Haloooooo bloggie bloggie... I'm baaaack after a long rest time of writing.
So this is my first post in 2015.
2014 adalah tahun yang sangat dinamis, menemukan banyak hal baru yang pastinya menjadi resolusi di tahun itu. Walaupun ga semua berjalan dengan mulus, paling engga selalu ada hal yang bisa disyukuri di setiap perjalanannya. Alhamdulillah.
Dan sekarang.. mari kita hadapi 2015 dengan semangat yang baru, dengan hal yang bisa menjadi pelajaran dan bisa bermanfaat untuk ke depannya. Dan pastinya dengan resolusi baru yang ga kalah menantang dari tahun sebelumnya, karena tahun ini banyak keputusan besar yang perlu diambil dan memberikan dampak untuk seumur hidup. Guess what? Silahkan tebak sendiri hahahaha...
Jadi... di postingan terakhir saya tentang farewell di kantor lama. Saya sempat berhutang janji dengan beberapa pembaca kalau saya akan menceritakan tentang dunia baru saya selepas dari TV Rajawali.
Baiklah... Kalau dulu saya adalah tim Rajawali, sekarang saya adalah tim Merah. Yess, I'm the Red Team now. Saya bergabung di sebuah perusahaan telekomunikasi plat Merah yang (katanya) Indonesia banget. Cieh nasionalisme ni yeee.. *kibar bendera merah putih* INDONESIA RAYA MERDEKA MERDEKA TANAHKU NEGERIKU YANG KUCINTAAAAAA~ *abaikan suara fals saya*
Back to the topic, nama programnya adalah GPTP. Eh bukan program TV loh ya, ntar nunggu-nunggu program GPTP di TV sampe lebaran kuda nil juga ga bakalan ada. Eh tapi bisa jadi ada deng, Galau Pun Tak Papa. BUKAN. GPTP di sini adalah Great People Trainee Program, salah satu program dari perusahaan merah untuk karyawan baru. Dan ceritanya angkatan saya ini adalah first batch gitu deh. Horeeeeee tanjidoran!! *krik
So di program ini saya 'diplonco' (pake tanda kutip loh ya) untuk jadi karyawan yang okeh dan keceh pastinya. Ga cuma dari luarnya doang, tapi dari dalemnya juga. Cieh. Saya dididik selama 6 bulan, dan selama 6 bulan itu saya dapet banyaaaaaaaaaaaaaaak banget pengalaman, kenal orang baru, ilmu baru dan pasti jalan-jalan gratis plus dikasih duit HOHOHO. Gimana ga jalan-jalan, dalam 6 bulan aja saya bisa lompat dari 1 kota ke kota lain, Bogor - Jakarta- Semarang - Bali - Balikpapan - Bandung - Makassar sebagai pelabuhan terakhir (untuk sementara waktu). Terima kasih Merah, sungguh menyenangkan bisa belajar sambil jalan-jalan gratis :D
Walaupun di awal perjalanan ada krucuk-krucuk yang lumayan mengganggu konsentrasi, tapi Alhamdulillah dengan sekali FUH lenyap ditelan buaya. Plus ditambah adegan masuk rumah sakit di tengah perjalanan gara-gara kecapekan, tapi Alhamdulillah dengan sekali HAP penyakit lenyap ditelan infus. Walaupun di ending perjalanan sempet shock gara-gara SK penempatan, tapi Alhamdulillah dengan berkali-kali mengucap BISMILLAHIRAHMANIRAHIM muncullah semangat untuk mengaruhi bahtera rumah tangga, eeeeehh............. salah bahtera kehidupan baru sebagai anak rantau Sulawesi maksudnya. Sulawesi men Sulawesi! Yes tantangan baru hidup lebih jauh dari keluarga. Untunglah mereka support saya untuk ga manja (walau pada kenyataannya dikit-dikit balik, tekor juga sih), tapi mungkin Allah punya maksud nyuruh saya buat lebih mandiri.
DAN di sinilah sebenernya the trully most uncomfortable zone in my life. Mau tau cerita selanjutnya? Penasaran? Masa? Yakin? Penasaran apa Kepo? Oh Kepo.. Yauda deh. Jangan kemana-mana, tetap di Blokarium! :3 *dadah dadah*
.SWEET LIKE CANDY, FRESH LIKE MINT, WARM LIKE CHOCOLATE, FUN LIKE COLOUR, VALUABLE LIKE GOLD.
Showing posts with label intermezo. Show all posts
Showing posts with label intermezo. Show all posts
01 February 2015
12 April 2014
RCTI - 'House' of Beginning of My Life
RCTI.
Siapa sih yang ga kenal sama stasiun televisi nasional yang bergengsi ini? Stasiun televisi yang notabene udah mengudara hampir seperempat abad dan terus berjaya dengan berbagai program-program yang terus diproduksi. Berbagai ide kreatif mengalir untuk terus menciptakan sesuatu yang inovatif.
Suatu kebanggaan bagi saya menjadi bagian 'keluarga' di dalamnya, menjadi satu dari sekian banyak orang yang mungkin belum beruntung nasibnya untuk bergabung di stasiun televisi ini. Saya jadi inget waktu pertama kali apply ke RCTI, waktu itu saya nekat ke Jakarta bareng salah seorang teman untuk ke Job Fair di Senayan. Di tengah kerumunan orang, saya melihat stand RCTI yang luas dan penuh sama orang, tanpa berpikir panjang saya langsung drop CV ke salah satu HRD yang waktu itu tugas di sana. Selang beberapa minggu, saya dipanggil tes psikotest, lalu interview dua kali di hari yang berbeda, medical check up, sampai akhirnya saya dipanggil lagi untuk sign kontrak. Seneeeeeeng banget...
Pertama kali saya masuk RCTI, saya dikenalin sama salah satu kreatif yang bisa dibilang senior kali ya, Mas Fajar si lelaki Jogja yang sangat mengayomi, lemah lembut, keibuan dan super culas hahaha.. Dia yang ngajakin saya untuk pertama kali keliling kantor, dan ngenalin ke karyawan-karyawan lain. Semua sangat friendly, sangat welcome sama saya, ga ada tuh yang namanya senior-junior. Alhamdulillah saya merasa diterima dengan baik. Program pertama saya adalah Dahsyat. Program yang banyaaaaaak banget kasih saya ilmu dan pengalaman yang luar biasa. Saya belajar banyak dan mulai mengenal banyak orang. Dari program ini pula, saya semakin dekat dengan teman-teman di RCTI, tim yang solid walaupun sering beda pendapat, orang-orang yang ga cuma men-support program tapi juga mentingin kekeluargaan. Pokoknya istimewa deh, macam lagu Chibi..Chibi..Chibi..Hak..Hak..Hak!
Selain itu saya juga dikenalkan dengan program-program spesial lainnya yang menambah deretan pengalaman dan ilmu buat saya. Sampai akhirnya saya dipercaya untuk pegang program sebesar Miss World di tahun 2013. Seneng, bangga tapi juga capek! Hahaha.. Tapi ya semua dinikmati sampai akhirnya semua berjalan dengan baik, mulus dan tim pun merasa puas. Alhamdulillah..
RCTI juga yang mengenalkan saya pada berbagai macam karakter dari deretan orang-orang super keren di RCTI, di sini saya mengenal Papi JFK workaholic man yang sayang banget sama anak ceweknya, Opa Jahja yang ternyata tenarnya hampir ngalahin Olga, Mba Imel head creative saya di masa saya masuk pertama kali, yang anaknya kayak titisan bidadari dari khayangan saking gantengnya, Mba Indah yang sekarang udah jadi calon ibu, Mba Tita dan Mba Uki yang sekarang sedang meniti karir di luar RCTI, Mba Miti bundadari saking keibuannya, Duane cowok jomblo yang super duper genit, Mba Sasa si Sophia Latjuba KW50, Rea dan Shiera yang jd idola lelaki-lelaki kantor, Mba Nikita yang..... aaaah ga tau jelasinnya mau gimana, yang jelas selalu membully dan dibully hahahaha, Novan di bayi ganteng, Dedhit yang cintanya bertepuk sebelah bahu sama rea, Kak Irya kakak senior waktu kuliah yang makin ke sini makin keliatan gantengnya *eh, Mas Nuansa dan Mba Chika pasangan mia mia, ah semuanya yang ga bisa disebutin namanya satu-satu. Kalian Numero Uno!
