3T: Tekan, Tonton, Tulis
Caranya gampang, tinggal tekan link-nya, tonton filmnya dan tulis saran/kritik/pujian/pendapat kalian!!
Terima kasih sebelum dan sesudahnya! :)
.SWEET LIKE CANDY, FRESH LIKE MINT, WARM LIKE CHOCOLATE, FUN LIKE COLOUR, VALUABLE LIKE GOLD.
25 July 2012
Too much to tell..
Di sini, aku terduduk.
Melihat sederet foto dengan berbagai cerita dan kenangan di baliknya.
Melihat tawa, ceria, bahagia, kebersamaan di setiap wajahnya.
Terlalu indah untuk menghapusnya.
Terlalu berharga untuk membuangnya.
Aku menarik senyum simpulku.
Teringat betapa indahnya masa itu.
Menangis aku mengingatnya.
Betapa waktu berjalan begitu cepat.
Aku kehilangan masa itu.
Tapi aku bersyukur.
Tidak pernah sedikit pun aku melewatkan kebahagian di masa itu.
Aku termenung.
Jika aku bisa memutar waktu,
aku ingin merasakannya lagi.
Merasakan yang pernah terjadi.
Merasakan perasaan yang mungkin,
belum tentu bisa aku rasakan dengan orang lain.
Aku.. begitu menghargai kebersamaan yang pernah ada.
Bahkan melupakannya pun aku tak mampu.
Betapa berartinya memori itu.
Teringat aku akan sebuah kalimat.
Setiap orang berubah,
tetapi tidak dengan foto dan memori.
Aku percaya, bahwa setiap memori indah itu akan abadi.
Tidak perduli dengan siapa memori itu terjadi.
Aku merasakan keindahannya.
Aku tak rela melepaskannya.
Bahkan melupakannya pun aku tak sanggup.
Banyak melodi mengingatkanku.
Akan arti sebuah kebersamaan.
Akan arti sebuah tawa.
Akan arti sebuah kebahagiaan.
Akan arti sebuah kenyamanan.
Akan arti sebuah keyakinan diri.
Setidaknya, aku bisa menjadi diriku sendiri.
Aku mencintaimu.
Sungguh.
Aku mencintai semuanya.
Kenangan, memori, cerita, pengalaman bahkan setiap detik sebuah kejadian.
Aku beruntung memilikinya.
Beruntung pernah merasakannya
Memiliki dan merasakan arti suatu kebersamaan.
Bersama kalian semuanya.
Sahabat.





Melihat sederet foto dengan berbagai cerita dan kenangan di baliknya.
Melihat tawa, ceria, bahagia, kebersamaan di setiap wajahnya.
Terlalu indah untuk menghapusnya.
Terlalu berharga untuk membuangnya.
Aku menarik senyum simpulku.
Teringat betapa indahnya masa itu.
Menangis aku mengingatnya.
Betapa waktu berjalan begitu cepat.
Aku kehilangan masa itu.
Tapi aku bersyukur.
Tidak pernah sedikit pun aku melewatkan kebahagian di masa itu.
Aku termenung.
Jika aku bisa memutar waktu,
aku ingin merasakannya lagi.
Merasakan yang pernah terjadi.
Merasakan perasaan yang mungkin,
belum tentu bisa aku rasakan dengan orang lain.
Aku.. begitu menghargai kebersamaan yang pernah ada.
Bahkan melupakannya pun aku tak mampu.
Betapa berartinya memori itu.
Teringat aku akan sebuah kalimat.
Setiap orang berubah,
tetapi tidak dengan foto dan memori.
Aku percaya, bahwa setiap memori indah itu akan abadi.
Tidak perduli dengan siapa memori itu terjadi.
Aku merasakan keindahannya.
Aku tak rela melepaskannya.
Bahkan melupakannya pun aku tak sanggup.
Banyak melodi mengingatkanku.
Akan arti sebuah kebersamaan.
Akan arti sebuah tawa.
Akan arti sebuah kebahagiaan.
Akan arti sebuah kenyamanan.
Akan arti sebuah keyakinan diri.
Setidaknya, aku bisa menjadi diriku sendiri.
Aku mencintaimu.
Sungguh.
Aku mencintai semuanya.
Kenangan, memori, cerita, pengalaman bahkan setiap detik sebuah kejadian.
