, salah satu anak kostan saya yang baru saya kenal merupakan lulusan S2 Komunikasi UGM! Bener-bener....

Tapi hari itu saya seneng banget, narasumber-narasumber saya baik, mereka ga pelit berbagi ilmu dengan saya. Mereka juga ga segan menceritakan hal-hal yang ada di dalam proses produksi suatu program. Bener-bener mau berbagi informasi dan low profile. Seneng bisa kenal sama orang-orang hebat di dalam Metro.
Belum lagi saya kenal lebih banyak anggota tim Random yang bener-bener random haha.. Saya kagum saya tim random sebagai tim kreatifnya PP, mereka berisikan anak-anak muda yang mau peduli dengan sesamanya. Mereka juga ga sombong dan ramah, yaaa walaupun ada beberapa yang agak songong dikit, but most of all they are really humble. Belum lagi mas Pandji Pragiwaksono sebagai "bos besar" dari tim random yang bener-bener ramah dan ga sombong. Ah, pokoknya senenglah kenal sama mereka semua. Sayangnya kesempatan saya untuk kumpul sama mereka ga ada lagi, karena kemarin adalah syuting terakhir program PP. Tapi itu semua udah berkesan banget buat saya.

Sebenernya sangat disayangkan kenapa program PP harus berenti, jujur aja saya jadi ikutan sedih waktu ikut ngeliat evaluasi tim random pasca syuting. Yaaa... sebagai salah satu anak muda yang juga apatis dengan isu politik di Indonesia, saya merasa beruntung dengan adanya program PP yang membuat saya bisa lebih mengerti isu-isu politik di Indonesia, sesuai dengan visi program tersebut, "membuat yang tidak tau menjadi tau, dan membuat yang tidak peduli menjadi peduli". Harapannya semoga bakalan ada lagi program tv bermutu kayak gini, berani dan ga takut ngeluarin suara anak muda.

Banyak banget ucapan Alhamdulillah deh buat kemarin.
Tapi saya ga boleh terlena, masih banyak tugas yang menunggu saya untuk dikerjain.
Bismillah :)

25 January 2012

ForeverAlone in Big City #5

Jakarta - 5th Day

Hari ini saya mendapatkan (LAGI) kabar buruk dari mba G, dan itu cukup bikin saya jadi kepikiran dan berujung pada stres. Hhhhh.. Belum ada seminggu saya di Jakarta ini, tapi udah ada aja masalah saya untuk mendapatkan apa yang saya butuhkan. Tentu aja ini membuat saya harus lebih kuat lagi dan berjuang lebih keras.
Postingan ini saya tulis jam 03.45 pagi. Iya saya begadang untuk menyelesaikan target saya dalam mengumpulkan 8 rekaman dalam sehari. Padahal besok (kamis) saya ada interview dengan salah satu narasumber saya. Fiuuuuhh.... Saya harus cepet tidur nih..

Keep going praying and still Bismillah.
:)

24 January 2012

ForeverAlone in Big City was Begin

Ups, betapa bodohnya saya!
Saya udah bikin curhatan berseri tentang ForeverAlone in Big City sampai 4 kali, tapi saya belum menjelaskan latar belakang dan maksud dari curhatan ini. Hahaha my bad, sorry all :D

Anyway.. Ceritanya saat ini saya sedang berada di sebuah kota besar di Indonesia untuk memperjuangan masterpiece saya di dunia perkuliahan (baca: skripsi). Dari Jogja saya melanglangbuana ke barat, tepatnya ibukota Jakarta seorang diri untuk mencari data.
Seorang diri. Saya, yang notabene bukan orang Jakarta dan ga pernah ke Jakarta seorang diri, harus menguji dan memaksa nyali saya untuk berhadapan dengan kerasnya kota tersebut. Belum lagi buta arah dan jalanan Jakarta membuat saya jadi lebih takut dan was-was untuk bisa hidup SENDIRIAN di kota itu.
Tapi.. InsyaAllah demi yayang S, saya memberanikan diri. Toh bapak saya juga lumayan sering dinas ke Jakarta, paling engga kan saya ada yang jengukin tiap minggu hehe :p

By the way Any way Bus Way, di Jakarta ini saya ngekost di sebuah kostan di daerah Kebon Jeruk, cukup dekat dengan lokasi penelitian saya, walaupun saya tetap harus melanglangbuana karena menyesuaikan janji dengan narasumber saya. Kostan saya ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap, kecuali satu hal. Cukup krusial menurut saya. TV.
Yap.. kostan saya ini ga menyediakan tv buat anak kostannya, even tv buat umum sekalipun. Jangankan tv buat umum, ruang tamu aja ga ada -.-
Alhasil saya harus berjuang lebih keras lagi hidup tanpa tv. Tapi jangan sedih.. saya udah merampok banyak film dari Jogja buat asupan hiburan saya selama di kostan Jakarta.

Sebelum keberangkatan saya mengarungi bahtera rumah tangga,,,,,,,,,,,,,, eeeeeeeehhhhhhhhh kok malah,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, maksudnya mengarungi perjalanan ke barat, saya berhubungan dengan dua orang informan yang sangat baik hati, mulia, dan ramah bernama mba G dan mas B. Kedua orang ini berasal dari dua tim yang berbeda yang menjadi objek saya. Semoga kedua orang ini tetap bisa membantu saya sampai yayang S selesai dan tidak lupa tentu saja kedua orang ini akan masuk ke halaman persembahan hihihi ;)

Demikianlah latar belakang dan tujuan dari curhatan berseri saya.
BismillahHirahmanNirahhim!