...........
Setelah semuanya berlalu, akhirnya April 2014, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari RCTI. Rumah saya selama 1 tahun 7 bulan belakangan ini. Saya punya alasan-alasan sendiri kenapa akhirnya saya memutuskan untuk 'pergi', yang mungkin ga sepenuhnya bisa diterima oleh orang lain. Whatever.. They don't even know me that well.. Saya selalu percaya, bahwa semua keputusan dan pengorbanan itu selalu ada hikmahnya. You can't always standing on the same place without looking at your ownself and people around you.
Saya selalu berdoa untuk diberikan petunjuk atas semua gundah gulana yang saya rasakan (cailaaaaah gundah gulana pret..). Dan inilah yang ditunjukkan oleh Allah SWT. Saya bersyukur atas semua yang ditunjukkan kepada saya. Saya sangat sangat sangat mengapresiasi RCTI sebagai tempat yang sudah menjadikan saya seperti sekarang. Tempat yang luar biasa.
Mohon maaf atas semua kesalahan yang saya sengaja, yang ga disengaja, yang keliatan dan yang ga keliatan selama saya di RCTI. Akhirnya, terima kasih semua. Terima kasih tim dan crew semuanya mulai dari Production Operation, Production Support, Sales Marketing, MarComm, HRD, semuanya. Terima kasih teman-teman. Terima kasih sahabat dahSyat hahaha.. Terima kasih. Terima kasih sudah menjadi bagian dalam hidup saya dan menjadi 'rumah' pertama untuk mengawali jalan karir saya ke depan. Senang bisa mengenal dan menjadi bagian 'keluarga' RCTI, terima kasih atas semua pengalaman, pelajaran dan ilmu yang diberikan. Sekali lagi terima kasih :)
ps : terima kasih juga RCTI, gara-gara pengen nulis tulisan ini, akhirnya jadi nyentuh blog lagi yang udah lama ga dibelai :))
Siapa sih yang ga kenal sama stasiun televisi nasional yang bergengsi ini? Stasiun televisi yang notabene udah mengudara hampir seperempat abad dan terus berjaya dengan berbagai program-program yang terus diproduksi. Berbagai ide kreatif mengalir untuk terus menciptakan sesuatu yang inovatif.
Suatu kebanggaan bagi saya menjadi bagian 'keluarga' di dalamnya, menjadi satu dari sekian banyak orang yang mungkin belum beruntung nasibnya untuk bergabung di stasiun televisi ini. Saya jadi inget waktu pertama kali apply ke RCTI, waktu itu saya nekat ke Jakarta bareng salah seorang teman untuk ke Job Fair di Senayan. Di tengah kerumunan orang, saya melihat stand RCTI yang luas dan penuh sama orang, tanpa berpikir panjang saya langsung drop CV ke salah satu HRD yang waktu itu tugas di sana. Selang beberapa minggu, saya dipanggil tes psikotest, lalu interview dua kali di hari yang berbeda, medical check up, sampai akhirnya saya dipanggil lagi untuk sign kontrak. Seneeeeeeng banget...
Pertama kali saya masuk RCTI, saya dikenalin sama salah satu kreatif yang bisa dibilang senior kali ya, Mas Fajar si lelaki Jogja yang sangat mengayomi, lemah lembut, keibuan dan super culas hahaha.. Dia yang ngajakin saya untuk pertama kali keliling kantor, dan ngenalin ke karyawan-karyawan lain. Semua sangat friendly, sangat welcome sama saya, ga ada tuh yang namanya senior-junior. Alhamdulillah saya merasa diterima dengan baik. Program pertama saya adalah Dahsyat. Program yang banyaaaaaak banget kasih saya ilmu dan pengalaman yang luar biasa. Saya belajar banyak dan mulai mengenal banyak orang. Dari program ini pula, saya semakin dekat dengan teman-teman di RCTI, tim yang solid walaupun sering beda pendapat, orang-orang yang ga cuma men-support program tapi juga mentingin kekeluargaan. Pokoknya istimewa deh, macam lagu Chibi..Chibi..Chibi..Hak..Hak..Hak!
Selain itu saya juga dikenalkan dengan program-program spesial lainnya yang menambah deretan pengalaman dan ilmu buat saya. Sampai akhirnya saya dipercaya untuk pegang program sebesar Miss World di tahun 2013. Seneng, bangga tapi juga capek! Hahaha.. Tapi ya semua dinikmati sampai akhirnya semua berjalan dengan baik, mulus dan tim pun merasa puas. Alhamdulillah..
| good team, good job, good result. Yaaayy! |
| my last project. awesome! :) |
RCTI juga yang mengenalkan saya pada berbagai macam karakter dari deretan orang-orang super keren di RCTI, di sini saya mengenal Papi JFK workaholic man yang sayang banget sama anak ceweknya, Opa Jahja yang ternyata tenarnya hampir ngalahin Olga, Mba Imel head creative saya di masa saya masuk pertama kali, yang anaknya kayak titisan bidadari dari khayangan saking gantengnya, Mba Indah yang sekarang udah jadi calon ibu, Mba Tita dan Mba Uki yang sekarang sedang meniti karir di luar RCTI, Mba Miti bundadari saking keibuannya, Duane cowok jomblo yang super duper genit, Mba Sasa si Sophia Latjuba KW50, Rea dan Shiera yang jd idola lelaki-lelaki kantor, Mba Nikita yang..... aaaah ga tau jelasinnya mau gimana, yang jelas selalu membully dan dibully hahahaha, Novan di bayi ganteng, Dedhit yang cintanya bertepuk sebelah bahu sama rea, Kak Irya kakak senior waktu kuliah yang makin ke sini makin keliatan gantengnya *eh, Mas Nuansa dan Mba Chika pasangan mia mia, ah semuanya yang ga bisa disebutin namanya satu-satu. Kalian Numero Uno!
Setelah semuanya berlalu, akhirnya April 2014, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari RCTI. Rumah saya selama 1 tahun 7 bulan belakangan ini. Saya punya alasan-alasan sendiri kenapa akhirnya saya memutuskan untuk 'pergi', yang mungkin ga sepenuhnya bisa diterima oleh orang lain. Whatever.. They don't even know me that well.. Saya selalu percaya, bahwa semua keputusan dan pengorbanan itu selalu ada hikmahnya. You can't always standing on the same place without looking at your ownself and people around you.
Saya selalu berdoa untuk diberikan petunjuk atas semua gundah gulana yang saya rasakan (cailaaaaah gundah gulana pret..). Dan inilah yang ditunjukkan oleh Allah SWT. Saya bersyukur atas semua yang ditunjukkan kepada saya. Saya sangat sangat sangat mengapresiasi RCTI sebagai tempat yang sudah menjadikan saya seperti sekarang. Tempat yang luar biasa.
Mohon maaf atas semua kesalahan yang saya sengaja, yang ga disengaja, yang keliatan dan yang ga keliatan selama saya di RCTI. Akhirnya, terima kasih semua. Terima kasih tim dan crew semuanya mulai dari Production Operation, Production Support, Sales Marketing, MarComm, HRD, semuanya. Terima kasih teman-teman. Terima kasih sahabat dahSyat hahaha.. Terima kasih. Terima kasih sudah menjadi bagian dalam hidup saya dan menjadi 'rumah' pertama untuk mengawali jalan karir saya ke depan. Senang bisa mengenal dan menjadi bagian 'keluarga' RCTI, terima kasih atas semua pengalaman, pelajaran dan ilmu yang diberikan. Sekali lagi terima kasih :)
| it's not about goodbye, it's all about see you again guys! |
| terima kasih meja, seragam & ID card membanggakan :) |
ps : terima kasih juga RCTI, gara-gara pengen nulis tulisan ini, akhirnya jadi nyentuh blog lagi yang udah lama ga dibelai :))
24 February 2013
Cita-Cita vs Passion
Pernah ga bertanya saya diri sendiri, "apakah cita-cita saya itu adalah passion saya?".
Kalo belom, coba tanyakan.
Bagi saya, ga semua cita-cita itu adalah passion.
Seringnya manusia terjebak di dua kata itu, cita-cita dan passion.
Misalnya, si A punya cita-cita untuk masuk jurusan Arsitektur, setelah tercapai ternya dia sadar kalo dia ga punya passion di jurusan itu, dia ngerasa masuk Arsitektur itu cuma cita-cita yang setelah tercapai dia bisa merasakan kepuasan tersendiri, setelah dijalanin dia merasa passionnya itu di bidang desain interior.
