.SWEET LIKE CANDY, FRESH LIKE MINT, WARM LIKE CHOCOLATE, FUN LIKE COLOUR, VALUABLE LIKE GOLD.


Showing posts with label sharing. Show all posts
Showing posts with label sharing. Show all posts

24 November 2018

Life-couster!

Finally after almost 4 years, I'm back to this blog. Hahaahahahaha...
Agak awkward juga balik buka laptop dan nulis lagi. Nulisnya pun ga tau mau nulis apaan. But I definitely miss writing just to update about my life, my thought, and anything.

Well.. life is changing. Totally changing. Thanks God I didn't stuck in one age number. I'm getting older since the last time I opened this blog. New age, new status, new job, new experience and another new 'life-couster'.

First..
I'm married. Yup saya uda nikah dong hahaha uda punya suami, uda jadi nyonya and you name it. Uda ga sebebas dulu, saya terikat sama satu komitmen yang  (InshaAllah) dibawa sampe mati. And that's good, I'm happy.
New job? Yup pekerjaan baru saya adalah IBU RUMAH TANGGA :DDDD
Housewife and I'm proud! Karna sejujurnya itu cita-cita saya sesungguhnya dari awal saya kuliah hahaha... Kuliah tinggi di kampus keren dan jurusan kece cuma mau jadi ibu rumah tangga kar???
Iya.

Pengalaman baru? BUANYAK! Salah satu yang paling berkesan adalah MELAHIRKAN!
Yeeessss selain jadi istri, sekarang saya udah jadi ibu dari satu anak perempuan lucu yang luar biasa ngangenin. Dan kerjaan utama saya sebagai ibu rumah tangga selain ngurus suami adalah merawat anak saya. Sendirian.
Capek? Banget.
Jenuh? Udah pasti.
Kangen kerja? Sometimes.
Pengen balik kerja? Engga!
Hahahahaha..
I'm beyond happy with my new life. Walau ga munafik sebagai perempuan normal kadang saya suka ngerasa terjebak sama kehidupan baru saya, tapi saya happy dan itu cukup. Buat apa hidup cuma ngejar nafsu doang tapi ga happy? Jadinya malah 'kosong'.

Banyak yang berubah setelah sketsa hidup ini dijalanin sampai sekarang. Positif dan tentu aja negatif. Punya suami dan anak bikin saya makin menghargai hidup, menghargai keluarga terutama orang tua, menghargai waktu, menghargai hal-hal kecil yang selalu saya abaikan di masa single, ups not single, the right word is unmarried-person. Saya akhirnya bisa mulai ngerti tentang definisi tujuan hidup yang sesungguhnya, tentang prioritas dan gimana skala kebutuhan manusia terutama diri saya sendiri.

Satu hal yang bener-bener bikin hidup saya berubah adalah anak. Manusia ciptaan-Nya yang luar biasa tumbuh berkembang di perut saya selama 38 minggu, keluar dari tubuh saya dengan segala pengorbanan yang saya pertaruhkan, tumbuh berkembang tanpa ada yang terlewat dari pengamatan saya. Perasaan yang tumbuh sama makhluk kecil ini sangat luar biasa, saya ga bisa jelasin. Tapi akhirnya saya tau perasaan ibu saya ke saya dari saya kecil sampe detik ini. That's a mother's feeling, unexplainable, unconditionally. Bahkan ibu saya masih suka nangis kalo di mata beliau saya lagi "susah" karna ngerawat rumah tangga saya sendiri tanpa ART dan nanny, padahal saya ga kenapa-kenapa. Yup sesayang itu ibu saya sama anaknya.

This is my 'life-couster'. Everything changed. But I love it.
Enough for tonight.
Semoga besok-besok bisa balik lagi ke blog hahaha...





01 February 2015

First Post, First Krik

Haloooooo bloggie bloggie... I'm baaaack after a long rest time of writing.

So this is my first post in 2015.

2014 adalah tahun yang sangat dinamis, menemukan banyak hal baru yang pastinya menjadi resolusi di tahun itu. Walaupun ga semua berjalan dengan mulus, paling engga selalu ada hal yang bisa disyukuri di setiap perjalanannya. Alhamdulillah.
Dan sekarang.. mari kita hadapi 2015 dengan semangat yang baru, dengan hal yang bisa menjadi pelajaran dan bisa bermanfaat untuk ke depannya. Dan pastinya dengan resolusi baru yang ga kalah menantang dari tahun sebelumnya, karena tahun ini banyak keputusan besar yang perlu diambil dan memberikan dampak untuk seumur hidup. Guess what? Silahkan tebak sendiri hahahaha...

Jadi... di postingan terakhir saya tentang farewell di kantor lama. Saya sempat berhutang janji dengan beberapa pembaca kalau saya akan menceritakan tentang dunia baru saya selepas dari TV Rajawali.
Baiklah... Kalau dulu saya adalah tim Rajawali, sekarang saya adalah tim Merah. Yess, I'm the Red Team now. Saya bergabung di sebuah perusahaan telekomunikasi plat Merah yang (katanya) Indonesia banget. Cieh nasionalisme ni yeee.. *kibar bendera merah putih* INDONESIA RAYA MERDEKA MERDEKA TANAHKU NEGERIKU YANG KUCINTAAAAAA~ *abaikan suara fals saya*

Back to the topic, nama programnya adalah GPTP. Eh bukan program TV loh ya, ntar nunggu-nunggu program GPTP di TV sampe lebaran kuda nil juga ga bakalan ada. Eh tapi bisa jadi ada deng, Galau Pun Tak Papa. BUKAN. GPTP di sini adalah Great People Trainee Program, salah satu program dari perusahaan merah untuk karyawan baru. Dan ceritanya angkatan saya ini adalah first batch gitu deh. Horeeeeee tanjidoran!! *krik
So di program ini saya 'diplonco' (pake tanda kutip loh ya) untuk jadi karyawan yang okeh dan keceh pastinya. Ga cuma dari luarnya doang, tapi dari dalemnya juga. Cieh. Saya dididik selama 6 bulan, dan selama 6 bulan itu saya dapet banyaaaaaaaaaaaaaaak banget pengalaman, kenal orang baru, ilmu baru dan pasti jalan-jalan gratis plus dikasih duit HOHOHO. Gimana ga jalan-jalan, dalam 6 bulan aja saya bisa lompat dari 1 kota ke kota lain, Bogor - Jakarta- Semarang - Bali - Balikpapan - Bandung - Makassar sebagai pelabuhan terakhir (untuk sementara waktu). Terima kasih Merah, sungguh menyenangkan bisa belajar sambil jalan-jalan gratis :D

Walaupun di awal perjalanan ada krucuk-krucuk yang lumayan mengganggu konsentrasi, tapi Alhamdulillah dengan sekali FUH lenyap ditelan buaya. Plus ditambah adegan masuk rumah sakit di tengah perjalanan gara-gara kecapekan, tapi Alhamdulillah dengan sekali HAP penyakit lenyap ditelan infus. Walaupun di ending perjalanan sempet shock gara-gara SK penempatan, tapi Alhamdulillah dengan berkali-kali mengucap BISMILLAHIRAHMANIRAHIM muncullah semangat untuk mengaruhi bahtera rumah tangga, eeeeehh............. salah bahtera kehidupan baru sebagai anak rantau Sulawesi maksudnya. Sulawesi men Sulawesi! Yes tantangan baru hidup lebih jauh dari keluarga. Untunglah mereka support saya untuk ga manja (walau pada kenyataannya dikit-dikit balik, tekor juga sih), tapi mungkin Allah punya maksud nyuruh saya buat lebih mandiri.

DAN di sinilah sebenernya the trully most uncomfortable zone in my life. Mau tau cerita selanjutnya? Penasaran? Masa? Yakin? Penasaran apa Kepo? Oh Kepo.. Yauda deh. Jangan kemana-mana, tetap di Blokarium! :3 *dadah dadah*


12 April 2014

RCTI - 'House' of Beginning of My Life

RCTI.
Siapa sih yang ga kenal sama stasiun televisi nasional yang bergengsi ini? Stasiun televisi yang notabene udah mengudara hampir seperempat abad dan terus berjaya dengan berbagai program-program yang terus diproduksi. Berbagai ide kreatif mengalir untuk terus menciptakan sesuatu yang inovatif.
Suatu kebanggaan bagi saya menjadi bagian 'keluarga' di dalamnya, menjadi satu dari sekian banyak orang yang mungkin belum beruntung nasibnya untuk bergabung di stasiun televisi ini. Saya jadi inget waktu pertama kali apply ke RCTI, waktu itu saya nekat ke Jakarta bareng salah seorang teman untuk ke Job Fair di Senayan. Di tengah kerumunan orang, saya melihat stand RCTI yang luas dan penuh sama orang, tanpa berpikir panjang saya langsung drop CV ke salah satu HRD yang waktu itu tugas di sana. Selang beberapa minggu, saya dipanggil tes psikotest, lalu interview dua kali di hari yang berbeda, medical check up, sampai akhirnya saya dipanggil lagi untuk sign kontrak. Seneeeeeeng banget...