Aku beruntung memilikinya.
Beruntung pernah merasakannya
Memiliki dan merasakan arti suatu kebersamaan.
Bersama kalian semuanya.
Sahabat.


repost: (500) Days of Summer
Ceritanya abis buka blog ini ... Terus pengen posting juga hihihi..
Rasanya kayak 'gyuuuut' moment. Hahaha apaan sih.. Pokoknya gitu deh ya..
Rasanya kayak 'gyuuuut' moment. Hahaha apaan sih.. Pokoknya gitu deh ya..
- People change. Feelings change. It
doesn't mean that the love once shared wasn't true and real. It simply
just means that sometimes when people grow, they grow apart. -
21 July 2012
Call "it" what?
Call it, we have sensitivity instinct. I don't know. Just want to make sure that it isn't. Or maybe........ it is.
11 June 2012
Lucky Me :)
11 Juni 2012, the BIG day
Finally the big day was over..
Iya.. 11 Juni 2012 akan menjadi salah satu hari bersejarah buat saya..
Hari yang ditunggu-tunggu sekaligus ditakuti oleh saya..
PENDADARAN.
Akhirnya masa itu datang dan cukup menghantui hari-hari saya menjelang pertemuan saya dengan ketiga penguji pendadaran saya.
Cukup lama saya memeras otak demi sebuah karya besar yang menjadi syarat utama kelulusan kuliah saya. Skripsi. Nama itu menghantui saya selama kurang lebih 6 bulan. Sejak pertemuan awal saya dengannya, saya mengalami banyak sekali naik turun kehidupan akademis, dari pertengkaran saya dengan ibu saya yang menyuruh saya untuk mencari judul lain (dikira cari judul segampang cari pacar? cari pacar mah gampang, nah cari pacar yang sesuai sama hati kita ini yang susah), belom lagi objek penelitian saya yang sedikit mengalami kendala di tengah-tengah, pasang surut semangat dan mood, sampai pengorbanan banyak hal lainnya. Semua saya jalanin, ga lain dan ga bukan untuk mereka, orang tua saya. The one and only motivation.
Sampai akhirnya datanglah masa dimana saya harus bisa mempertanggungjawabkan tugas akhir saya dalam satu waktu bernama pendadaran. Istilahnya saya harus melalui 1 jam dengan sangat baik dan percaya diri demi masa depan saya. Alhamdulillah saya dibimbing oleh seorang dosen yang kece nan oke, saya menyebutnya pipi, bukan papa, ayah, daddy, bapak, tapi pipi.. biar unyu kayak aurel manggil anang :p
Pipi didampingi oleh dua dosen penguji yang.......................... hmmmmmmmm................... gimana ya saya harus menyebutnya................ hmmmmmmmmmmmm.............. ya pokoknya begitulah.
Seminggu sebelum pendadaran, saya masih merasa biasa aja. Deg-degan sih, tapi masih dalam kategori wajar. H-2 saya baru mulai was-was. H-1 ah udahlah mau ngapa-ngapain juga ga tenang, tidur ga bisa, makan ga nafsu, udah mulai kerasa mual, hati dag dig dug. Nah di hari H, semua perasaan campur aduk! Deg-degan, stres, grogi, mual, mules, seneng, excited, takut, semua jadi perpaduan rasa yang unexplainable. Ga bisa dijelasin dengan kata-kata.
H-45menit, datanglah saya ke kampus. Udah ada beberapa teman saya di kampus, yang datang untuk mendukung saya. Seneng banget rasanya. Tapi tetap.. saya ga bisa menutupi rasa grogi saya.
Dan.. sampailah saya di waktu penentuan. Bisa atau ga bisa, siap atau ga siap, berani atau ga berani, yakin atau ga yakin, saya HARUS bisa, siap, berani dan yakin menghadapi ketiga dosen saya yang udah duduk di depan saya.
Presentasi dimulai.
Slide 1: aman.
Slide 2: aman.
Slide 3: aman.
Slide 4: ..........
"eh bentar, itu Zhondang Pan Kosicki apaan?" salah satu dosen penguji saya memotong.
MAMPUS! "Oh.. itu teknik analisis datanya mas"
"Oh oke, lanjutkan"
FIUUUUH.......
Slide 5: aman.
Slide 6: aman.
Slide 7: aman.
Slide 8: aman.
Slide 9: aman.