Ati-ati ya guys, jangan sampe terjebak, kalo udah terjebak susah keluarnya.
Cita-cita dan passion, jadi dua hal yang sering banget menjadi jebakan betmen.
Tapi perlu diinget juga ya, meskipun ga semua cita-cita itu berakhir jadi passion, ada juga kok cita-cita yang akhirnya berujung pada passion, tinggal pinter-pinter untuk mengenali diri sendiri aja.
Intinya kenali dulu sama cita-cita dan kemauan diri sendiri, baru bisa menilai mana yang bener-bener passion kalian dan mana yang bukan.
Kalo belom, coba tanyakan.
Bagi saya, ga semua cita-cita itu adalah passion.
Seringnya manusia terjebak di dua kata itu, cita-cita dan passion.
Misalnya, si A punya cita-cita untuk masuk jurusan Arsitektur, setelah tercapai ternya dia sadar kalo dia ga punya passion di jurusan itu, dia ngerasa masuk Arsitektur itu cuma cita-cita yang setelah tercapai dia bisa merasakan kepuasan tersendiri, setelah dijalanin dia merasa passionnya itu di bidang desain interior.
Ati-ati ya guys, jangan sampe terjebak, kalo udah terjebak susah keluarnya.
Cita-cita dan passion, jadi dua hal yang sering banget menjadi jebakan betmen.
Tapi perlu diinget juga ya, meskipun ga semua cita-cita itu berakhir jadi passion, ada juga kok cita-cita yang akhirnya berujung pada passion, tinggal pinter-pinter untuk mengenali diri sendiri aja.
Intinya kenali dulu sama cita-cita dan kemauan diri sendiri, baru bisa menilai mana yang bener-bener passion kalian dan mana yang bukan.
Take Me Back To My Comfort Zone!
Saya ga pernah nyangka akhirnya saya 'terjebak' dalam situasi kayak gini.
'Terjebak' dalam situasi dimana saya sangat sangat sangat ingin waktu keulang lagi. SANGAT INGIN. Kalo ada yang jual mesin waktu, saya mau banget beli. Saya pernah baca di sebuah novel, ga ada gunanya mesin waktu, karna itu ga bikin hidup jadi lebih maju. Hmm.. bener sih, tapi bullshitlah sama kalimat itu, kali ini saya pengen banget punya mesin waktu.
Mesin yang ngembaliin saya ke tengah-tengah kehidupan yang menurut saya bener-bener hidup. Saya ngerasain kebersamaan, kenyamanan dan kebahagiaan dalam satu waktu. Masa dimana saya bener-bener ngerasa itu comfort zone saya. Masa dimana saya ga peduli orang mau bilang dan menilai apa, tapi saya hidup di tengah-tengah orang yang bener-bener jadi keluarga.
Kadang saya ngerasa childish karna belom bisa menerima keadaan dimana saya harus bisa berjuang untuk keluar dari comfort zone. Tapi manusia mana yang ga pengen balik ke comfort zone-nya? Semua orang pasti pengen balik ke masa comfort zone-nya masing-masing, hebatnya banyak di antara mereka yang berhasil untuk membangun benteng perjuangan mereka. Sayangnya..... saya belom, bahkan hampir pengen menyerah.
Mesin waktu.. kalo saya ketemu kamu, saya pengen bisa membuat kamu jadi mesin comfort zone. Mesin yang bisa membuat segala waktu menjadi comfort time yang akhirnya menciptakan comfort zone. *mimpi kok ga rasional sih Kar* *bodo!*
Anyway.. saya kangen kalian semua deh Jogja's Stuffs. Temen-temennya, kampusnya, dosen-dosennya, coffeeshopnya, jalanannya, macetnya, para penjual makanannya, semuanya! Iya, masa di jogja itu adalah masa paling ter-"comfort zone" saya. And I really want to rewind that time!
'Terjebak' dalam situasi dimana saya sangat sangat sangat ingin waktu keulang lagi. SANGAT INGIN. Kalo ada yang jual mesin waktu, saya mau banget beli. Saya pernah baca di sebuah novel, ga ada gunanya mesin waktu, karna itu ga bikin hidup jadi lebih maju. Hmm.. bener sih, tapi bullshitlah sama kalimat itu, kali ini saya pengen banget punya mesin waktu.
Mesin yang ngembaliin saya ke tengah-tengah kehidupan yang menurut saya bener-bener hidup. Saya ngerasain kebersamaan, kenyamanan dan kebahagiaan dalam satu waktu. Masa dimana saya bener-bener ngerasa itu comfort zone saya. Masa dimana saya ga peduli orang mau bilang dan menilai apa, tapi saya hidup di tengah-tengah orang yang bener-bener jadi keluarga.
Kadang saya ngerasa childish karna belom bisa menerima keadaan dimana saya harus bisa berjuang untuk keluar dari comfort zone. Tapi manusia mana yang ga pengen balik ke comfort zone-nya? Semua orang pasti pengen balik ke masa comfort zone-nya masing-masing, hebatnya banyak di antara mereka yang berhasil untuk membangun benteng perjuangan mereka. Sayangnya..... saya belom, bahkan hampir pengen menyerah.
Mesin waktu.. kalo saya ketemu kamu, saya pengen bisa membuat kamu jadi mesin comfort zone. Mesin yang bisa membuat segala waktu menjadi comfort time yang akhirnya menciptakan comfort zone. *mimpi kok ga rasional sih Kar* *bodo!*
Anyway.. saya kangen kalian semua deh Jogja's Stuffs. Temen-temennya, kampusnya, dosen-dosennya, coffeeshopnya, jalanannya, macetnya, para penjual makanannya, semuanya! Iya, masa di jogja itu adalah masa paling ter-"comfort zone" saya. And I really want to rewind that time!
29 January 2013
My Job, My "Alarm"
*Sapu-sapu blog* *Kibas-kibas sarang laba-laba*
Udah 4 bulan saya ga menyentuh blog ini.
Ah kangen bercerita banyak hal tentang kehidupan, kegiatan, keluarga, pertemanan sampai percintaan.
Okelah.. saya mau share sedikit tentang kehidupan saya sekarang.
Syukur Alhamdulillah.. saya udah kerja di sebuah perusahaan televisi swasta di Jakarta. Salah satu cita-cita saya dari SMP, dan alasan kenapa saya masuk Komunikasi UGM. Tercapai. Iya, tercapai. Alhamdulillah, Allah memang baik :)
Sejak pertama saya masuk kerja 3 bulan lalu, saya dapet program reguler yang saya sendiri ga pernah bahkan anti buat nonton program itu sebelumnya. Hahaha.. but job must go on dong, ga mungkin banget saya langsung cuss dari kerjaan saya cuma gara-gara ga pernah nonton program itu sebelumnya.
Yasudahlah.. Mari kita kerjakan tugas ini sebaik-baiknya.
Tugas "alarm" saya yang baru. Gimana ga disebut tugas "alarm", jaman kuliah dan jobseeker dulu, jam bangun tidur dominan di atas jam 9 bahkan di atas jam 11. *mbak, maaf mau tanya, situ anak gadis apa bukan ya? bangun kok seenak udel*
Oke lanjut.. Diawali dengan ke kantor jam 6 pagi hampir setiap hari dan pulang dengan jam yang tentatif, ngebuat saya agak 'kaget' dan drop di awal.
Tapi work must go on, saya ikutin alur kerjanya dan mencoba buat beradaptasi dengan situasi dan lingkungan kantor. Yes.. I got the 'feel'. Ini yang saya cari dari dulu!
Kerja di belakang layar, ketemu banyak orang baru dan pastinya relasi yang bisa jadi link ke depannya. Damn.. Semuanya terwujud dari tempat dan program ini!
Ga lupa, di kantor ini saya ga cuma pegang program reguler, kadang saya juga dikasih 'sidejob' dengan menghandle program spesial, macam konser-konser Jennifer Lopez, Beyonce, Rihanna, Justin Bieber dan lain-lain.. Keren kan? Iyalah keren, namanya juga mimpi.
Bukan, saya bukan menghandle konser macam itu.. kadang saya ngehandle program konser spesial, macam Konser Khusus 2 jam gitulah.