Pertama kali saya masuk RCTI, saya dikenalin sama salah satu kreatif yang bisa dibilang senior kali ya, Mas Fajar si lelaki Jogja yang sangat mengayomi, lemah lembut, keibuan dan super culas hahaha.. Dia yang ngajakin saya untuk pertama kali keliling kantor, dan ngenalin ke karyawan-karyawan lain. Semua sangat friendly, sangat welcome sama saya, ga ada tuh yang namanya senior-junior. Alhamdulillah saya merasa diterima dengan baik. Program pertama saya adalah Dahsyat. Program yang banyaaaaaak banget kasih saya ilmu dan pengalaman yang luar biasa. Saya belajar banyak dan mulai mengenal banyak orang. Dari program ini pula, saya semakin dekat dengan teman-teman di RCTI, tim yang solid walaupun sering beda pendapat, orang-orang yang ga cuma men-support program tapi juga mentingin kekeluargaan. Pokoknya istimewa deh, macam lagu Chibi..Chibi..Chibi..Hak..Hak..Hak!

Selain itu saya juga dikenalkan dengan program-program spesial lainnya yang menambah deretan pengalaman dan ilmu buat saya. Sampai akhirnya saya dipercaya untuk pegang program sebesar Miss World di tahun 2013. Seneng, bangga tapi juga capek! Hahaha.. Tapi ya semua dinikmati sampai akhirnya semua berjalan dengan baik, mulus dan tim pun merasa puas. Alhamdulillah..

good team, good job, good result. Yaaayy!
my last project. awesome! :)

RCTI juga yang mengenalkan saya pada berbagai macam karakter dari deretan orang-orang super keren di RCTI, di sini saya mengenal Papi JFK workaholic man yang sayang banget sama anak ceweknya, Opa Jahja yang ternyata tenarnya hampir ngalahin Olga, Mba Imel head creative saya di masa saya masuk pertama kali, yang anaknya kayak titisan bidadari dari khayangan saking gantengnya, Mba Indah yang sekarang udah jadi calon ibu, Mba Tita dan Mba Uki yang sekarang sedang meniti karir di luar RCTI, Mba Miti bundadari saking keibuannya, Duane cowok jomblo yang super duper genit, Mba Sasa si Sophia Latjuba KW50, Rea dan Shiera yang jd idola lelaki-lelaki kantor, Mba Nikita yang..... aaaah ga tau jelasinnya mau gimana, yang jelas selalu membully dan dibully hahahaha, Novan di bayi ganteng, Dedhit yang cintanya bertepuk sebelah bahu sama rea, Kak Irya kakak senior waktu kuliah yang makin ke sini makin keliatan gantengnya *eh, Mas Nuansa dan Mba Chika pasangan mia mia, ah semuanya yang ga bisa disebutin namanya satu-satu. Kalian Numero Uno!

...........

Setelah semuanya berlalu, akhirnya April 2014, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari RCTI. Rumah saya selama 1 tahun 7 bulan belakangan ini. Saya punya alasan-alasan sendiri kenapa akhirnya saya memutuskan untuk 'pergi', yang mungkin ga sepenuhnya bisa diterima oleh orang lain. Whatever.. They don't even know me that well.. Saya selalu percaya, bahwa semua keputusan dan pengorbanan itu selalu ada hikmahnya. You can't always standing on the same place without looking at your ownself and people around you.
Saya selalu berdoa untuk diberikan petunjuk atas semua gundah gulana yang saya rasakan (cailaaaaah gundah gulana pret..). Dan inilah yang ditunjukkan oleh Allah SWT. Saya bersyukur atas semua yang ditunjukkan kepada saya. Saya sangat sangat sangat mengapresiasi RCTI sebagai tempat yang sudah menjadikan saya seperti sekarang. Tempat yang luar biasa.
Mohon maaf atas semua kesalahan yang saya sengaja, yang ga disengaja, yang keliatan dan yang ga keliatan selama saya di RCTI. Akhirnya, terima kasih semua. Terima kasih tim dan crew semuanya mulai dari Production Operation, Production Support, Sales Marketing, MarComm, HRD, semuanya. Terima kasih teman-teman. Terima kasih sahabat dahSyat hahaha.. Terima kasih. Terima kasih sudah menjadi bagian dalam hidup saya dan menjadi 'rumah' pertama untuk mengawali jalan karir saya ke depan. Senang bisa mengenal dan menjadi bagian 'keluarga' RCTI, terima kasih atas semua pengalaman, pelajaran dan ilmu yang diberikan. Sekali lagi terima kasih :)

it's not about goodbye, it's all about see you again guys!
terima kasih meja, seragam & ID card membanggakan :)













ps : terima kasih juga RCTI, gara-gara pengen nulis tulisan ini, akhirnya jadi nyentuh blog lagi yang udah lama ga dibelai :))

24 February 2013

Take Me Back To My Comfort Zone!

Saya ga pernah nyangka akhirnya saya 'terjebak' dalam situasi kayak gini.
'Terjebak' dalam situasi dimana saya sangat sangat sangat ingin waktu keulang lagi. SANGAT INGIN. Kalo ada yang jual mesin waktu, saya mau banget beli. Saya pernah baca di sebuah novel, ga ada gunanya mesin waktu, karna itu ga bikin hidup jadi lebih maju. Hmm.. bener sih, tapi bullshitlah sama kalimat itu, kali ini saya pengen banget punya mesin waktu.

Mesin yang ngembaliin saya ke tengah-tengah kehidupan yang menurut saya bener-bener hidup. Saya ngerasain kebersamaan, kenyamanan dan kebahagiaan dalam satu waktu. Masa dimana saya bener-bener ngerasa itu comfort zone saya. Masa dimana saya ga peduli orang mau bilang dan menilai apa, tapi saya hidup di tengah-tengah orang yang bener-bener jadi keluarga.

Kadang saya ngerasa childish karna belom bisa menerima keadaan dimana saya harus bisa berjuang untuk keluar dari comfort zone. Tapi manusia mana yang ga pengen balik ke comfort zone-nya? Semua orang pasti pengen balik ke masa comfort zone-nya masing-masing, hebatnya banyak di antara mereka yang berhasil untuk membangun benteng perjuangan mereka. Sayangnya..... saya belom, bahkan hampir pengen menyerah.

Mesin waktu.. kalo saya ketemu kamu, saya pengen bisa membuat kamu jadi mesin comfort zone. Mesin yang bisa membuat segala waktu menjadi comfort time yang akhirnya menciptakan comfort zone. *mimpi kok ga rasional sih Kar* *bodo!*

Anyway.. saya kangen kalian semua deh Jogja's Stuffs. Temen-temennya, kampusnya, dosen-dosennya, coffeeshopnya, jalanannya, macetnya, para penjual makanannya, semuanya! Iya, masa di jogja itu adalah masa paling ter-"comfort zone" saya. And I really want to rewind that time!

29 January 2013

My Job, My "Alarm"

*Sapu-sapu blog* *Kibas-kibas sarang laba-laba*

Udah 4 bulan saya ga menyentuh blog ini.
Ah kangen bercerita banyak hal tentang kehidupan, kegiatan, keluarga, pertemanan sampai percintaan.

Okelah.. saya mau share sedikit tentang kehidupan saya sekarang.
Syukur Alhamdulillah.. saya udah kerja di sebuah perusahaan televisi swasta di Jakarta. Salah satu cita-cita saya dari SMP, dan alasan kenapa saya masuk Komunikasi UGM. Tercapai. Iya, tercapai. Alhamdulillah, Allah memang baik :)

Sejak pertama saya masuk kerja 3 bulan lalu, saya dapet program reguler yang saya sendiri ga pernah bahkan anti buat nonton program itu sebelumnya. Hahaha.. but job must go on dong, ga mungkin banget saya langsung cuss dari kerjaan saya cuma gara-gara ga pernah nonton program itu sebelumnya.