Slide 10: aman.
Slide 11: aman.
Slide 12: aman.
Slide 13: aman.
Slide 14: .........
"tunggu..tunggu.. itu poin yang pertama maksudnya apa???" dosen penguji yang sama lagi-lagi memotong.
GLEK! "oh itu maksudnya bla.. bla.. bla.." saya menjelaskan.
"berarti kalimatnya bukan gitu.. itu jadinya menimbulkan interpretasi yang beda"
"oh iya mas"
FIUUUUUUUH.... (udah panik aja saya)
Presentasi selesai, tanya jawab pun dimulai. Sebisa mungkin saya jawab pertanyaan-pertanyaan dari para dosen yang budiman tersebut dengan baik. Rasanya perasaan dag dig dug yang sebelumnya luar biasa menghentak di dada saya berangsur-angsur menurunkan intensitas dag dig dug-nya sampai akhirnya... berhenti. (loh? kok? mati dong karlaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!) Astaghfirlaaaah.. engga engga saya becanda. Akhirnya detak jantung saya mulai sedikit normal dan tenang.
Ntah harus merasa beruntung apa gimana saya mendapatkan 2 penguji tersebut, yang 1 amat sangat pengertian dengan groginya saya, yang 1 lagi bantai abis! Hahaha.. tapi gapapalah, kalo dua-duanya pengertian kan, ga menantang *tsaaaah.. Tapi kalo dapet yang dua-duanya bantai abis juga 'let me die' aja deh..
Setelah pertempuran hampir 40 menit di dalam ruangan, saya pun keluar untuk menunggu hasil akhir, lulus atau engganya. Keluar dari ruangan, saya langsung diserbu oleh teman-teman yang sangat setia nungguin saya diuji. Saya langsung dipeluk erat banget. Saya senang mereka begitu mendukung saya :')
Ga sampe 5 menit, saya dipanggil lagi ke dalam ruangan. Dag dig dug pun dimulai lagi, sampai akhirnya pipi berujar, "Iya kamu lulus, artinya tidak harus ujian lagi. Tapi kami belum memberikan nilai, revisi dulu yang baik, kalo ingin mendapatkan nilai yang maksimal, revisilah dengan maksimal juga", pipi senyum.
DEG! Senyum saya langsung lebar saat itu juga. Rasanya seneeeeeeeeeeng banget! Satu kewajiban saya sudah terlaksana. Meskipun saya masih harus revisi, tapi kata "LULUS" yang terucap dari pipi sangat membuat saya plong.
Akhirnya, pendadaran selesai. Ketiga dosen pun keluar ruangan. Teman-teman saya langsung berhamburan masuk dan memeluk saya lagi. Senang rasanya punya teman-teman seperti mereka. Titik, Komedian, Komunikasi 2008, semuanya. Saya beruntung punya mereka, yang selalu mendukung saya.
Bahagia tak terkira adalah ketika mendengar kalimat bahagia yang meluncur dari bibir ibu dan bapak saya. Akhirnya impian mereka terwujud. Mereka berdua adalah motivasi saya. Kalo saya lagi ga semangat atau ga mood ngerjain skripsi, mereka yang selalu jadi pemacu saya buat ga males. Seneng banget bisa ngebuat mereka bangga. At least.. dengan kata-kata "LULUS".
Terakhir, saya harus mendorong semangat saya lagi buat ngerjain revisian. Semoga bisa cepat selesai dan memuaskan. Amin.. :)
ps: Thank you and Goodluck Komunikasi 2008! Semangat skripsi! :D
Iya.. 11 Juni 2012 akan menjadi salah satu hari bersejarah buat saya..
Hari yang ditunggu-tunggu sekaligus ditakuti oleh saya..
PENDADARAN.
Akhirnya masa itu datang dan cukup menghantui hari-hari saya menjelang pertemuan saya dengan ketiga penguji pendadaran saya.
Cukup lama saya memeras otak demi sebuah karya besar yang menjadi syarat utama kelulusan kuliah saya. Skripsi. Nama itu menghantui saya selama kurang lebih 6 bulan. Sejak pertemuan awal saya dengannya, saya mengalami banyak sekali naik turun kehidupan akademis, dari pertengkaran saya dengan ibu saya yang menyuruh saya untuk mencari judul lain (dikira cari judul segampang cari pacar? cari pacar mah gampang, nah cari pacar yang sesuai sama hati kita ini yang susah), belom lagi objek penelitian saya yang sedikit mengalami kendala di tengah-tengah, pasang surut semangat dan mood, sampai pengorbanan banyak hal lainnya. Semua saya jalanin, ga lain dan ga bukan untuk mereka, orang tua saya. The one and only motivation.