SERU! Iya kerja di sini seru banget, waktu di kantor ga berasa asalkan dikelilingi sama tim yang enak dan kerjaan yang kita suka.
Tapi dibalik keseruan itu, ternyata saya punya PR baru..
Badan. Iya badan saya ini jadi PR sekarang. Yaaa semoga badannya tetap kuat dan semangat serta tidak lemah letih lesu lunglai lemas.
Well.. itu sekilas tentang dunia baru saya.
Doakan saya tambah betah ya :)
Damn I miss this blog very much,
I"ll write down other stories as soon as possible.
See you again blokarium bloggie :*
Udah 4 bulan saya ga menyentuh blog ini.
Ah kangen bercerita banyak hal tentang kehidupan, kegiatan, keluarga, pertemanan sampai percintaan.
Okelah.. saya mau share sedikit tentang kehidupan saya sekarang.
Syukur Alhamdulillah.. saya udah kerja di sebuah perusahaan televisi swasta di Jakarta. Salah satu cita-cita saya dari SMP, dan alasan kenapa saya masuk Komunikasi UGM. Tercapai. Iya, tercapai. Alhamdulillah, Allah memang baik :)
Sejak pertama saya masuk kerja 3 bulan lalu, saya dapet program reguler yang saya sendiri ga pernah bahkan anti buat nonton program itu sebelumnya. Hahaha.. but job must go on dong, ga mungkin banget saya langsung cuss dari kerjaan saya cuma gara-gara ga pernah nonton program itu sebelumnya.
Yasudahlah.. Mari kita kerjakan tugas ini sebaik-baiknya.
Tugas "alarm" saya yang baru. Gimana ga disebut tugas "alarm", jaman kuliah dan jobseeker dulu, jam bangun tidur dominan di atas jam 9 bahkan di atas jam 11. *mbak, maaf mau tanya, situ anak gadis apa bukan ya? bangun kok seenak udel*
Oke lanjut.. Diawali dengan ke kantor jam 6 pagi hampir setiap hari dan pulang dengan jam yang tentatif, ngebuat saya agak 'kaget' dan drop di awal.
Tapi work must go on, saya ikutin alur kerjanya dan mencoba buat beradaptasi dengan situasi dan lingkungan kantor. Yes.. I got the 'feel'. Ini yang saya cari dari dulu!
Kerja di belakang layar, ketemu banyak orang baru dan pastinya relasi yang bisa jadi link ke depannya. Damn.. Semuanya terwujud dari tempat dan program ini!
Ga lupa, di kantor ini saya ga cuma pegang program reguler, kadang saya juga dikasih 'sidejob' dengan menghandle program spesial, macam konser-konser Jennifer Lopez, Beyonce, Rihanna, Justin Bieber dan lain-lain.. Keren kan? Iyalah keren, namanya juga mimpi.
Bukan, saya bukan menghandle konser macam itu.. kadang saya ngehandle program konser spesial, macam Konser Khusus 2 jam gitulah.
SERU! Iya kerja di sini seru banget, waktu di kantor ga berasa asalkan dikelilingi sama tim yang enak dan kerjaan yang kita suka.
Tapi dibalik keseruan itu, ternyata saya punya PR baru..
Badan. Iya badan saya ini jadi PR sekarang. Yaaa semoga badannya tetap kuat dan semangat serta tidak lemah letih lesu lunglai lemas.
Well.. itu sekilas tentang dunia baru saya.
Doakan saya tambah betah ya :)
Damn I miss this blog very much,
I"ll write down other stories as soon as possible.
See you again blokarium bloggie :*
25 July 2012
repost: (500) Days of Summer
Ceritanya abis buka blog ini ... Terus pengen posting juga hihihi..
Rasanya kayak 'gyuuuut' moment. Hahaha apaan sih.. Pokoknya gitu deh ya..
Rasanya kayak 'gyuuuut' moment. Hahaha apaan sih.. Pokoknya gitu deh ya..
- People change. Feelings change. It
doesn't mean that the love once shared wasn't true and real. It simply
just means that sometimes when people grow, they grow apart. -
21 July 2012
Call "it" what?
Call it, we have sensitivity instinct. I don't know. Just want to make sure that it isn't. Or maybe........ it is.
30 May 2012
Sukanya Random
#31haringetikdiblog
Semalem saya sempat mengalami susah tidur alias insomnia. Hasil dari susah tidur semalam, adalah sebuah pemikiran random yang ntah darimana saya menemukannya.
Berdasarkan dari pengalaman dan pengamatan yang ada di sekitar saya, saya berpikiran bahwa pacar yang ketemunya ga disangka-sangka akan lebih awet masa pacarannya dibandingkan dengan pacar yang berawal dari pertemanan. Ga tau itu bener apa engga..
Hasil pemikiran random tersebut menghasilkan beberapa analisis sederhana, berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya.
1. Biasanya perempuan itu males buat pacaran sama temen laki-lakinya karena udah merasa cocok sebagai teman.
2. Biasanya perempuan itu ga mau merusak suatu hubungan pertemanan hanya karena suatu hubungan berkomitmen dengan teman laki-lakinya.
3. Biasanya perempuan itu menolak teman laki-lakinya untuk menjadi pacar, karena udah memikirkan jangka panjang, misal kalo nanti putus, bisa jadinya hubungannya jadi ga enak. Nah hal semacam itu yang biasanya dihindari oleh perempuan.
4. Biasanya perempuan kalo udah nyaman berteman sama teman laki-lakinya, maka ia akan tetap menganggap si laki-laki sebagai teman atau bahkan sahabatnya.
5. Saya pribadi sebagai perempuan, akan merasakan sesuatu yang berbeda apabila ada laki-laki yang mendekati karena memang tujuannya jelas, bukan dengan menjadikan pertemanan sebagai modus. Kalo mau pendekatan ya pendekatan.
6. Biasanya laki-laki yang udah punya 'perasaan' sama seorang perempuan sejak awal dan bukan naksir-naksir biasa, akan menunjukkan sikap yang berbeda dibandingkan dengan teman perempuannya. Hal itu juga yang bisa dijadikan penilaian oleh seorang perempuan.
Itu sekian hasil analisis sederhana dari pemikiran random saya. Saya sendiri pun ga tau itu bener apa engga. Kalaupun ga semua perempuan merasakan hal itu, paling engga keenam poin itu mewakili apa yang saya rasakan. Tapi saya sendiri juga ga menganggap kalo pasangan yang pacarannya berawal dari temenan itu pasti ga akan lama, atau kalaupun lama pasti ujungnya putus. Ada juga teman-teman saya yang pacarannya berawal dari temenan dan sepertinya baik-baik aja.
Pemikiran random saya di atas, bukan berarti men-generalisir. Itu hanya sebuah rumus yang terlintas di pikiran.
Kalau yang namanya sayang, tulus dan saling melengkapi sih, mau berawal dari temenan kek, mau ga sengaja ketemu di pasar kek, mau ga sengaja tabrakan di jalan kek, mau ga sengaja kenalan di halte bis kek, mau ga sengaja ngeliat di restoran kek, insyaAllah hubungannya akan berakhir dengan indah (kebanyakan nonton FTV si karlo), eh tapi emang bener kok hehehe :)
Semalem saya sempat mengalami susah tidur alias insomnia. Hasil dari susah tidur semalam, adalah sebuah pemikiran random yang ntah darimana saya menemukannya.
Berdasarkan dari pengalaman dan pengamatan yang ada di sekitar saya, saya berpikiran bahwa pacar yang ketemunya ga disangka-sangka akan lebih awet masa pacarannya dibandingkan dengan pacar yang berawal dari pertemanan. Ga tau itu bener apa engga..
Hasil pemikiran random tersebut menghasilkan beberapa analisis sederhana, berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya.
1. Biasanya perempuan itu males buat pacaran sama temen laki-lakinya karena udah merasa cocok sebagai teman.
2. Biasanya perempuan itu ga mau merusak suatu hubungan pertemanan hanya karena suatu hubungan berkomitmen dengan teman laki-lakinya.
3. Biasanya perempuan itu menolak teman laki-lakinya untuk menjadi pacar, karena udah memikirkan jangka panjang, misal kalo nanti putus, bisa jadinya hubungannya jadi ga enak. Nah hal semacam itu yang biasanya dihindari oleh perempuan.
4. Biasanya perempuan kalo udah nyaman berteman sama teman laki-lakinya, maka ia akan tetap menganggap si laki-laki sebagai teman atau bahkan sahabatnya.