Yasudahlah.. Mari kita kerjakan tugas ini sebaik-baiknya.
Tugas "alarm" saya yang baru. Gimana ga disebut tugas "alarm", jaman kuliah dan jobseeker dulu, jam bangun tidur dominan di atas jam 9 bahkan di atas jam 11. *mbak, maaf mau tanya, situ anak gadis apa bukan ya? bangun kok seenak udel*

Oke lanjut.. Diawali dengan ke kantor jam 6 pagi hampir setiap hari dan pulang dengan jam yang tentatif, ngebuat saya agak 'kaget' dan drop di awal.
Tapi work must go on, saya ikutin alur kerjanya dan mencoba buat beradaptasi dengan situasi dan lingkungan kantor. Yes.. I got the 'feel'. Ini yang saya cari dari dulu!
Kerja di belakang layar, ketemu banyak orang baru dan pastinya relasi yang bisa jadi link ke depannya. Damn.. Semuanya terwujud dari tempat dan program ini!
Ga lupa, di kantor ini saya ga cuma pegang program reguler, kadang saya juga dikasih 'sidejob' dengan menghandle program spesial, macam konser-konser Jennifer Lopez, Beyonce, Rihanna, Justin Bieber dan lain-lain.. Keren kan? Iyalah keren, namanya juga mimpi.
Bukan, saya bukan menghandle konser macam itu.. kadang saya ngehandle program konser spesial, macam Konser Khusus 2 jam gitulah.
SERU! Iya kerja di sini seru banget, waktu di kantor ga berasa asalkan dikelilingi sama tim yang enak dan kerjaan yang kita suka.
Tapi dibalik keseruan itu, ternyata saya punya PR baru..
Badan. Iya badan saya ini jadi PR sekarang. Yaaa semoga badannya tetap kuat dan semangat serta tidak lemah letih lesu lunglai lemas.

Well.. itu sekilas tentang dunia baru saya.
Doakan saya tambah betah ya :)

Damn I miss this blog very much,
I"ll write down other stories as soon as possible.
See you again blokarium bloggie :*

12 September 2012

28 Agustus 2012

Waaaw udah lama saya ga ngeblog..
Mungkin agak telat bagi saya cerita di blog ini, tapi saya ga mau menyimpannya sendiri. Saya mau berbagi kebahagiaan hehe :)

28 Agustus 2012.
Resmi sudah saya melepas status saya sebagai mahasiswa.

Ya.. Hari itu akhirnya saya wisuda. Hari itu akhirnya saya memakai toga. Hari itu akhirnya ibu dan bapak saya dateng ke Graha Sabha Pramana untuk melihat saya menerima ijazah. Hari itu akhirnya saya bisa bikin mereka bangga sama saya. Well.... Hari itu juga akhirnya saya pun bisa berbangga sama diri saya sendiri :")

Alhamdulillah saya bisa memenuhi kedua keinginan orang tua saya. Satu, lulus tepat waktu. Dua, cumlaude. Saya ga pernah berpikir bisa memenuhi keduanya. Saya cuma berusaha untuk bisa lulus tepat waktu dan di waktu yang tepat. Syukur Alhamdulillah.. Allah ngasih saya bonus, dengan tambahan selempang "Cumlaude" buat saya. Seneng banget bisa bikin orang tua saya senyum bahagia atas pencapaian saya hari itu.
Mungkin hari itu adalah pencapaian tertinggi yang pernah saya kasih ke ibu sama bapak. Ga ada kata-kata lain yang bisa bikin ungkapin, selain bahagia. Iya, saya bahagia lahir dan batin.
Ga peduli hal-hal lain, saya seneeeeeeeeng banget..
Ditambah lagi hadirnya orang-orang spesial di hari wisuda menambah cerianya hari wisuda.
Terima kasih banyak untuk semuanya, dukungan, ucapan, doa dan apapun itu :D
Yaampun! Saya ga bisa ngelupain rasanya hari itu.. Campur aduk!

But then.........................................................
Sampailah saya di fase ini. PE-NGANG-GU-RAN-!
Hahahahahahaha...
Mungkin lebih tepatnya jobseeker kali yaa.. Sibuk cari kerja sana-sini, apply sana-sini, tes sana-sini, semuanya kerasa cepet banget. Ga nyangka akhirnya sampai di fase ini..
Perjalanan hidup yang sesungguhnya dan tantangan yang lebih berat ada di depan mata.
Semoga saya masih bisa memberikan yang terbaik ke depannya..
Bismillah :)

11 June 2012

Lucky Me :)

So lucky to have them, who always support me no matter what, when, where and who I am :")
The Titik! Thank you Girls! Love you :*


The Komedian (minus 3)! Thanks guys! Love you :*
Thanks all! :***

11 Juni 2012, the BIG day

Finally the big day was over..
Iya.. 11 Juni 2012 akan menjadi salah satu hari bersejarah buat saya..
Hari yang ditunggu-tunggu sekaligus ditakuti oleh saya..

PENDADARAN.
Akhirnya masa itu datang dan cukup menghantui hari-hari saya menjelang pertemuan saya dengan ketiga penguji pendadaran saya.

Cukup lama saya memeras otak demi sebuah karya besar yang menjadi syarat utama kelulusan kuliah saya. Skripsi. Nama itu menghantui saya selama kurang lebih 6 bulan. Sejak pertemuan awal saya dengannya, saya mengalami banyak sekali naik turun kehidupan akademis, dari pertengkaran saya dengan ibu saya yang menyuruh saya untuk mencari judul lain (dikira cari judul segampang cari pacar? cari pacar mah gampang, nah cari pacar yang sesuai sama hati kita ini yang susah), belom lagi objek penelitian saya yang sedikit mengalami kendala di tengah-tengah, pasang surut semangat dan mood, sampai pengorbanan banyak hal lainnya. Semua saya jalanin, ga lain dan ga bukan untuk mereka, orang tua saya. The one and only motivation.

Sampai akhirnya datanglah masa dimana saya harus bisa mempertanggungjawabkan tugas akhir saya dalam satu waktu bernama pendadaran. Istilahnya saya harus melalui 1 jam dengan sangat baik dan percaya diri demi masa depan saya. Alhamdulillah saya dibimbing oleh seorang dosen yang kece nan oke, saya menyebutnya pipi, bukan papa, ayah, daddy, bapak, tapi pipi.. biar unyu kayak aurel manggil anang :p
Pipi didampingi oleh dua dosen penguji yang.......................... hmmmmmmmm................... gimana ya saya harus menyebutnya................ hmmmmmmmmmmmm.............. ya pokoknya begitulah.

Seminggu sebelum pendadaran, saya masih merasa biasa aja. Deg-degan sih, tapi masih dalam kategori wajar. H-2 saya baru mulai was-was. H-1 ah udahlah mau ngapa-ngapain juga ga tenang, tidur ga bisa, makan ga nafsu, udah mulai kerasa mual, hati dag dig dug. Nah di hari H, semua perasaan campur aduk! Deg-degan, stres, grogi, mual, mules, seneng, excited, takut, semua jadi perpaduan rasa yang unexplainable. Ga bisa dijelasin dengan kata-kata.


H-45menit, datanglah saya ke kampus. Udah ada beberapa teman saya di kampus, yang datang untuk mendukung saya. Seneng banget rasanya. Tapi tetap.. saya ga bisa menutupi rasa grogi saya.
Dan.. sampailah saya di waktu penentuan. Bisa atau ga bisa, siap atau ga siap, berani atau ga berani, yakin atau ga yakin, saya HARUS bisa, siap, berani dan yakin menghadapi ketiga dosen saya yang udah duduk di depan saya.

Presentasi dimulai.