Sampai akhirnya datanglah masa dimana saya harus bisa mempertanggungjawabkan tugas akhir saya dalam satu waktu bernama pendadaran. Istilahnya saya harus melalui 1 jam dengan sangat baik dan percaya diri demi masa depan saya. Alhamdulillah saya dibimbing oleh seorang dosen yang kece nan oke, saya menyebutnya pipi, bukan papa, ayah, daddy, bapak, tapi pipi.. biar unyu kayak aurel manggil anang :p
Pipi didampingi oleh dua dosen penguji yang.......................... hmmmmmmmm................... gimana ya saya harus menyebutnya................ hmmmmmmmmmmmm.............. ya pokoknya begitulah.
Seminggu sebelum pendadaran, saya masih merasa biasa aja. Deg-degan sih, tapi masih dalam kategori wajar. H-2 saya baru mulai was-was. H-1 ah udahlah mau ngapa-ngapain juga ga tenang, tidur ga bisa, makan ga nafsu, udah mulai kerasa mual, hati dag dig dug. Nah di hari H, semua perasaan campur aduk! Deg-degan, stres, grogi, mual, mules, seneng, excited, takut, semua jadi perpaduan rasa yang unexplainable. Ga bisa dijelasin dengan kata-kata.
H-45menit, datanglah saya ke kampus. Udah ada beberapa teman saya di kampus, yang datang untuk mendukung saya. Seneng banget rasanya. Tapi tetap.. saya ga bisa menutupi rasa grogi saya.
Dan.. sampailah saya di waktu penentuan. Bisa atau ga bisa, siap atau ga siap, berani atau ga berani, yakin atau ga yakin, saya HARUS bisa, siap, berani dan yakin menghadapi ketiga dosen saya yang udah duduk di depan saya.
Presentasi dimulai.
Slide 1: aman.
Slide 2: aman.
Slide 3: aman.
Slide 4: ..........
"eh bentar, itu Zhondang Pan Kosicki apaan?" salah satu dosen penguji saya memotong.
MAMPUS! "Oh.. itu teknik analisis datanya mas"
"Oh oke, lanjutkan"
FIUUUUH.......
Slide 5: aman.
Slide 6: aman.
Slide 7: aman.
Slide 8: aman.
Slide 9: aman.
Slide 10: aman.
Slide 11: aman.
Slide 12: aman.
Slide 13: aman.
Slide 14: .........
"tunggu..tunggu.. itu poin yang pertama maksudnya apa???" dosen penguji yang sama lagi-lagi memotong.
GLEK! "oh itu maksudnya bla.. bla.. bla.." saya menjelaskan.
"berarti kalimatnya bukan gitu.. itu jadinya menimbulkan interpretasi yang beda"
"oh iya mas"
FIUUUUUUUH.... (udah panik aja saya)
Presentasi selesai, tanya jawab pun dimulai. Sebisa mungkin saya jawab pertanyaan-pertanyaan dari para dosen yang budiman tersebut dengan baik. Rasanya perasaan dag dig dug yang sebelumnya luar biasa menghentak di dada saya berangsur-angsur menurunkan intensitas dag dig dug-nya sampai akhirnya... berhenti. (loh? kok? mati dong karlaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!) Astaghfirlaaaah.. engga engga saya becanda. Akhirnya detak jantung saya mulai sedikit normal dan tenang.
Ntah harus merasa beruntung apa gimana saya mendapatkan 2 penguji tersebut, yang 1 amat sangat pengertian dengan groginya saya, yang 1 lagi bantai abis! Hahaha.. tapi gapapalah, kalo dua-duanya pengertian kan, ga menantang *tsaaaah.. Tapi kalo dapet yang dua-duanya bantai abis juga 'let me die' aja deh..
