.SWEET LIKE CANDY, FRESH LIKE MINT, WARM LIKE CHOCOLATE, FUN LIKE COLOUR, VALUABLE LIKE GOLD.


14 April 2009

Pengantar ILmu Komunikasi

MODEL- MODEL KOMUNIKASI

MODEL S-R

Model ini adalah model komunikasi yang paling dasar dari segala model komunikasi, dengan kata lain juga dapat di katakan suatu hubungan stimulus- respons. Model ini dapat juga di katakan sebagai hubungan timbal-balik atau merespon apa yang lawan kata sampaikan. Hubungan tersebut dapat dalam bentuk isyarat nonverbal, gambar- gambar, ataupun kontak fisik dan tindakan yang dapat merangsang seseorang untuk merespon. Sebagai contoh apabila ada seseorang yang memanggil nama anda sambil melambaikan tangannya pada anda, anda akan membalasnya dengan sapaan dan melambaikan tangan anda pada orang tersebut. Hal tersebut merupakan suatu komunikasi S-R. Atau ada seseorang yang menepuk pundak anda sambil menyapa anda dengan kata “hai”, anda juga akan membalasnya dengan kata “hai”, itu juga sudah sebuah contoh model komuikasi S-R. Dengan kata lain suatu hal akan mendapatkan balasan berupa respon secara reflek/ tidak sengaja ataupun secara sengaja. Ringkasnya komunikasi adalah suatu hal yang di anggap statis, yang menganggap manusia selalu berperilaku karena adanya kekuatan atau keinginan dari luar (stimulus), bukan berdasarkan keinginan atau kehendaknya sendiri.

MODEL SHANNON DAN WEAVER

Model ini adalah adalah model yang memiliki pengaruh paling kuat dari model dan teori komunikasi lainnya. Model ini di kemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada 1949. Model Shannon dan Weaver ini lebih menyoroti masalah penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model ini menunjukkan bahwa suatu sumber menciptakan pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran kepada penerima yang mencipta ulang/ mengkaji ulang pesan tersebut. Dengan kata lain, model ini mengartikan bahwa sumber informasi menghasilkan suatu pesan untuk di sampaikan dari seperangkat pesan yang di mungkinkan. Pemancar (transmitter) mengubah pesan menjadi suatu sinyal yang sesuai dengan saluran yang akan di gunakan, lalu saluran (channel) mengirimkan sinyal tersebut ke penerima (receiver). Dalam suatu percakapan, yang menjadi sumber informasinya adalah otak. Lalu penerima (receiver) yakni mekanisme pendengaran melakukan rekonstruksi pesan dari sinyal. Sasarannya (destination) adalah otak orang yang menjadi sasaran pesan tersebut. Suatu hal penting dalam model ini adalah gangguan (noise), gangguan itu dapat dalam bentuk apa saja, seperti interferensi statis atau suatu panggilan telepon, musik hingar bingar atau suara- suara lain yang tidak di harapkan dan mengganggu. Gangguan lainnya juga bisa dalam bentuk gangguan psikologis yang datang dari dalam diri sendiri seperti melamun atau emosi yang tidak stabil.

Konsep lainnya yang merupakan andil Shannon dan Weaver adalah entropi (entropy) dan redundansi (redundancy) serta keseimbangan yang di perlukan di antara keduanya untuk mendapatkan komunikasi yang efisien. Model ini dapat pula di terapkan dalam konteks- konteks komunikasi lainnya seperti komunikasi publik dan komunikasi massa. Hanya saja, model ini juga memberikan gambaran parsial mengenai suatu proses komunikasi.

MODEL BERLO

Model ini di temukan pada tahun 1960 oleh David K. Berlo. Model ini lebih di kenal sebagai model SMCR, yaitu kepanjangan dari Source (sumber), Message (pesan), Channel (saluran) dan Receiver (penerima). Berlo menjelaskan juga, sumber adalah pihak yang menciptakan suatu pesan dalam bentuk apapun. Pesan adalah terjemahan akan sesuatu baik dalam bentuk bahasa ataupun isyarat. Saluran adalah lintasan yang menjadi perantara/ penghubung antara sumber dan penerima dengan kata lain lintasan yang membawa pesan. Lalu penerima adalah pihak yang menjadi objek aatau tujuan komunikasi. Dalam model ini Berlo juga mengenalkan istilah penyandi (encoder) dan penyandi balik (decoder) dalam proses komunikasi. Enkoder berfungsi sebagai menunjukkan maksud dari sumber mengenai pesan yang ingin di berikan kepada penerima. Dalam situasi komunikasi secara langsung atau tatap muka, fungsi penyandian di lakukan melalui suara atau apapun yang dapat di jadikan sumber dan menghasilkan pesan verbal dan nonverbal. Selain itu, penerimapun membutuhkan penyandi yang dapat menerjemahkan pesan yang di terimanya. Penyandi-balik itu adalah perangkat ketrampilan indrawi penerima.