ForeverAlone in Big City #4

Jakarta - 4th Day

Rasa-rasanya hari ini saya resmi dinobatkan menjadi putri babi. Tau kenapa? Bayangkan kerjaan saya hari ini cuma tidur, bangun, makan, tidur lagi, bangun, mandi, makan lagi. Gadis apa kayak gituuuuuu??!!!!
Argh! Saya mulai merasa aura kamar kostan saya ini penuh dengan aura kemalasan, mungkin emang yang namanya kamar, ga di rumah, di kostan Jogja, di kostan Jakarta, semuanya bikin males-malesan. Tapi saya ga bisa terus-terusan kayak gini, setelah mendengar kabar buruk melalui mba G, saya ga boleh males-malesan lagi! Banyak tugas yang harus saya kerjain sebelum deadline di Jakarta selesai.

Wish me luck. And always Bismillah. Semoga Allah selalu memudahkan.
:)

23 January 2012

ForeverAlone in Big City #3

Jakarta - 3rd day.

Alhamdulillah hari ini saya ga useless-useless banget hehe..
Saya mulai ikut rapat tim kreatif PP yang ternyata merupakan rapat terakhir kali. Saya kenal banyak orang baru, dan lagi-lagi saya menemukan kenyataan bahwa dunia ini sempit, kawan. Ga disangka-sangka ternyata salah satu kru dari tim kreatifnya PP ini adalah temen SMA-nya sahabat saya di UGM. God, saya amazing banget! Sesempit itukah dunia, sampe ternyata lingkaran sosial setiap manusia muter di situ-situ aja.

Alhamdulillah banget saya udah bisa memulai interview dengan beberapa narasumber saya, meskipun masih banyak lagi hal yang harus saya lakuin. Demi sang masterpiece, InsyaAllah saya akan dipermudah sama Allah.
Bismillah. Bismillah. Bismillah. And another Bismillah.
Semoga besok dan seterusnya selalu dimudahkan. Amin :)

22 January 2012

ForeverAlone in Big City #2

Jakarta - 2nd Day

Masih sama seperti hari pertama, sepi. Nothing special.
Tapi saya punya satu lagi kenalan anak kostan, yang ternyata juga orang Jogja! Waw dunia semakin sempit, ternyata muter di situ-situ aja.
Saya juga mulai mengenali tempat-tempat di sekitar kostan, minimarket, tempat jual pulsa, tempat makan dan lain-lain. Yah emang bener-bener harus berani di kota sekeras Jakarta.

Besok saya akan bertemu dengan salah satu narasumber saya, tapi sampai detik ini saya belum dapat konfirmasi tentang lokasi dan jamnya. Rasanya deg-degan banget, ga tenang, takut salah, takut ga menguasai pertanyaan, takuuuuut! Yah semoga lancar dan dimudahkan sama Allah. Wish me luck!
Bismillah..

ForeverAlone in Big City #1

Jakarta - Day 1st

Kesan pertama. MAAAAAK SEPI!
Bayangkan, saya tinggal di daerah Jakarta agak pinggiran dikit, ga ada siapa-siapa, sendirian. Kostan juga sepi, ga ada tv, ga ada yang dikenal, jauh mana-mana.
Saya beruntung punya Pram (Laptop Acer Hitam) yang setia menemani kesendirian saya di Jakarta. Saya ga bisa ngebayangin kalo ga ada Pram, saya udah kayak tinggal di goa.

Yah hari pertama tinggal di kostan cukup baiklah, mulai kenal beberapa anak kostan, yang ternyata kebanyakan laki-laki (maklum kostan saya memang campur), mulai kenal juga saya mba-mba penjaga warteg deket kostan yang pasti akan menjadi langganan saya selama sebulan ke depan, mulai berusaha beradaptasi sama situasi kamar kostan yang sungguh sangat sepi. Beneran.

Yah Alhamdulillah Jakarta hari pertama: Not Bad :)
Semoga ke depannya lebih baik.
Bismillah.

15 January 2012

Motivasi yang Memotivasi

Barusan saya, membaca sebuah blog yang bercerita tentang perjalanan dan perjuangan pengerjaan sebuah karya skripsi. Kalian bisa membaca cerita tersebut di sini :)
Cerita tersebut saya temukan di sebuah blog teman yang juga termotivasi setelah membaca tulisan tersebut.
Tulisan itu ditulis oleh seorang kakak angkatan saya di kampus, yang kini telah bekerja di sebuah majalah remaja perempuan di Indonesia.
Jujur.. setelah saya baca, saya termotivasi banget untuk bisa cepet lulus dan mengerjakan skripsi saya.
Tantangan itu pasti ada, kritik pedas sudah jelas akan menghampiri telinga, perjuangan sampai titik darah penghabisan dan airmata juga pasti akan selalu menemani saya dalam pengerjaan skripsi ini.
Tapi saya ga mau nyerah. Saya akan terus berusaha sampai akhirnya saya mendapat gelar S.IP.
God will always give a way to achieve a good thing!

Terima kasih mba Starin untuk tulisan memotivasinya :)

12 January 2012

Randomly

Almost 4 years ago.
And today, 13th January.
I remembering you.
AGAIN.
No reason.
Uninvited.
Unexpected.
Unexplainable.
And actually,
it's sucks!