Setelah pertempuran hampir 40 menit di dalam ruangan, saya pun keluar untuk menunggu hasil akhir, lulus atau engganya. Keluar dari ruangan, saya langsung diserbu oleh teman-teman yang sangat setia nungguin saya diuji. Saya langsung dipeluk erat banget. Saya senang mereka begitu mendukung saya :')
Ga sampe 5 menit, saya dipanggil lagi ke dalam ruangan. Dag dig dug pun dimulai lagi, sampai akhirnya pipi berujar, "Iya kamu lulus, artinya tidak harus ujian lagi. Tapi kami belum memberikan nilai, revisi dulu yang baik, kalo ingin mendapatkan nilai yang maksimal, revisilah dengan maksimal juga", pipi senyum.
DEG! Senyum saya langsung lebar saat itu juga. Rasanya seneeeeeeeeeeng banget! Satu kewajiban saya sudah terlaksana. Meskipun saya masih harus revisi, tapi kata "LULUS" yang terucap dari pipi sangat membuat saya plong.
Akhirnya, pendadaran selesai. Ketiga dosen pun keluar ruangan. Teman-teman saya langsung berhamburan masuk dan memeluk saya lagi. Senang rasanya punya teman-teman seperti mereka. Titik, Komedian, Komunikasi 2008, semuanya. Saya beruntung punya mereka, yang selalu mendukung saya.
Bahagia tak terkira adalah ketika mendengar kalimat bahagia yang meluncur dari bibir ibu dan bapak saya. Akhirnya impian mereka terwujud. Mereka berdua adalah motivasi saya. Kalo saya lagi ga semangat atau ga mood ngerjain skripsi, mereka yang selalu jadi pemacu saya buat ga males. Seneng banget bisa ngebuat mereka bangga. At least.. dengan kata-kata "LULUS".
Terakhir, saya harus mendorong semangat saya lagi buat ngerjain revisian. Semoga bisa cepat selesai dan memuaskan. Amin.. :)
ps: Thank you and Goodluck Komunikasi 2008! Semangat skripsi! :D
31 May 2012
Hati Rasa Musik
#31haringetikdiblog
Wah ga kerasa udah mencapai hari terakhir gerakan #31haringetikdiblog. Yaaa walaupun bolong 10 hari, lumayanlah 50.000-nya tetep masuk kantong sendiri hahaha..
Meskipun gerakannya bikin-bikin sendiri, ngarang-ngarang sendiri, nulis-nulis sendiri, tapi tetep aja bangga loh bisa menunaikan amanah dari diri sendiri hihihi..
Semoga taun depan #31haringetikdiblog ini masih eksis di blog saya dan ga kalah dari gerakan super eksis #31harimenulis :D
Anyway, di postingan ini, saya pengen membicarakan tentang musik.
Bukan tentang tangga nada lagu, kunci-kunci memainkan sebuah lagu atau cara mengarang lagu. Melainkan tentang makna dari sebuah alunan lagu. Makna yang menciptakan suasana. Suasanan apapun itu, senang, sedih, haru, bangga, marah, rindu sampai galau.
Iya.. betapa sebuah musik ini secara sadar ataupun ga sadar bisa memainkan perasaan dan emosi seseorang, ga cuma buat penyanyinya melainkan untuk orang yang mendengarkan.
Saya sendiri termasuk salah satu penikmat musik. Saya senang mendengarkan musik sesuai dengan mood saya. Musik, juga bisa mengantarkan mood saya ke titik paling rendah sampai titik paling tinggi. Ketika mood lagi jelek, saya bisa menaikkan sedikit mood saya dengan mendengarkan lagu-lagu yang bisa bikin kepala dan badan gerak alias joget. Tapi ga jarang juga, ketika saya lagi seneng, terus tiba-tiba keputer lagu mellow yang bikin sedih, saya jadi kebawa galau, apalagi kalo lagunya menyimpan memori. Beeh udah deh selesai!
Demikian juga halnya dengan lirik lagu. Lirik lagu ini memberikan efek paling besar bagi banyak orang, termasuk saya. Makna akan lirik lagu itu ga jarang mewakilkan perasaan atau apapun yang orang rasakan, tanpa bisa diungkapkan. Mau seneng, sedih, marah, kangen, galau, semua perasaan. Apalagi kalo lagi kangen sama orang, terus muterin lagu yang liriknya sendu-sendu kangen ga tersampaikan gitu, aaaahh..... udah minum baygon aja deh.. Lain halnya kalo hati lagi berbunga-bunga, terus dengerin lagu yang liriknya sesuai sama perasaan, bisa bikin mood naik banget.