Slide 1: aman.
Slide 2: aman.
Slide 3: aman.
Slide 4: ..........
"eh bentar, itu Zhondang Pan Kosicki apaan?" salah satu dosen penguji saya memotong.
MAMPUS! "Oh.. itu teknik analisis datanya mas"
"Oh oke, lanjutkan"
FIUUUUH.......
Slide 5: aman.
Slide 6: aman.
Slide 7: aman.
Slide 8: aman.
Slide 9: aman.
Slide 10: aman.
Slide 11: aman.
Slide 12: aman.
Slide 13: aman.
Slide 14: .........
"tunggu..tunggu.. itu poin yang pertama maksudnya apa???" dosen penguji yang sama lagi-lagi memotong.
GLEK! "oh itu maksudnya bla.. bla.. bla.." saya menjelaskan.
"berarti kalimatnya bukan gitu.. itu jadinya menimbulkan interpretasi yang beda"
"oh iya mas"
FIUUUUUUUH.... (udah panik aja saya)

Presentasi selesai, tanya jawab pun dimulai. Sebisa mungkin saya jawab pertanyaan-pertanyaan dari para dosen yang budiman tersebut dengan baik. Rasanya perasaan dag dig dug yang sebelumnya luar biasa menghentak di dada saya berangsur-angsur menurunkan intensitas dag dig dug-nya sampai akhirnya... berhenti. (loh? kok? mati dong karlaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!) Astaghfirlaaaah.. engga engga saya becanda. Akhirnya detak jantung saya mulai sedikit normal dan tenang.
Ntah harus merasa beruntung apa gimana saya mendapatkan 2 penguji tersebut, yang 1 amat sangat pengertian dengan groginya saya, yang 1 lagi bantai abis! Hahaha.. tapi gapapalah, kalo dua-duanya pengertian kan, ga menantang *tsaaaah.. Tapi kalo dapet yang dua-duanya bantai abis juga 'let me die' aja deh..
Setelah pertempuran hampir 40 menit di dalam ruangan, saya pun keluar untuk menunggu hasil akhir, lulus atau engganya. Keluar dari ruangan, saya langsung diserbu oleh teman-teman yang sangat setia nungguin saya diuji. Saya langsung dipeluk erat banget. Saya senang mereka begitu mendukung saya :')
Ga sampe 5 menit, saya dipanggil lagi ke dalam ruangan. Dag dig dug pun dimulai lagi, sampai akhirnya pipi berujar, "Iya kamu lulus, artinya tidak harus ujian lagi. Tapi kami belum memberikan nilai, revisi dulu yang baik, kalo ingin mendapatkan nilai yang maksimal, revisilah dengan maksimal juga", pipi senyum.
DEG! Senyum saya langsung lebar saat itu juga. Rasanya seneeeeeeeeeeng banget! Satu kewajiban saya sudah terlaksana. Meskipun saya masih harus revisi, tapi kata "LULUS" yang terucap dari pipi sangat membuat saya plong.
Akhirnya, pendadaran selesai. Ketiga dosen pun keluar ruangan. Teman-teman saya langsung berhamburan masuk dan memeluk saya lagi. Senang rasanya punya teman-teman seperti mereka. Titik, Komedian, Komunikasi 2008, semuanya. Saya beruntung punya mereka, yang selalu mendukung saya.

Bahagia tak terkira adalah ketika mendengar kalimat bahagia yang meluncur dari bibir ibu dan bapak saya. Akhirnya impian mereka terwujud. Mereka berdua adalah motivasi saya. Kalo saya lagi ga semangat atau ga mood ngerjain skripsi, mereka yang selalu jadi pemacu saya buat ga males. Seneng banget bisa ngebuat mereka bangga. At least.. dengan kata-kata "LULUS".
Terakhir, saya harus mendorong semangat saya lagi buat ngerjain revisian. Semoga bisa cepat selesai dan memuaskan. Amin.. :)

ps: Thank you and Goodluck Komunikasi 2008! Semangat skripsi! :D

31 May 2012

Hati Rasa Musik

#31haringetikdiblog

Wah ga kerasa udah mencapai hari terakhir gerakan #31haringetikdiblog. Yaaa walaupun bolong 10 hari, lumayanlah 50.000-nya tetep masuk kantong sendiri hahaha..
Meskipun gerakannya bikin-bikin sendiri, ngarang-ngarang sendiri, nulis-nulis sendiri, tapi tetep aja bangga loh bisa menunaikan amanah dari diri sendiri hihihi..
Semoga taun depan #31haringetikdiblog ini masih eksis di blog saya dan ga kalah dari gerakan super eksis #31harimenulis :D

Anyway, di postingan ini, saya pengen membicarakan tentang musik.
Bukan tentang tangga nada lagu, kunci-kunci memainkan sebuah lagu atau cara mengarang lagu. Melainkan tentang makna dari sebuah alunan lagu. Makna yang menciptakan suasana. Suasanan apapun itu, senang, sedih, haru, bangga, marah, rindu sampai galau.
Iya.. betapa sebuah musik ini secara sadar ataupun ga sadar bisa memainkan perasaan dan emosi seseorang, ga cuma buat penyanyinya melainkan untuk orang yang mendengarkan.

Saya sendiri termasuk salah satu penikmat musik. Saya senang mendengarkan musik sesuai dengan mood saya. Musik, juga bisa mengantarkan mood saya ke titik paling rendah sampai titik paling tinggi. Ketika mood lagi jelek, saya bisa menaikkan sedikit mood saya dengan mendengarkan lagu-lagu yang bisa bikin kepala dan badan gerak alias joget. Tapi ga jarang juga, ketika saya lagi seneng, terus tiba-tiba keputer lagu mellow yang bikin sedih, saya jadi kebawa galau, apalagi kalo lagunya menyimpan memori. Beeh udah deh selesai!

Demikian juga halnya dengan lirik lagu. Lirik lagu ini memberikan efek paling besar bagi banyak orang, termasuk saya. Makna akan lirik lagu itu ga jarang mewakilkan perasaan atau apapun yang orang rasakan, tanpa bisa diungkapkan. Mau seneng, sedih, marah, kangen, galau, semua perasaan. Apalagi kalo lagi kangen sama orang, terus muterin lagu yang liriknya sendu-sendu kangen ga tersampaikan gitu, aaaahh..... udah minum baygon aja deh.. Lain halnya kalo hati lagi berbunga-bunga, terus dengerin lagu yang liriknya sesuai sama perasaan, bisa bikin mood naik banget.

Nah.. saya tipe orang yang kalo lagi suka sama satu lagu, maka saya akan dengerin lagu itu sampe beratus-ratus bahkan beribu-ribu kali, sampe saya bosen sendiri. Selain makna lirik yang diresapi dan membawa suasana hati, musik pengiring lirik itu sendiri juga memiliki andil yang lumayan besar. Misalnya lagi sedih, terus dengerin lagu yang liriknya juga sedih dengan alunan musik yang mellow, bawaannya jadi gimanaaaaa gitu....
Ga heran kalo saya sering terbawa suasana juga dengan mendengarkan musik dan meresapi makna liriknya. Mungkin ga cuma saya, semua orang pasti merasakannya..

Itu dia hebatnya musik. Selain untuk didengarkan, juga bisa untuk diresapi dan dirasakan, seolah musik itu adalah hati yang kita sembunyikan tanpa bisa diungkapkan.

29 May 2012

Kostum Polisi/Kostum Badut?

#31haringetikdiblog

Polisi, (seharusnya) adalah seseorang yang bisa dijadikan contoh untuk melindungi dan juga menjaga keamanan banyak orang. Sayangnya... lama-kelamaaan makna akan seorang polisi, khusus di negara Indonesia ini, luntur. Ntah karena memang kinerja yang menurun atau terlalu sombong dengan kostum yang mereka kenakan. Banyak polisi yang merasa dirinya 'tinggi', sehingga bukannya membantu orang lain, justru malah menganggap orang lain 'rendah', bukannya mencari solusi yang baik, justru malah menganggap enteng pengaduan masyarakat, bukannya memperingatkan yang baik, justru menguras kantong orang lain, bukannya tegas sama suatu keputusan, justru labil kayak ABG lagi pdkt. Yaaaa.. itu sebagian bentuk kelunturan citra polisi di mata saya.

Kayak kejadian yang baru aja saya alami tadi siang. Saya menemani seorang teman saya ke kantor polisi untuk mengadukan tindakan kriminal yang baru saja menimpanya. Kejadian itu terjadi kemarin di salah satu daerah di kota Yogyakarta. Mobil teman saya menjadi target pemecahan kaca, lalu tas yang ada di dalamnya diambil. Akibat musibah itu, teman saya mengalami kerugian yang... yaaa cukup lumayan bikin klengerlah kalo buat makan nasi kucing.
Lalu teman saya mendatangi salah satu cabang kantor polisi di Yogyakarta, untuk meminta surat kehilangan, karena buku tabungan yang hilang bersama isi tas lainnya.Kurang lebih isi percakapannya adalah sebagai berikut.