5. Saya pribadi sebagai perempuan, akan merasakan sesuatu yang berbeda apabila ada laki-laki yang mendekati karena memang tujuannya jelas, bukan dengan menjadikan pertemanan sebagai modus. Kalo mau pendekatan ya pendekatan.
6. Biasanya laki-laki yang udah punya 'perasaan' sama seorang perempuan sejak awal dan bukan naksir-naksir biasa, akan menunjukkan sikap yang berbeda dibandingkan dengan teman perempuannya. Hal itu juga yang bisa dijadikan penilaian oleh seorang perempuan.
Itu sekian hasil analisis sederhana dari pemikiran random saya. Saya sendiri pun ga tau itu bener apa engga. Kalaupun ga semua perempuan merasakan hal itu, paling engga keenam poin itu mewakili apa yang saya rasakan. Tapi saya sendiri juga ga menganggap kalo pasangan yang pacarannya berawal dari temenan itu pasti ga akan lama, atau kalaupun lama pasti ujungnya putus. Ada juga teman-teman saya yang pacarannya berawal dari temenan dan sepertinya baik-baik aja.
Pemikiran random saya di atas, bukan berarti men-generalisir. Itu hanya sebuah rumus yang terlintas di pikiran.
Kalau yang namanya sayang, tulus dan saling melengkapi sih, mau berawal dari temenan kek, mau ga sengaja ketemu di pasar kek, mau ga sengaja tabrakan di jalan kek, mau ga sengaja kenalan di halte bis kek, mau ga sengaja ngeliat di restoran kek, insyaAllah hubungannya akan berakhir dengan indah (kebanyakan nonton FTV si karlo), eh tapi emang bener kok hehehe :)
28 May 2012
Random of 'Nano-Nano'
#31haringetikdiblog
Kadang saya bertanya, kenapa masa lalu itu begitu bisa membuat kita terlarut? Larut dalam kenangan, kesedihan, kemarahan, kekecewaan, ketakutan bahkan juga kerinduan. Bahkan ga sedikit yang merasa bahwa masa lalu yang pahit itu akan indah pada waktunya. Ah.. so prek banget itu. Indah pada waktunya? Kapan? Setaun? Dua taun? Tiga taun? Sepuluh taun? Dua puluh taun? Seratus taun? Kapan? Kalopun memang akan indah, itu ga akan indah dengan sendirinya.
Sering kita terjebak dalam masa lalu. Hal itu yang bikin kita kadang jadi terlalu lemah untuk sekedar melangkahkan kaki kita menuju yang lebih baik. Jangankan yang lebih baik, melangkahkan kaki untuk sekedar menikmati hidup pun susah. Ntah itu karena kita yang terlalu tulus atau kita yang terlalu bodoh.
Masa lalu.. Begitu se-nano-nano itukah dirimu? Sehingga membuat kenangan yang menyedihkan dan mengecewakan itu menjadi hal yang dirindukan sekaligus ditakutkan?
Kadang saya bertanya, kenapa masa lalu itu begitu bisa membuat kita terlarut? Larut dalam kenangan, kesedihan, kemarahan, kekecewaan, ketakutan bahkan juga kerinduan. Bahkan ga sedikit yang merasa bahwa masa lalu yang pahit itu akan indah pada waktunya. Ah.. so prek banget itu. Indah pada waktunya? Kapan? Setaun? Dua taun? Tiga taun? Sepuluh taun? Dua puluh taun? Seratus taun? Kapan? Kalopun memang akan indah, itu ga akan indah dengan sendirinya.
Sering kita terjebak dalam masa lalu. Hal itu yang bikin kita kadang jadi terlalu lemah untuk sekedar melangkahkan kaki kita menuju yang lebih baik. Jangankan yang lebih baik, melangkahkan kaki untuk sekedar menikmati hidup pun susah. Ntah itu karena kita yang terlalu tulus atau kita yang terlalu bodoh.
Masa lalu.. Begitu se-nano-nano itukah dirimu? Sehingga membuat kenangan yang menyedihkan dan mengecewakan itu menjadi hal yang dirindukan sekaligus ditakutkan?
26 May 2012
Long Distance Relationship
#31haringetikdiblog
SIAPA YANG PERNAH LDR-AAAAAAAAN??????
NGACUUUUUUUNG!!!!!!
SIAPA YANG PERNAH PUTUS GARA-GARA LDR-AAAAAAAAN???????
NGACUUUUUUUUNG!!!!!!!!
SIAPA YANG DICUEKIN SAMA PACARNYA GARA-GARA EFEK DARI LDR-AAAAAAN?????
NGACUUUUUUUUUNG!!!!!!
SIAPA YANG PERNAH DISELINGKUHIN SAMA PACARNYA PAS LAGI LDR-AAAAAN??????
NGACUUUUUUUNG!!!!!!
SIAPA YANG GA PERNAH DIJENGUKIN SAMA PACARNYA PAS LDR-AAAAAAAN??????
NGACUUUUUUUNG!!!!!!!
CIYEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHHHHH~~~
Long Distance Relationship atau LDR, memang sering jadi sumber dari sejuta masalah dalam suatu hubungan anak manusia.
Banyak yang menyalahkan jarak ketika suatu hubungan komitmen akhirnya harus kandas di tengah jalan. Ada yang karna pacarnya berubah jadi cuek, ada yang pacarnya ga pernah pulang buat nengokin, ada yang pacarnya ga perhatian, ada yang pacarnya ga pernah telpon bbm skype, bahkan ada yang pacarnya selingkuh, semua sering terjadi dan menyalahkan jarak.
Sebenernya sih, menurut saya, itu balik ke masing-masing individu, balik ke setiap orang yang ngejalanin LDR itu. Siap atau ga siap, selama ada komitmen, kita ga bisa menyalahkan jarak.
Tapi bagi beberapa orang, LDR itu menjadi suatu hal yang haram untuk dilakukan. Ada sebagian orang yang menganggap, LDR doesn't work. Bahkan ada yang berlagak bego, dengan bertanya "apa sih LDR itu?".
Well.. menurut saya emang ga semua orang bisa bertahan dalam kondisi LDR, karena LDR menguji setiap kesabaran yang kita punya. Kadang buat orang yang cenderung gengsian, kondisi LDR ini sedikit bikin makan hati, tapi karena percaya akan komitmen yang dipegang, jadi ya ditahan-tahan aja. Ujung-ujungnya bisa meledak dan akhirnya... putus juga. (yang ini agak curhat :p)
Tapi dibalik itu, menurut saya LDR bisa memberikan efek positif, yang paling terlihat mungkin pada perubahan karakter seseorang. Dari yang tadinya ga sabaran bisa mulai jadi sabar, dari yang tadinya manja bisa mulai jadi mandiri, dari yang tadinya egois mulai jadi pengertian, dari yang tadinya cuek bebek mulai jadi agak perhatian (kalo yang ini agak susah), dari yang tadinya kekanak-kanakan mulai jadi dewasa (ini juga agak susah) dan perubahan-perubahan lainnya.
Karena itu, suatu hubungan LDR ga bisa cuma dikendalikan oleh satu orang, kedua orang yang terlibat komitmen dalam satu hubungan harus bisa saling menjaga dan saling mengerti. Ga bisa cuma mau dimengerti, tapi ga mau mengerti. Ga bisa juga mau diperhatiin, tapi ga mau merhatiin. Ga bisa juga cuma mau dihubungin, tapi ga mau ngehubungin. Timbal balik itu perlu. Jangan lupa komunikasi dan kepercayaan jadi nomer satu. *cieeeeh lagak lu kar!*
Intinya, LDR itu ga cuma masalah jarak, tapi bagaimana setiap orang bisa mengendalikan diri, memahami suatu hubungan dan ga dipermainkan oleh jarak itu sendiri.
Selamat ber-LDR :D
SIAPA YANG PERNAH LDR-AAAAAAAAN??????
NGACUUUUUUUNG!!!!!!
SIAPA YANG PERNAH PUTUS GARA-GARA LDR-AAAAAAAAN???????
NGACUUUUUUUUNG!!!!!!!!
SIAPA YANG DICUEKIN SAMA PACARNYA GARA-GARA EFEK DARI LDR-AAAAAAN?????
NGACUUUUUUUUUNG!!!!!!