Nah.. saya tipe orang yang kalo lagi suka sama satu lagu, maka saya akan dengerin lagu itu sampe beratus-ratus bahkan beribu-ribu kali, sampe saya bosen sendiri. Selain makna lirik yang diresapi dan membawa suasana hati, musik pengiring lirik itu sendiri juga memiliki andil yang lumayan besar. Misalnya lagi sedih, terus dengerin lagu yang liriknya juga sedih dengan alunan musik yang mellow, bawaannya jadi gimanaaaaa gitu....
Ga heran kalo saya sering terbawa suasana juga dengan mendengarkan musik dan meresapi makna liriknya. Mungkin ga cuma saya, semua orang pasti merasakannya..
Itu dia hebatnya musik. Selain untuk didengarkan, juga bisa untuk diresapi dan dirasakan, seolah musik itu adalah hati yang kita sembunyikan tanpa bisa diungkapkan.
Wah ga kerasa udah mencapai hari terakhir gerakan #31haringetikdiblog. Yaaa walaupun bolong 10 hari, lumayanlah 50.000-nya tetep masuk kantong sendiri hahaha..
Meskipun gerakannya bikin-bikin sendiri, ngarang-ngarang sendiri, nulis-nulis sendiri, tapi tetep aja bangga loh bisa menunaikan amanah dari diri sendiri hihihi..
Semoga taun depan #31haringetikdiblog ini masih eksis di blog saya dan ga kalah dari gerakan super eksis #31harimenulis :D
Anyway, di postingan ini, saya pengen membicarakan tentang musik.
Bukan tentang tangga nada lagu, kunci-kunci memainkan sebuah lagu atau cara mengarang lagu. Melainkan tentang makna dari sebuah alunan lagu. Makna yang menciptakan suasana. Suasanan apapun itu, senang, sedih, haru, bangga, marah, rindu sampai galau.
Iya.. betapa sebuah musik ini secara sadar ataupun ga sadar bisa memainkan perasaan dan emosi seseorang, ga cuma buat penyanyinya melainkan untuk orang yang mendengarkan.
Saya sendiri termasuk salah satu penikmat musik. Saya senang mendengarkan musik sesuai dengan mood saya. Musik, juga bisa mengantarkan mood saya ke titik paling rendah sampai titik paling tinggi. Ketika mood lagi jelek, saya bisa menaikkan sedikit mood saya dengan mendengarkan lagu-lagu yang bisa bikin kepala dan badan gerak alias joget. Tapi ga jarang juga, ketika saya lagi seneng, terus tiba-tiba keputer lagu mellow yang bikin sedih, saya jadi kebawa galau, apalagi kalo lagunya menyimpan memori. Beeh udah deh selesai!
Demikian juga halnya dengan lirik lagu. Lirik lagu ini memberikan efek paling besar bagi banyak orang, termasuk saya. Makna akan lirik lagu itu ga jarang mewakilkan perasaan atau apapun yang orang rasakan, tanpa bisa diungkapkan. Mau seneng, sedih, marah, kangen, galau, semua perasaan. Apalagi kalo lagi kangen sama orang, terus muterin lagu yang liriknya sendu-sendu kangen ga tersampaikan gitu, aaaahh..... udah minum baygon aja deh.. Lain halnya kalo hati lagi berbunga-bunga, terus dengerin lagu yang liriknya sesuai sama perasaan, bisa bikin mood naik banget.
Nah.. saya tipe orang yang kalo lagi suka sama satu lagu, maka saya akan dengerin lagu itu sampe beratus-ratus bahkan beribu-ribu kali, sampe saya bosen sendiri. Selain makna lirik yang diresapi dan membawa suasana hati, musik pengiring lirik itu sendiri juga memiliki andil yang lumayan besar. Misalnya lagi sedih, terus dengerin lagu yang liriknya juga sedih dengan alunan musik yang mellow, bawaannya jadi gimanaaaaa gitu....
Ga heran kalo saya sering terbawa suasana juga dengan mendengarkan musik dan meresapi makna liriknya. Mungkin ga cuma saya, semua orang pasti merasakannya..
Itu dia hebatnya musik. Selain untuk didengarkan, juga bisa untuk diresapi dan dirasakan, seolah musik itu adalah hati yang kita sembunyikan tanpa bisa diungkapkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)