Teman saya (TS) : Permisi Pak..
Saya (S) : Selamat siang..
Polisi (P) : Iya, ada apa ya? (sibuk main game di komputer)
TS : Saya mau bikin surat kehilangan pak..
P : Iya ada apa? (masih sibuk nge-game, kedengeran dari suara komputernya)
TS : Buku tabungan saya hilang pak, kemarin mobil saya dipecah kacanya, terus tas saya diambil..
P : Dimana kejadiannya? (nyelesaiin main game, terus ngeliat ke arah saya dan teman saya)
S : Di daerah selokan mataram itu pak, kalo dari mercu buana lurus aja ke arah selokan..
P : Ke selatan? Apa ke barat? (ke komputer lagi, sibuk ntah ngapain itu)
S : (ga paham) Hmm.. pokoknya kalo dari mercu buana lurus aja nanti ketemu jembatan selokan itu lurus lagi pak.
P : Ya daerah situ emang rawan.. Itu mobilnya ada asuransinya ga? (masih rempong sama komputernya)
TS : Engga pak..
P : Kalo ada asuransinya, tinggal ganti aja sama asuransi. Kalo engga, yaudah ga bisa itu. (enteng banget ngomongnya)
TS : Engga pak, saya bukan mau minta ganti. Saya cuma pengen ngasih tau kalo di daerah situ banyak kejadian kayak gitu...
P : (nyela) Ya emang daerah situ rawan.
TS : Iya makanya, mungkin bisa diadakan razia atau pemeriksaan yang lebih sering, biar ga keulang lagi.
--------------------------------------------------------------------------- *percakapan berlanjut*

Percakapan di atas adalah sepenggal yang menurut saya, cukup menurunkan citra dari polisi itu sendiri. Kurang punya kepekaan untuk mendengarkan dan memperhatikan ketika ada masyarakat yang mengadu, menjadi hal yang menurut saya.. so CUIH banget untuk polisi seperti itu.
At least, kalo emang ga bisa memberikan solusi yang baik dan solutif, si polisi ini bisa memberikan perlakuan yang lebih baik untuk teman saya yang menjadi korban kejahatan, mendengarkan dengan baik kek, ga diselingi dengan game di komputernya kek, paling engga menunjukkan keseriusan kalo dia emang seorang polisi beneran, bukan polisi asal pake kostum.
Hal itu semakin menurunkan citra polisi di mata saya. Belom juga naik citra polisi yang merosot di mata saya karena gagalnya konser Lady Gaga akibat polisi yang labil, sekarang udah ketemu lagi polisi yang cuma asal pake kostum. Ah.. emang aneh negara kita ini.
Kalo polisinya aja kayak gitu, gimana bisa tentram negara kita?

Akhir kata, dear Bapak Polisi bernama Sumarjono yang bekerja di kantor polisi Yogyakarta cabang manapun itu, kalo masih pengen jadi polisi yang disanjung masyarakat, bertindaklah sebagaimana seharusnya polisi bekerja. Jangan cuma pasang kostum polisi dengan pangkatnya aja, tapi pelayanannya.. NOL! Badut aja kalo udah pake kostum, pelayanannya total loh.. Masa kalah sama badut? :p

26 May 2012

Aku Ada Karna KEPO

#31haringetikdiblog

"Kar, katanya si artis A hamil sebelum nikah ya?? Bener ga??"
"Kar, masa mantannya si B udah pacaran lagi sekarang, padahal baru putus sebulan. Menurut lo dia selingkuh apa engga??"
"Kar, emang bener ya si C itu pacaran sama si D padahal udah nikah sama si E??"
"Kar, kalo twitter di protect, mau ngepoin gimana?"
"Kar, semua akun jejaring sosial dia diprotect, tapi gw pengen tau kabar dia, tapi gw ga mau ngubungin langsung, gw harus gimana biar tau?"
"Kar, ada kabar terbaru apa dari hasil pengamatan lo?"

Oke.... Itu adalah sekian pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh sebagian teman-teman saya kepada saya.
Kadang saya suka bingung, kenapa mereka menanyakan hal-hal itu kepada saya. Emangnya dipikir saya ini wartawan infotainment?!

Perkenalkan nama saya Karla. Saya dijuluki Editor In Chief Kepo Magazine oleh teman-teman saya.
Memang sih, bagi saya, kepo itu menyenangkan hahaha.. Kadang bikin sepet juga sih.. Tergantung topik yang mau dikepoin.
Banyak orang bilang, kepo itu cuma buat orang-orang yang penasaran sama kehidupan pribadi orang lain, saya ga bisa menyerang pendapat itu salah. Tapi sebenernya kepo itu ga cuma untuk mengetahui kehidupan pribadi orang lain, tapi juga untuk mencari ilmu. Sesungguhnya kepo itu bisa membuat anda yang tidak tau menjadi tau dan yang tidak mengerti menjadi mengerti hehe.. Dan ga selamanya topik kepo-mengepo itu tentang kehidupan pribadi orang lain, walau kadang ujung-ujungnya bisa terjebak ke dalam informasi kehidupan pribadi orang lain hehe..

Sama halnya kayak topik kepo saya beberapa bulan yang lalu tentang salah satu calon gubernur DKI, yang saat ini sedang menjabat sebagai gubernur di salah satu kota di pulau Sumatera (pasti udah ketebak).
Pada dasarnya saya cuma mau mengulik informasi, kenapa sih beliau ini mau menjabat sebagai calon gubernur DKI, apa juga motivasi beliau mengajukan diri sebagai calon gubernur DKI, dan lain-lainnya. Logikanya ketika saya ingin mengetahui hal-hal tersebut, maka saya akan mencarinya di situs-situs berita di internet. Iya.. saya melakukannya. Ketika rasa penasaran saya terjawab, terbesitlah di pikiran saya, ketika beliau tersandung masalah.... ehem.... perselingkuhan. Lanjut deh saya mencari informasi terbaru seputar masalah tersebut. Lalu saya menemukan fakta-fakta terbaru seputar isu itu.
Nah.. kalo udah begini apakah itu namanya penasaran dengan kehidupan pribadi orang lain?? Iya sih.. dikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt.... Hahahaha...

Kepo itu bisa menjadi hal yang menyenangkan, sekaligus menyakitkan. Sebagai seorang kepoers, kita harus pintar-pintar mencari topik dan objek yang kira-kira bisa menghasilkan banyak informasi yang orang lain ga tau. Kayak misalnya, informasi tentang public figure yang di infotainment masih gosip, topik itu akan menjadi topik yang menyenangkan untuk dikulik, dan ketika kita mendapat jawabannya, maka kita akan merasa sangat puas :D
Nah.. ga jarang juga kita terjebak dalam kekepoan itu sendiri. Kayak misalnya... ehem.... ngepoin mantan pacar. Topik yang satu ini, sering merubah sang pengepo menjadi bajing loncat. Gimana engga? Kadang dari satu orang, kita bisa mengepo ke orang lain, orang lain, orang lainnya lagi, bahkan ke orang-orang yang ga kita kenal sekalipun. Dari satu akun, kita akan nyasar ke akun yang lain, yang lain, yang lainnya lagi. Yang ngeselin, pas kita lagi seru-serunya ngepoin, taunya akunnya diprotect. JDAR!! Wah kalo udah gini rasanya petualangan mengepo akan topik itu bakal jadi super panjang hahaha.. Nah itu dia serunya.. Ga jarang juga dari hasil mem-bajing loncat itu, sang pengepo akhirnya jadi sakit hati sendiri, karena tau si mantan pacar (misalnya) udah punya pacar baru, udah punya gebetan atau malah udah ga menganggap kita jadi mantannya. Nah.. semua itu resiko dari mengepo, khususnya ngepoin mantan.
Jadi nih, mendingan kalo baru putus dan belom bisa move on dari mantan, jangan ngepoin dulu, ntar malah jadi sakit sendiri. Tapi kalo udah siap dengan apapun hasil yang diliat ya silahkan..

Intinya aktivitas kepo ini, menyimpan sejuta cerita tersirat yang akhirnya akan terungkap.. setajam silet *malah

Long Distance Relationship

#31haringetikdiblog

SIAPA YANG PERNAH LDR-AAAAAAAAN??????
NGACUUUUUUUNG!!!!!!

SIAPA YANG PERNAH PUTUS GARA-GARA LDR-AAAAAAAAN???????
NGACUUUUUUUUNG!!!!!!!!

SIAPA YANG DICUEKIN SAMA PACARNYA GARA-GARA EFEK DARI LDR-AAAAAAN?????
NGACUUUUUUUUUNG!!!!!!

SIAPA YANG PERNAH DISELINGKUHIN SAMA PACARNYA PAS LAGI LDR-AAAAAN??????
NGACUUUUUUUNG!!!!!!

SIAPA YANG GA PERNAH DIJENGUKIN SAMA PACARNYA PAS LDR-AAAAAAAN??????
NGACUUUUUUUNG!!!!!!!

CIYEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHHHHH~~~

Long Distance Relationship atau LDR, memang sering jadi sumber dari sejuta masalah dalam suatu hubungan anak manusia.
Banyak yang menyalahkan jarak ketika suatu hubungan komitmen akhirnya harus kandas di tengah jalan. Ada yang karna pacarnya berubah jadi cuek, ada yang pacarnya ga pernah pulang buat nengokin, ada yang pacarnya ga perhatian, ada yang pacarnya ga pernah telpon bbm skype, bahkan ada yang pacarnya selingkuh, semua sering terjadi dan menyalahkan jarak.
Sebenernya sih, menurut saya, itu balik ke masing-masing individu, balik ke setiap orang yang ngejalanin LDR itu. Siap atau ga siap, selama ada komitmen, kita ga bisa menyalahkan jarak.
Tapi bagi beberapa orang, LDR itu menjadi suatu hal yang haram untuk dilakukan. Ada sebagian orang yang menganggap, LDR doesn't work. Bahkan ada yang berlagak bego, dengan bertanya "apa sih LDR itu?".

Well.. menurut saya emang ga semua orang bisa bertahan dalam kondisi LDR, karena LDR menguji setiap kesabaran yang kita punya. Kadang buat orang yang cenderung gengsian, kondisi LDR ini sedikit bikin makan hati, tapi karena percaya akan komitmen yang dipegang, jadi ya ditahan-tahan aja. Ujung-ujungnya bisa meledak dan akhirnya... putus juga. (yang ini agak curhat :p)

Tapi dibalik itu, menurut saya LDR bisa memberikan efek positif, yang paling terlihat mungkin pada perubahan karakter seseorang. Dari yang tadinya ga sabaran bisa mulai jadi sabar, dari yang tadinya manja bisa mulai jadi mandiri, dari yang tadinya egois mulai jadi pengertian, dari yang tadinya cuek bebek mulai jadi agak perhatian (kalo yang ini agak susah), dari yang tadinya kekanak-kanakan mulai jadi dewasa (ini juga agak susah) dan perubahan-perubahan lainnya.
Karena itu, suatu hubungan LDR ga bisa cuma dikendalikan oleh satu orang, kedua orang yang terlibat komitmen dalam satu hubungan harus bisa saling menjaga dan saling mengerti. Ga bisa cuma mau dimengerti, tapi ga mau mengerti. Ga bisa juga mau diperhatiin, tapi ga mau merhatiin. Ga bisa juga cuma mau dihubungin, tapi ga mau ngehubungin. Timbal balik itu perlu. Jangan lupa komunikasi dan kepercayaan jadi nomer satu. *cieeeeh lagak lu kar!*

Intinya, LDR itu ga cuma masalah jarak, tapi bagaimana setiap orang bisa mengendalikan diri, memahami suatu hubungan dan ga dipermainkan oleh jarak itu sendiri.
Selamat ber-LDR :D

25 May 2012

Never Ending Yogyakarta

#31haringetikdiblog

"Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna. Terhanyut aku akan nostalgi. Saat kita sering luangkan waktu. Nikmati bersama, suasana Jogja~"
(Kla Project - Yogyakarta)

Sepenggal kutipan lirik lagu di atas, agaknya benar-benar bisa mewakilkan bagaimana indahnya Yogyakarta. Hampir 4 tahun saya tinggal di kota ini dan ga pernah terbesit penyesalan atas keputusan yang saya ambil untuk berkuliah di Yogyakarta.

Yogya itu...... hmmm....... gimana yaaaaa...... hmmm......... suasananya itu........... hmmmmmmmm........ apa yaaaaa.......... hmmmmmm.... mungkiiin.......... hmmmmmmmm.... bisa dibilang............ hmmmmmm......... apa yaaaa........... hmmmmmm...... nentramin.

Iya.. nentramin. Suasananya itu bikin ketenangan. Semua suasana, dari suasana jalananannya, suasana orang-orangnya, suasana obrolannya, dan suasana-suasana lainnya. Ga semua kota bisa memberikan kesan kayak gitu, minimal bagi saya.
Ntah apa yang ada di Yogya ini, sampe banyak orang menganggap Yogya itu sebagai kota yang penuh dengan cerita. Bahkan salah seorang news achor ganteng, Prabu Revolusi pernah bilang, kalo Yogyakarta itu kota yang penuh dengan cinta. Padahal kalo diliat-liat, Yogya juga kadang macet kayak kota lainnya, polusi juga banyak karena pengendara motornya seabrek, kadang juga semerawut di titik-titik tertentu, kalo siang juga panasnya agak bikin emosi, tapi ya itu tadi, Yogya itu.. beda.
Saya sering keliling Yogya di malam hari sendirian, dengan mengendarai Garang saya, untuk sekedar melepas penat saya di kostan. Dan hasilnya.. berhasil. Semua penat hilang cuma dengan bermotor ria keliling Yogya di malam hari, menikmati setiap suasana di jalanan yang saya lewati, melihat keramaian banyak orang di sana-sini, menghirup angin sejuk khas Yogya di malam hari. Semua terasa menenangkan. Serius. Saya ga bohong.

Mungkin itu yang bikin orang jadi sering kangen dan pengen balik lagi ke Yogya. Suasana yang tenang dan tentram dan mungkin jarang ditemukan di kota lain menjadi modal kesetiaan dari para pengunjung Yogya.
Suatu saat kalo saya udah lulus kuliah dan harus meninggalkan Yogya, saya juga pasti akan merasakan rindu yang teramat sangat akan suasana di kota ini. Hal itu yang pasti akan bikin saya pengen bolak-balik ke Yogya.

Iya.. Yogya, kota sejuta suasana.. Suasana yang menciptakan banyak cerita dan kenangan..

".. Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi, bila hati mulai sepi tanpa terobati~ "

24 May 2012

Demi Segepok Uang

#31haringetikdiblog

Uang, menjadi satu hal yang dibutuhkan oleh semua orang, semua umur, semua kalangan, semua jenis kelamin dan semua-semua lainnya. Ga bisa dipungkiri, uang itu segalanya. Iya, segalanya. Kita ga bisa beli makan kalo ga ada uang, kita ga bisa beli baju kalo ga ada uang, kita ga bisa memenuhi kebutuhan kita kalo ga ada uang. Segala hal butuh uang.

Malam ini saya melewati sebuah obrolan random bersama teman-teman kostan saya.
Obrolan random ini berawal dari salah satu teman saya yang ingin membeli banyak barang di online shop. Dari situ dia berandai-andai untuk mempunyai banyak uang untuk bisa membeli banyak barang dari online shop yang dia buka. Kemudian, dari apa yang ia andaikan, saya pun nyeletuk, "iya yaa.. gimana ya caranya bisa dapet banyak uang dalam sekejap gitu?"
Pertanyaan saya tersebut, rupanya menjadi kalimat pembuka obrolan random selanjutnya. Saya dan kedua teman kostan saya kemudian bercerita banyak hal tentang teman-teman kami yang nasibnya sangat beruntung karena udah jadi kaya sejak mereka lahir, lalu kami juga berandai-andai tentang pekerjaan yang bisa langsung menciptakan banyak uang, beranda-andai tentang pasangan hidup yang bisa langsung memberikan segunung uang hahaha.. Semuanya berhubungan dengan uang.. *langsung keliatan mata duitannya :p*

Sedikit kutipan obrolan random saya dengan 2 teman saya.

Saya : Udah.. kita jadi artis aja yuk, lumayan langsung dapet banyak duit. Jadi artis 2 taun aja yuk, dapet duit abis itu langsung sign out dari dunia keartisan.. (berasa laku aja jadi artis haha..)
Teman 1 : Artis apaan.. Nyanyi, suara sumbang, akting juga ga bisa..
Saya : Udah bikin video youtube aja yuk..
Teman 2 : Yah yauda, kalo kalian jadi artis, aku jadi managernya aja ya
Saya : Yauda yuk bikin video youtube yuk, siapa tau jadi artis beneran..
Teman 1 : Ntar kita masuk talkshow, dapet duit kan tu. Pas ditanya apa latar belakang bikin videonya, jawabannya berawal dari pengen beli-beli barang di online shop..
Saya : Ya lumayan kan tuh, jadi artis duitnya banyak. Kayak tuh si n****n (clue: mantan polisi), jadi artis gituan doang aja, duitnya pasti lumayan, tampil on air, off air, duitnya udah berapa coba..
Teman 2 : Iya ya.. Makanya dia milih jadi artis, dan keluar dari polisi..

---- obrolan pun ngalir ngalor ngidul ntah kemana..