SIAPA YANG PERNAH DISELINGKUHIN SAMA PACARNYA PAS LAGI LDR-AAAAAN??????
NGACUUUUUUUNG!!!!!!
SIAPA YANG GA PERNAH DIJENGUKIN SAMA PACARNYA PAS LDR-AAAAAAAN??????
NGACUUUUUUUNG!!!!!!!
CIYEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHHHHH~~~
Long Distance Relationship atau LDR, memang sering jadi sumber dari sejuta masalah dalam suatu hubungan anak manusia.
Banyak yang menyalahkan jarak ketika suatu hubungan komitmen akhirnya harus kandas di tengah jalan. Ada yang karna pacarnya berubah jadi cuek, ada yang pacarnya ga pernah pulang buat nengokin, ada yang pacarnya ga perhatian, ada yang pacarnya ga pernah telpon bbm skype, bahkan ada yang pacarnya selingkuh, semua sering terjadi dan menyalahkan jarak.
Sebenernya sih, menurut saya, itu balik ke masing-masing individu, balik ke setiap orang yang ngejalanin LDR itu. Siap atau ga siap, selama ada komitmen, kita ga bisa menyalahkan jarak.
Tapi bagi beberapa orang, LDR itu menjadi suatu hal yang haram untuk dilakukan. Ada sebagian orang yang menganggap, LDR doesn't work. Bahkan ada yang berlagak bego, dengan bertanya "apa sih LDR itu?".
Well.. menurut saya emang ga semua orang bisa bertahan dalam kondisi LDR, karena LDR menguji setiap kesabaran yang kita punya. Kadang buat orang yang cenderung gengsian, kondisi LDR ini sedikit bikin makan hati, tapi karena percaya akan komitmen yang dipegang, jadi ya ditahan-tahan aja. Ujung-ujungnya bisa meledak dan akhirnya... putus juga. (yang ini agak curhat :p)
Tapi dibalik itu, menurut saya LDR bisa memberikan efek positif, yang paling terlihat mungkin pada perubahan karakter seseorang. Dari yang tadinya ga sabaran bisa mulai jadi sabar, dari yang tadinya manja bisa mulai jadi mandiri, dari yang tadinya egois mulai jadi pengertian, dari yang tadinya cuek bebek mulai jadi agak perhatian (kalo yang ini agak susah), dari yang tadinya kekanak-kanakan mulai jadi dewasa (ini juga agak susah) dan perubahan-perubahan lainnya.
Karena itu, suatu hubungan LDR ga bisa cuma dikendalikan oleh satu orang, kedua orang yang terlibat komitmen dalam satu hubungan harus bisa saling menjaga dan saling mengerti. Ga bisa cuma mau dimengerti, tapi ga mau mengerti. Ga bisa juga mau diperhatiin, tapi ga mau merhatiin. Ga bisa juga cuma mau dihubungin, tapi ga mau ngehubungin. Timbal balik itu perlu. Jangan lupa komunikasi dan kepercayaan jadi nomer satu. *cieeeeh lagak lu kar!*
Intinya, LDR itu ga cuma masalah jarak, tapi bagaimana setiap orang bisa mengendalikan diri, memahami suatu hubungan dan ga dipermainkan oleh jarak itu sendiri.
Selamat ber-LDR :D
21 May 2012
SELO
#31haringetikdiblog
SELO.
Apa sih selo itu?
Selo itu adalah waktu luang, dimana seseorang ga punya kerjaan dan hanya blah bloh. Iya, itu yang namanya selo. Dalam definisi saya.
Selo, menjadi suatu hal yang sangat diidam-idamkan oleh sebagian besar orang, terutama bagi mereka yang memiliki intensitas kegiatan yang cukup tinggi. Gimana ga diidamkan.. Dengan mendapatkan keseloan, kita bisa melakukan segala hal yang kita mau sesuka hati, termasuk bermalas-malasan seharian di tempat tidur. Banyak orang mengejar si selo ini untuk menikmati hidupnya. Sayang... si selo ini ga cukup banyak ditemui. Banyak orang merasa bahwa selo yang ada dalam 1 minggu terlalu sedikit, yaitu hanya sabtu dan minggu.
Meskipun namanya hanya terdiri dari 4 huruf, tapi si selo ini rupanya dapat menarik perhatian dari berbagai kalangan. Tukang becak, pedagang, supir angkot, kuli, anak sekolah, kuliahan, kerja, ibu rumah tangga bahkan presiden sekalipun PASTI sangat menginginkan hal bernama selo ini, meskipun kadar yang mereka butuhkan berbeda-beda. Gimanapun itu, selo akan menjadi suatu hal yang ditunggu oleh banyak orang.
Tapi ketahuilah, hidup selo berkepanjangan ga selalu membuat hidup bahagia. Banyak orang yang jadi stres karena hidupnya terlalu selo. Seperti yang saya bilang sebelumnya, bahwa meskipun selo selalu ditunggu dan diidamkan setiap orang tapi kadar selo yang dibutuhkan setiap orang juga berbeda. Ada orang yang butuh waktu selo sehari, dua hari, tiga hari, empat hari, seminggu, dua minggu, sebulan, tapi ada juga yang cuma butuh waktu selo 1 jam. Semua tergantung kadar kebutuhan.
Hati-hati selo yang terlalu lama bisa merugikan diri sendiri, karena dengan selo terlalu lama berarti kita mengurangi produktivitas kita, yang berujung pada pemborosan waktu dan stres pada diri sendiri.
Maka jangan terkecoh oleh keseloan yang ada. Carilah si 'selo' ini ketika anda butuh dan jangan terjebak terlalu lama di dalamnya :D
SELO.
Apa sih selo itu?
Selo itu adalah waktu luang, dimana seseorang ga punya kerjaan dan hanya blah bloh. Iya, itu yang namanya selo. Dalam definisi saya.
Selo, menjadi suatu hal yang sangat diidam-idamkan oleh sebagian besar orang, terutama bagi mereka yang memiliki intensitas kegiatan yang cukup tinggi. Gimana ga diidamkan.. Dengan mendapatkan keseloan, kita bisa melakukan segala hal yang kita mau sesuka hati, termasuk bermalas-malasan seharian di tempat tidur. Banyak orang mengejar si selo ini untuk menikmati hidupnya. Sayang... si selo ini ga cukup banyak ditemui. Banyak orang merasa bahwa selo yang ada dalam 1 minggu terlalu sedikit, yaitu hanya sabtu dan minggu.
Meskipun namanya hanya terdiri dari 4 huruf, tapi si selo ini rupanya dapat menarik perhatian dari berbagai kalangan. Tukang becak, pedagang, supir angkot, kuli, anak sekolah, kuliahan, kerja, ibu rumah tangga bahkan presiden sekalipun PASTI sangat menginginkan hal bernama selo ini, meskipun kadar yang mereka butuhkan berbeda-beda. Gimanapun itu, selo akan menjadi suatu hal yang ditunggu oleh banyak orang.
Tapi ketahuilah, hidup selo berkepanjangan ga selalu membuat hidup bahagia. Banyak orang yang jadi stres karena hidupnya terlalu selo. Seperti yang saya bilang sebelumnya, bahwa meskipun selo selalu ditunggu dan diidamkan setiap orang tapi kadar selo yang dibutuhkan setiap orang juga berbeda. Ada orang yang butuh waktu selo sehari, dua hari, tiga hari, empat hari, seminggu, dua minggu, sebulan, tapi ada juga yang cuma butuh waktu selo 1 jam. Semua tergantung kadar kebutuhan.
Hati-hati selo yang terlalu lama bisa merugikan diri sendiri, karena dengan selo terlalu lama berarti kita mengurangi produktivitas kita, yang berujung pada pemborosan waktu dan stres pada diri sendiri.
Maka jangan terkecoh oleh keseloan yang ada. Carilah si 'selo' ini ketika anda butuh dan jangan terjebak terlalu lama di dalamnya :D
18 May 2012
17 May 2012
Random (again)
#31haringetikdiblog
Sometimes we just want to be treated as we should be. But................... we just can't.
Sometimes we just want to be treated as we should be. But................... we just can't.
16 May 2012
Random
#31haringetikdiblog
Agaknya saya lagi kurang mood buat menulis hari Ini.
Saya cuma mau memberikan beberapa pertanyaan pada postingan kali ini.
Apakah kalian pernah merasa tidak padahal iya?