Dalam situasi tatap muka dalam suatu kelompok/ pidato, saluran komunikasinya adalah udara yang menyalurkan dan menyampaikan gelombang suara kepada pendengar. Dalam komunikasi massa, terdapat banyak saluran seperti televisi, radio, surat kabar, buku, majalah dan lain- lain. Dalam model ini, Berlo juga menjelaskan bahwa ada beberapa faktor pribadi yang dapat mempengaruhi proses komunikasi seperti ketrampilan komunikasi, pengetahuan, sistem sosial, dan lingkungan sumber dan penerima. Kemudian pesan yang akan di sampaikan akan di kembangkan terlebih dahulu berdasarkan beberapa elemen yaitu isi, struktur, perlakuan dan kode. Saluran itu sendiri berasal dari panca indera yang ada khususnya indera pendengaran. Salah satu kelebihan dari model Berlo ini adalah model ini tidak di batasi pada komunikasi publik dan komunikasi massa saja, namun juga komunikasi antar pribadi dan berbagai bentuk komunikasi tertulis. Model Berlo ini bersifat heurustik atau merangsang penelitian. Sebagai contoh misalnya anda berperan sebagai pembicara dalam suatu kelompok kecil atau khalayak ramai mungkin anda merasa bahwa status sosial anda dapat mempengaruhi penerima pesan anda.

Jika di bandingkan dengan model Shannon dan Weaver, jelas terdapat perbedaan definisi mengenai penerima atau receiver. Dalam model Berlo, receiver adalah penerima pesan, yaitu orang- orang atau khalayak pembaca, pendengar, penonton. Sedangkan dalam model Shannon dan Weaver, receiver identik dengan decoder yaitu mekanisme pendengaran dalam suatu komunikasi langsung, atau seperangkat penerima pesan, seperti pesawat telepon, radio, dan lain- lain yang menyalurkan pesan dari sumber kepada sasaran dalam komunikasi tidak langsung.

MODEL DeFLEUR

Model ini merupakan suatu model perluasan dari model- model yang sudah ada, khususnya model Shannon dan Weaver, dengan menambahkan perangkat media massa (mass medium device) dan perangkat umpan balik (feedback device). Menurut DeFleur sumber (source), pemancar (transmitter), penerima (receiver), dan sasaran (destination) adalah sebagai fase- fase yang terpisah dari komunikasi massa. Sebagai contoh ketika seseorang berbicara, ia akan memilih kata- kata yang menyatakan makna denotatif dan konotatif lalu merumuskan makna tersebut ke dalam suatu pesan dan kemudian mengucapkannya secara verbal atau menuliskannya sedemikian rupa sehingga berubah menjadi sesuatu yang dapat di dengar atau di lihat yang dapat di artikan sebagai rangsangan oleh khalayak ramai.

Fungsi receiver dalam model ini adalah menerima informasi dan menyandi balik suatu fisik informasi menjadi suatu pesan. Dalam percakapan secar langsung atau tatap muka, receiver lebih cenderung kepada alat pendengaran manusia yang menerima getaran udara dan mengubahnya menjadi suatu rangsangan saraf, sehingga dapat berubah menjadi suatu simbol verbal yang dapat di kenal. Menurut DeFleur, komunikasi bukanlah pemindahan suatu makna melainkan komunikasi terjadi melalui suatu operasi seperangkat komponen dalam suatu sistem teoritis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme di antara respons internal (makna) terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima.

3 comments:

si_abnormal said...

asem..nih blog ato catetan kuliah nih?

syem said...

tank's cantik....
gw px tugas resum model-model komunikasi....
mo minta sarannya ne.....
model komunikasi apa yang pantas buat dikaitkan dengan komunikasi politik yang terjadi dalam suatu forum dialog di TV dan di tonton orang banyak...
contohnya ne...
dialog politik yang dalam prakteknya melibatkan dua orang (diadik) yaitu: prisenter news dengan seorang narasumber politik.
dari dua orang itu, mana yang lebih pas disebut komunikator?
isi komunikasi dalam forum itu tentang rakyat memilih, dan tentunya tujuan atau sebut saja sasaran dari komunikasi dalam forum itu untuk mempengaruhi rakyat agar memilih prpol tertentu...
jadi yang bikin saya bingung untuk menganalisis dialog tersebut bila dikaitkan dengan komunikasi antar personal adalah bagaimana menentukan model komunikasi yang diterapkan, kalau kita gabungkan antara prisenter, narasumber, dan juga pemirsa TV dalam satu proses komunikasi antar personal?
apa ada kemungkinan membuat hipotesa sendiri untuk menggabungkan model komunikasi yang bersifat sirkuler dan linier?? kalaupun bisa, bagaimana bentuknya??

oh....yach...
salam kenal..
I syem
http://www.belajar-untuk-bisa.blogspot.com

Annisa said...

waduh,..gi catat tugas ya????

Post a Comment