Topik obrolan saya malam ini bersama kedua teman saya, tampaknya bukan suatu hal yang aneh ya hahaha.. Ga munafiklah semua orang pasti butuh uang, jangankan segudang atau segepok, selembar uang seribu aja udah bisa memenuhi rasa haus kita..
Namun sayangnya kebutuhan akan uang ini rasanya ga pernah ada habisnya, udah berada, masih juga mau uang lebih banyak, udah kaya raya, masih juga pengen nambah pasokan uang, contohnya itu koruptor-koruptor Indonesia. Padahal, masih banyak banget orang-orang 'kecil' yang butuh uang, buat sekedar makan nasi sama tempe.

Lah saya? Udah dikasih kehidupan kayak gini, masih aja pengen yang lebih.
Ya itu dia ya, manusia emang ga pernah ada puasnya.. Selalu aja ngerasa kurang..
Duh.. Jadi merasa ga bersyukur banget :(
Dan tampaknya topik uang, menjadi salah satu hal yang sering membutakan manusia, termasuk saya, untuk selalu merasa kurang.

Fiuuh.. Semua tentang segepok uang..

23 May 2012

Malioboro Untuk Ibuku

#31haringetikdiblog

Sejujurnya mata saya udah tinggal 1 watt untuk menulis postingan ini.
Postingan kali ini, saya dedikasikan untuk Ibu dan Malioboro.
Kenapa saya bilang begitu?
Saya udah tiga kali bolak balik ke Malioboro selama 4 hari di Yogya, CUMA untuk memenuhi kebutuhan ibu saya. Yang pertama buar nukar sandal titipan ibu saya, yang kedua ngambil pesenan, yang ketiga beli bros titipan ibu. What a good daughter I am. Right? :p
Saya tinggal menunggu perintah tugas keempat, kelima, keenam dan selanjutnya dari Ibu saya untuk menjelajah malioboro.

Apapun itu perintah ibu saya ke malioboro, inilah aksi Malioboro Untuk Ibuku.
Dan apapun yang saya tulis pada postingan kali ini, maaf karna saya ga menulis dengan konsentrasi akibat mata yang ngantuk.

22 May 2012

Another Modus

#31haringetikdiblog

Modus.
Akhir-akhir ini mungkin banyak di antara kita yang menggunakan istilah 'modus' untuk menyiratkan makna maksud tertentu. Katanya sih, kalo ada orang yang melakukan sesuatu hal untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan atau maksud tertentu, itu disebut dengan modus, kayak cowo gombalin cewe biar dapet perhatiannya si cewe, itu namanya modus. Katanya loh yaaaa.. tapi kayaknya sih bener hahahaha..

Tapi yang akan saya bahas kali ini bukan modus dalam konteks itu. Melainkan sebuah film, berjudul Modus Anomali.
Saya memang menjadi salah satu penonton yang sangat telat untuk bercerita tentang film ini, maklum saya memang baru sempat menontonnya hari ini.

Film ini benar-benar menunjukkan ide cerita yang menjadi ciri dari Joko Anwar sebagai sutradara dan juga penulis skenario dan ide ceritanya. Penuh dengan tanda tanya, rasa penasaran dan tentunya ketidakterdugaan.
Sama halnya dengan film Joko Anwar sebelumnya, seperti Pintu Terlarang, yang juga memiliki ide cerita yang tidak terduga sampai kita selesai menonton filmnya. Hebatnya lagi, sebelum saya menonton langsung film Modus Anomali ini, saya sempat diceritakan oleh salah seorang teman mengenai jalan ceritanya. Namun ketika menonton langsung, saya masih bisa merasakan ketegangan dan ketidakterdugaan dari cerita yang diangkat. Perasaan saya masih dipenuhi dengan tanda tanya sampai saya menemukan jawaban atas rasa penasaran saya di akhir cerita film ini.

Intinya, film ini bercerita tentang seorang psikopat yang ingin memainkan imajinasinya dengan caranya sendiri. Namun cara yang dilakukan olehnya merupakan cara yang mungkin ga akan pernah bisa dicerna secara normal.
Ide cerita unik inilah yang diangkat oleh Joko Anwar dan dikemas dalam sebuah film yang menurut saya cukup bisa merepresentasikan ide tersebut. Menurut saya lagi, secara ide cerita dan sinematografi, film ini cukup bagus. Tetapi dalam hal lain, seperti scoring, lighting dan lain-lain, film ini cenderung biasa aja, bukan jelek ya, tapi biasa aja.

posternya






Anyway buat yang suka film, mungkin film ini bisa menjadi salah satu film yang recommended, karena ide cerita yang diangkat unik dan berbeda dari film-film lainnya.


20 May 2012

What we called 'Home Sweet Home'

#31haringetikdiblog

Wah rupanya cukup lama juga ya saya menelantarkan komitmen saya untuk mengetik di blog selama 31 hari.
Melihat postingan sebelumnya yang super sangat sampah, saya jadi malu sendiri hahaha..
Yaaaaa.. tapi emang seminggu kemarin situasi dan kondisi saya agak kurang memungkinkan untuk menulis sesuatu di blog, karena lagi-lagi koneksi internet yang di rusak di rumah saya :B

Berbicara tentang rumah, saya sangat sangat sangat mencintai rumah saya. Bukan bentuk atau fasilitas di dalamnya, tapi orang-orang dan semua kenangan yang ada di setiap sudut rumah saya. Ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar ibu bapak, kamar kakak, kamar saya, kamar bibik, halaman belakang, garasi, semuanya. Semua bagian rumah yang ga pernah terlupakan, bahkan gudang sekalipun.

Selal ada tawa di setiap sudut rumah saya, selalu juga ada teriakan ibu saya di setiap sudut rumah, bahkan selalu ada tangis di setiap sudut rumah saya hihihi.. Semua memiliki kenangan. Itu yang sering saya rindukan ketika saya jauh dari rumah. Setiap momen yang terlewati selalu menjadi kenangan yang pasti bakal teringat di waktu kita udah jarang tinggal di rumah sendiri. Saya masih inget jelas, masa-masa dulu saya masih tinggal di rmah sendiri, hampir setiap malam saya lewati di ruang keluarga bersama bapak saya (di jam malam, ibu saya sering udah tidur), ntah itu nonton tv bareng, ngobrol, atau melakukan aktivitas sendiri-sendiri, tapi selalu bersama di ruang keluarga. Saya juga masih inget jelas, aktivitas makan siang di meja makan bersama ibu dan bapak saya, kadang juga sama mas saya. Meja bundar yang menyimpan banyak cerita aktivitas dari kami berempat, terutama antara saya dan ibu bapak saya. Banyak banget kenangannya.
Ketika udah mulai jauh dari rumah, semua itu jadi kerasa  kalo waktu berjalan begitu cepat. Saya yakin ibu dan bapak saya juga merasakan hal itu, dimana anak-anaknya udah meninggalkan rumah satu per satu, dan meninggalkan 2 kamar yang mulai jarang ditiduri oleh orang lain.

Bener sih apa kata orang, mau sebagus apapun tempat yang kita tinggali, akan tetapi jauh lebih nyaman tinggal di rumah sendiri. Saya sangat percaya itu, karena saya sudah merasakannya.
Hidup ngekost itu ada kekurangan dan ada kelebihan. Tapi hidup di rumah sendiri akan selalu memberikan kenyamanan lahir dan batin.

15 May 2012

Gaga VS Gu(k)gu(k)

#31haringetikdiblog

Beberapa waktu lalu, Lady Gaga menuai kontroversi di negara kita yang tercinta ini.
Katanya sih penyebab utamanya, ga lain dan ga bukan karena si Gaga dianggap terlalu erotis dan ga sesuai sama agama dan budaya Indonesia. Banyak yang emosi sama alasan itu. Ya gimana ga emosi, secara siapa sih yang ga kenal Gaga? Bukan merk makanan instan.. Tapi Lady Gaga si penyanyi eksentrik itu udah berulang kali menyanyikan lagu yang berujung pada BOOM! Ledakan di pasaran.. Bukan bom beneran, tapi penjualan yang naik drastis..

Kehadiran dia emang ditunggu banget sama para fansnya di Indonesia, yang punya sebutan Little Monster. Makanya ketika ada pernyataan kalo konser Gaga ga sesuai sama budaya Indonesia, fansnya langsung menuai protes yang teramat sangat. Jangankan fansnya, saya pun yang bukan fans berat Gaga ga terima kalo konsernya doi dibatalin cuma karena (katanya) ga sesuai sama agama dan budaya Indonesia.