Apakah kalian pernah merasa kurang padahal lebih?
Apakah kalian pernah merasa di belakang padahal di depan?
Apakah kalian pernah merasa sepi padahal ramai?
Apakah kalian pernah merasa dihina padahal dipuji?
Apakah kalian pernah merasa ga disayang padahal dicinta?
Sekian. Terima kasih.
Agaknya saya lagi kurang mood buat menulis hari Ini.
Saya cuma mau memberikan beberapa pertanyaan pada postingan kali ini.
Apakah kalian pernah merasa tidak padahal iya?
Apakah kalian pernah merasa kurang padahal lebih?
Apakah kalian pernah merasa di belakang padahal di depan?
Apakah kalian pernah merasa sepi padahal ramai?
Apakah kalian pernah merasa dihina padahal dipuji?
Apakah kalian pernah merasa ga disayang padahal dicinta?
Sekian. Terima kasih.
04 May 2012
#31haringetikdiblog
Menulis itu karya, apapun bentuknya. Perkenalkan salah satu gerakan yang menghargai karya tulisan: #31harimenulis. #31harimenulis adalah sebuah (sebut saja) gerakan yang dimotori oleh kakak angkatan saya di Komunikasi UGM untuk mengajak anak-anak muda menulis apapun itu di blognya. Unik ya? Unik dooooong, lulusan Komunikasi UGM!
Hahaha anyway #31harimenulis ini selalu dilakukan pada bulan mei, dan tahun ini adalah tahun kedua gerakan itu dilakukan. Sebenernya saya pengen banget ikutan, tapi saya juga bingung kenapa kemaren saya ga daftar hahaha.. Sistemnya jadi kayak denda, setiap peserta harus menulis di blognya selama 31 hari di bulan mei, dan bagi yang 'bolong' alias ga nulis akan didenda 20.000/hari. Jadi selain ngajak anak muda buat nulis, kita juga diajak untuk bertanggung jawab. Wedyaaaaan.. Asik tenan tho..
Yaudalah, karena saya udah telat daftar, saya ikutan untuk diri saya sendiri, judulnya #31haringetikdiblog. Rule of #31haringetikdiblog khusus bagi Karla adalah denda 5000 (aja) per hari kalo bolong nulis di blog. Duitnya harus dimasukin celengan, dan baru boleh dibuka pas akhir bulan hahahaha.. Jadi kayak nabung buat diri sendiri. Lumayaaaan..
Nah berhubung bulan mei, udah lewat 3 hari, jadi saya udah nyelengin 15.000 di celengan yang saya sendiri belom beli :p
Oiya buat temen-temen yang mau baca postingan peserta #31harimenulis bisa langsung dicek di sini :)
Hahaha anyway #31harimenulis ini selalu dilakukan pada bulan mei, dan tahun ini adalah tahun kedua gerakan itu dilakukan. Sebenernya saya pengen banget ikutan, tapi saya juga bingung kenapa kemaren saya ga daftar hahaha.. Sistemnya jadi kayak denda, setiap peserta harus menulis di blognya selama 31 hari di bulan mei, dan bagi yang 'bolong' alias ga nulis akan didenda 20.000/hari. Jadi selain ngajak anak muda buat nulis, kita juga diajak untuk bertanggung jawab. Wedyaaaaan.. Asik tenan tho..
Yaudalah, karena saya udah telat daftar, saya ikutan untuk diri saya sendiri, judulnya #31haringetikdiblog. Rule of #31haringetikdiblog khusus bagi Karla adalah denda 5000 (aja) per hari kalo bolong nulis di blog. Duitnya harus dimasukin celengan, dan baru boleh dibuka pas akhir bulan hahahaha.. Jadi kayak nabung buat diri sendiri. Lumayaaaan..
Nah berhubung bulan mei, udah lewat 3 hari, jadi saya udah nyelengin 15.000 di celengan yang saya sendiri belom beli :p
Oiya buat temen-temen yang mau baca postingan peserta #31harimenulis bisa langsung dicek di sini :)
21 April 2012
Salahkah saya?
Kadang saya suka bertanya pada diri saya sendiri.
Salahkah saya memiliki keluarga dengan kondisi berkecukupan?
Salahkah saya menaiki motor atau mobil, sedangkan di luar sana ada ibu atau bapak yang menggowes sepeda bututnya?
Salahkah saya memiliki rumah dan kamar yang luas, sedangkan di luar sana ada ibu atau bapak yang hanya beralaskan tanah dengan dinding kardus sebagai rumahnya?
Salahkah saya duduk di sebuah cafe sambil menikmati secangkir cokelat hangat, sedangkan di luar sana ada anak kecil mengais botol plastik di kotak sampah?
Salahkah saya menenteng tas belanjaan dari sebuah mall, sedangkan di luar sana ada ibu tua yang hanya menggendong tas hasil memulungnya seharian?
Salahkah saya tidur di kamar dengan kasur empuk dan udara sejuk dari kipas angin atau AC di siang hari, sedangkan di luar sana ada sekelompok orang berjualan koran di siang hari yang panas?
Salahkah saya?
Pertanyaan-pertanyaan itu sering muncul di benak saya. Mengapa Tuhan tidak menciptakan manusia dengan derajat yang sama? Minimal dengan keadaan sosial yang sama. Atau minimal lagi dalam kondisi serendah-rendahnya hidup sederhana.
Mengapa harus ada kata "miskin" di dunia ini?
Kadang saya berpikir, apakah saya seorang perempuan yang baru berusia 21 tahun pantas duduk di sebuah mobil ber-AC, sedangkan di sebelah saya ada seorang bapak tua keriput menaiki sepeda ontelnya. Apakah itu cukup adil?
Jujur, saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri.
Tapi, apa sih yang bisa saya lakukan selain membantu mereka dalam bentuk menyumbang. Paling tidak saya hanya bisa menyisihkan sedikit uang jajan saya untuk diberikan kepada mereka yang memang benar-benar membutuhkan.
Kadang saya berpikir, semua yang saya punya ini adalah rezeki dari Allah. Mereka yang hidup berkekurangan pun pasti memiliki rezekinya sendiri. Tapi kenapa harus ada istilah kaya dan miskin di dunia ini? Kenapa harus ada istilah atas dan bawah di dunia ini? Bukannya semua manusia itu sama di mata Tuhan? Kalau begitu, kenapa manusia harus diciptakan dalam kondisi hidup yang berbeda?
Ah.. pertanyaan itu terlalu sering muncul dalam pikiran saya. Saya iba pada mereka, pada diri saya sendiri juga. Saya belum bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat iba itu menghilang.
Suatu saat saya harus bisa. Harus.
Salahkah saya memiliki keluarga dengan kondisi berkecukupan?
Salahkah saya menaiki motor atau mobil, sedangkan di luar sana ada ibu atau bapak yang menggowes sepeda bututnya?
Salahkah saya memiliki rumah dan kamar yang luas, sedangkan di luar sana ada ibu atau bapak yang hanya beralaskan tanah dengan dinding kardus sebagai rumahnya?
Salahkah saya duduk di sebuah cafe sambil menikmati secangkir cokelat hangat, sedangkan di luar sana ada anak kecil mengais botol plastik di kotak sampah?
Salahkah saya menenteng tas belanjaan dari sebuah mall, sedangkan di luar sana ada ibu tua yang hanya menggendong tas hasil memulungnya seharian?
Salahkah saya tidur di kamar dengan kasur empuk dan udara sejuk dari kipas angin atau AC di siang hari, sedangkan di luar sana ada sekelompok orang berjualan koran di siang hari yang panas?
Salahkah saya?
Pertanyaan-pertanyaan itu sering muncul di benak saya. Mengapa Tuhan tidak menciptakan manusia dengan derajat yang sama? Minimal dengan keadaan sosial yang sama. Atau minimal lagi dalam kondisi serendah-rendahnya hidup sederhana.
Mengapa harus ada kata "miskin" di dunia ini?
Kadang saya berpikir, apakah saya seorang perempuan yang baru berusia 21 tahun pantas duduk di sebuah mobil ber-AC, sedangkan di sebelah saya ada seorang bapak tua keriput menaiki sepeda ontelnya. Apakah itu cukup adil?
Jujur, saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri.
Tapi, apa sih yang bisa saya lakukan selain membantu mereka dalam bentuk menyumbang. Paling tidak saya hanya bisa menyisihkan sedikit uang jajan saya untuk diberikan kepada mereka yang memang benar-benar membutuhkan.