Coba kita realistis, dan bandingin sama penyanyi dangdut seronok di Indonesia. JAUUUUUUUUUUUUUUH!!! Lady Gaga punya modal yang emang patut diacungi jempol, penampilannya enak diliat, fashionable, suara oke, wardrobenya keren dan unik, beda dari artis Hollywood yang lain. Lah penyanyi dangdut Indonesia?! Udah lemak dimana-mana, bajunya ga jelas, goyangannya bikin pusing, lagunya ga ngerti, ngeliatnya agak bikin sepet. Gitu masih mau dibilang budaya Indonesia?! Hhhhhh... Ga ngerti apa maksudnya orang-orang yang protes itu.

Mungkin emang selera mereka yang esek-esek kali ya........ Eh maksudnya ecek-ecek... :p

13 May 2012

Your Stomach Is Your Pride

#31haringetikdiblog

Sebelumnya saya mau laporan dulu bahwa denda saya saat ini sudah mencapai 40.000.
Wooooowwww mejiiiiiik!! Iya kemarin saya absen menulis di blog selama 5 hari karena jaringan internet yang tidak menjangkau rumah saya. Hiks.. Kasian ya :(
Sebenernya ga banyak yang pengen saya tulis, atau sebenernya saya nulis di blog ini biar ga kena denda aja sih hehehe...

By the way, adakah di antara teman-temin sekalian yang memiliki perut buncit di usia muda?
(semoga ada)

Saya pengen share dikit tentang perut saya.
Jadi ceritanya sekitar setahun sampai dua tahun yang lalu, banyak di antara teman-teman saya yang (kayaknya) sirik sama perut saya yang tergolong rata *cool* Dulu tiap sesudah makan dan sebelum makan, saya punya perut yang ga menunjukkan adanya tanda-tanda kebuncitan. Rata ya rata gitu aja. Temen-temen saya banyak yang sirik karena kerataan perut saya ini. Namanya juga cewek ya, perut rata adalah salah satu hal yang cukup diidam-idamkan.
Sekitar hampir setahun ini saya mengalami kesuburan tubuh. Badan saya mulai berisi di berbagai sisi, pipi, lengan, paha dan tentunya.. perut. Iya akhirnya saya mengalami pembuncitan perut.

APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA BUNCIT?????!!!!!
Iya karla, kamu buncit, udah ga usah lebay..

Sebenernya saya mulai agak ga pede sih dengan penggumpalan lemak di bagian perut ini. Gimana enggak, sekarang kalo pake baju, saya harus bener-bener memilih pakaian yang ga memperlihatkan penonjolan di bagian perut ini hahahaha... Bahkan bisa dibilang, bentuk perut saya sekarang jauh lebih parah dibandingkan perut-perut teman saya yang dulu sirik sama perut rata saya :|
Satu hal yang banyak disarankan oleh orang-orang di sekitar saya. Olahraga. Ya, cuma olahraga. Tapi ternyata membiasakan diri buat olahraga itu super duper hyper susah. Saya harus bener-bener mengumpulkan niat buat bisa bergerak olahraga. Hahahaha... Gimana ga buncit kalo kayak gitu..

Jadi, buat para perempuan Indonesia yang punya perut rata, maka pertahankan dan bersyukurlah kalian, karena sesungguhnya mengembalikan kerataan perut itu susah. Sama halnya kayak move on *lho? *malah
Akhir kata, mohon doa dan restu teman-teman sekalian untuk mengembalikan perut saya yang dahulu :)

08 May 2012

Kamu Penjual, Aku Pembeli!

#31haringetikdiblog

Penjual, adalah seseorang yang menjual barang.
Pembeli, adalah seseorang yang membeli barang.
Iya. Terus? Terus kenapa? Kenapa Karlaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa????????

Oke, logikanya dimana-mana, mau jualan apapun, yang namanya penjual pasti akan berusaha gimana caranya biar pembeli mau membeli barang jualannya, bukan maksa loh ya, tapi berusaha melayani dengan baik.
Nah, tapi masalahnya kebanyakan penjual jaman sekarang itu ga tau gimana caranya melayani dengan baik. Ga bisa dibohongin, banyak penjual yang di depan calon pembeli biasanya pura-pura pasang senyum semanis mungkin, berbicara seramah mungkin dan melayani sebaik mungkin. TAPI.......................... ga ikhlas. Banyak yang kayak gitu cuma biar si calon pembeli ini beneran mau beli barang jualannya. Begitu si calon pembeli ga jadi beli, keliatan deh aslinya, ngomel-ngomel kayak ibu tirinya Cinderella, raut mukanya berubah kayak nenek peyot.

Oke, dalam konteks kali ini, saya mau berfokus pada penjual sandang, alias pakaian dan teman-temannya.

Menurut saya, yang namanya penjual sandang harus bisa menyadari dari awal gimana kerjaan yang akan ia jalanin. Melayani. Nah kadang, para penjual ini ga terima kalo dikasih status sebagai 'pelayan', ya tapi kalo calon pembeli ga dilayani, gimana mereka mau ngasih uang mereka untuk ditukarin sama barang. Jelas-jelas seorang pembeli PASTI akan memeriksa sandang yang akan mereka beli sebelum memutuskan jadi beli apa engga, ngeliat kualitas sandangnya, sesuai apa engga sama selera, pas apa engga sama yang dibutuhin. Jadi menurut saya akan sangat wajar apabila seorang calon pembeli akan membongkar dan mengubek-ubek barang jualan seseorang. Lha wong di-'jajakan', berarti calon pembeli berhak buat memilih dong..
Saya paling GA SUKA BANGET sama penjual-penjual ga tau diri yang punya bakat kayak gitu, di awal sok ramah, nawarin barang, begitu diliat-liat dan ternyata ga cocok, eh langsung sewot dan pasang muka super ga enak. Kalo emang ga suka, ya ga usah nawarin! Dan yang paling penting ga usah jualan!

Saya pernah ngebentak seorang mba-mba muda yang jualan baju, yang awalnya sih manis banget, super ramah nawarin saya baju dengan berbagai model dan warna. Terus pas saya udah liat-liat barangnya, ternyata ga sesuai sama selera saya, dan saya memutuskan untuk ga jadi beli. Terus si mba penjual langsung pasang muka ga enak dan dengan ketusnya ngomong ke sesama penjual dengan nada yang rendah, "Dih, cuma liat doang!". Beeeeeeh.... emosi dooong! Untungnya telinga saya ini sangat peka dengan hal-hal macam itu, jadinya bisa denger apa yang si mba penjual omongin. Langsung aja saya bentak si mba penjual, "YANG IKHLAS DONG MBA KALO JUALAN!". Saat itu juga dia dibombardir dengan bentakan dari sang empunya toko baju. Puas rasanya ngomong kayak gitu tepat di depan muka si mba penjual yang saat itu juga langsung senyam senyum sok stabilitas. Cih..

Hal-hal kayak gitu, yang kadang ga disadari oleh banyak penjual, bahwa tindakan mereka yang kayak gitu sangat menunjukkan ketidakprofesionalan mereka dan justru akan membuat calon pembeli anti buat balik lagi ke kios atau toko mereka. Jadi, lebih baik sebelum memutuskan untuk menjadi seorang penjual, maka sadarilah bahwa kalian akan bertemu dengan banyak orang, baik dari kalangan bawah sampe kalangan atas, tua muda, pinter bodoh, semuanya harus mendapatkan pelayanan selayak mungkin. Jangan ngerasa menjadi penjual paling pinter dan menganggap calon pembeli bodoh. Itu sebabnya, seorang penjual harus sadar kalo mereka (mungkin) akan bertemu dengan calon-calon pembeli yang ga mereka harapkan, tapi harus tetap diberikan pelayanan yang layak.

Tapi saya ga men-generalisir semua penjual sandang kok. Ga sedikit juga penjual sandang yang saya temui bener-bener ikhlas, melayani dengan baik dan berbicara dengan ramah dan senyum yang beneran senyum, bukan senyum abal-abal. Biasanya penjual-penjual tipe kayak gini, yang bikin saya respek banget dan ga segan buat balik lagi ke tokonya. Bahkan ga jarang juga karena si pelayan yang ikhlas, saya jadi membeli barang yang mereka tawarkan padahal saya ga suka-suka banget.

Jadi, menurut saya, seorang penjual ga cuma butuh modal materi aja, tapi yang ga kalah penting adalah modal sabar dan ikhlas. Ga rugi kok bersikap ramah sama calon pembeli, selain ga bikin orang lain emosi juga bisa nambah pahala :)
 
Powered By Blogger