Kadang saya berpikir, semua yang saya punya ini adalah rezeki dari Allah. Mereka yang hidup berkekurangan pun pasti memiliki rezekinya sendiri. Tapi kenapa harus ada istilah kaya dan miskin di dunia ini? Kenapa harus ada istilah atas dan bawah di dunia ini? Bukannya semua manusia itu sama di mata Tuhan? Kalau begitu, kenapa manusia harus diciptakan dalam kondisi hidup yang berbeda?
Ah.. pertanyaan itu terlalu sering muncul dalam pikiran saya. Saya iba pada mereka, pada diri saya sendiri juga. Saya belum bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat iba itu menghilang.
Suatu saat saya harus bisa. Harus.
15 January 2012
Motivasi yang Memotivasi
Barusan saya, membaca sebuah blog yang bercerita tentang perjalanan dan perjuangan pengerjaan sebuah karya skripsi. Kalian bisa membaca cerita tersebut di sini :)
Cerita tersebut saya temukan di sebuah blog teman yang juga termotivasi setelah membaca tulisan tersebut.
Tulisan itu ditulis oleh seorang kakak angkatan saya di kampus, yang kini telah bekerja di sebuah majalah remaja perempuan di Indonesia.
Jujur.. setelah saya baca, saya termotivasi banget untuk bisa cepet lulus dan mengerjakan skripsi saya.
Tantangan itu pasti ada, kritik pedas sudah jelas akan menghampiri telinga, perjuangan sampai titik darah penghabisan dan airmata juga pasti akan selalu menemani saya dalam pengerjaan skripsi ini.
Tapi saya ga mau nyerah. Saya akan terus berusaha sampai akhirnya saya mendapat gelar S.IP.
God will always give a way to achieve a good thing!
Terima kasih mba Starin untuk tulisan memotivasinya :)
Cerita tersebut saya temukan di sebuah blog teman yang juga termotivasi setelah membaca tulisan tersebut.
Tulisan itu ditulis oleh seorang kakak angkatan saya di kampus, yang kini telah bekerja di sebuah majalah remaja perempuan di Indonesia.
Jujur.. setelah saya baca, saya termotivasi banget untuk bisa cepet lulus dan mengerjakan skripsi saya.
Tantangan itu pasti ada, kritik pedas sudah jelas akan menghampiri telinga, perjuangan sampai titik darah penghabisan dan airmata juga pasti akan selalu menemani saya dalam pengerjaan skripsi ini.
Tapi saya ga mau nyerah. Saya akan terus berusaha sampai akhirnya saya mendapat gelar S.IP.
God will always give a way to achieve a good thing!
Terima kasih mba Starin untuk tulisan memotivasinya :)
12 January 2012
Randomly
Almost 4 years ago.
And today, 13th January.
I remembering you.
AGAIN.
No reason.
Uninvited.
Unexpected.
Unexplainable.
And actually,
it's sucks!
24 December 2011
In the name of G-A-L-A-U
Kata orang, galau itu musibah. Sesuatu yang membuat manusia terpuruk dan tak berdaya.
Kata orang yang satu lagi, galau itu sampah. Sesuatu yang merugikan, bisa bikin sakit tapi kalo diolah dengan baik bisa menjadi suatu hal yang berguna.
Kata orang yang lain lagi, galau itu penyakit. Sesuatu yang selalu ada di diri seseorang, dan bisa kambuh ketika orang itu tidak menjaga dirinya.
Menurut saya, semuanya bener.
Tapi bagi saya, galau itu anugrah. Setiap manusia ga akan bisa menghindarinya, semua manusia pasti pernah merasakannya dan semua manusia pasti akan berada di zona itu. Ga bisa dipungkiri, galau itu seringkali bikin sakit, mungkin lebih tepatnya menyakiti. Bisa bikin orang yang ceria dengan sejuta celotehan menjadi sosok yang diam seribu bahasa. Bikin orang yang selincah kancil menjadi selemah siput. Bikin semangat turun drastis dan mood anjlok ke titik paling rendah. Iya, galau. Hebat ya cara kerjanya si galau ini.. Ga kenal usia, cewe/cowo, status, kalo udah kena yang namanya galau, efeknya sama.
Tapi lagi-lagi itu anugrah, awalnya kita jadi lemah, tapi sebenernya itu ngebuat kita jadi lebih kuat. Kuat untuk melihat realita, mana yang baik dan mana yang buruk buat diri kita masing-masing. Menjelaskan secara tersirat bahwa manusia itu ga selamanya hidup lurus-lurus aja. Kadang manusia butuh merasa sedih, marah, kecewa, sakit hati untuk melihat seberapa besar kekuatan yang kita punya. Semakin lama kekuatan itu akan terus terpupuk. That's why usually 'galau' produce more and much tears. Untuk menyadarkan kita bahwa setiap manusia punya hati dan pikiran yang harus diseimbangkan.
Cara untuk melepaskan diri dari galau?
Ga ada. Satu-satunya cara untuk melewatinya adalah hadapi dan nikmati.
This is what we called life. Sometimes you are in up, sometimes you are in down.
You can see something that you never seen before. You can feel something that you never felt before. Something you never realize that can make you feel stronger of being human.
So, when 'galau' comes straight to you, show it that you are stronger than it :)
Kata orang yang satu lagi, galau itu sampah. Sesuatu yang merugikan, bisa bikin sakit tapi kalo diolah dengan baik bisa menjadi suatu hal yang berguna.
Kata orang yang lain lagi, galau itu penyakit. Sesuatu yang selalu ada di diri seseorang, dan bisa kambuh ketika orang itu tidak menjaga dirinya.
Menurut saya, semuanya bener.
Tapi bagi saya, galau itu anugrah. Setiap manusia ga akan bisa menghindarinya, semua manusia pasti pernah merasakannya dan semua manusia pasti akan berada di zona itu. Ga bisa dipungkiri, galau itu seringkali bikin sakit, mungkin lebih tepatnya menyakiti. Bisa bikin orang yang ceria dengan sejuta celotehan menjadi sosok yang diam seribu bahasa. Bikin orang yang selincah kancil menjadi selemah siput. Bikin semangat turun drastis dan mood anjlok ke titik paling rendah. Iya, galau. Hebat ya cara kerjanya si galau ini.. Ga kenal usia, cewe/cowo, status, kalo udah kena yang namanya galau, efeknya sama.
Tapi lagi-lagi itu anugrah, awalnya kita jadi lemah, tapi sebenernya itu ngebuat kita jadi lebih kuat. Kuat untuk melihat realita, mana yang baik dan mana yang buruk buat diri kita masing-masing. Menjelaskan secara tersirat bahwa manusia itu ga selamanya hidup lurus-lurus aja. Kadang manusia butuh merasa sedih, marah, kecewa, sakit hati untuk melihat seberapa besar kekuatan yang kita punya. Semakin lama kekuatan itu akan terus terpupuk. That's why usually 'galau' produce more and much tears. Untuk menyadarkan kita bahwa setiap manusia punya hati dan pikiran yang harus diseimbangkan.
Cara untuk melepaskan diri dari galau?
Ga ada. Satu-satunya cara untuk melewatinya adalah hadapi dan nikmati.
This is what we called life. Sometimes you are in up, sometimes you are in down.
You can see something that you never seen before. You can feel something that you never felt before. Something you never realize that can make you feel stronger of being human.
So, when 'galau' comes straight to you, show it that you are stronger than it :)
30 October 2011
So true
It's crazy. How it's so hard for me to just, call you
It's like I have these feelings. But someone just keeps, holding me back
I don't know what it is, it's like my insecurities, my fears
I just gotta know, that your gonna be there
I feel you missin' me. I know you missing me
Cause I've been missin' you. Baby it's true, it's true, it's true
I know your wantin' me. Just call and talk to me
To know your needin' me. Like I need you, I need you, I need you
Fergie - Pick It Up
It's like I have these feelings. But someone just keeps, holding me back
I don't know what it is, it's like my insecurities, my fears
I just gotta know, that your gonna be there
I feel you missin' me. I know you missing me
Cause I've been missin' you. Baby it's true, it's true, it's true
I know your wantin' me. Just call and talk to me
To know your needin' me. Like I need you, I need you, I need you
Fergie - Pick It Up
Subscribe to:
Posts (Atom)

